Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
37,Tanggal Merah


__ADS_3

Kini sudah hari senin dan di hari ini kebetulan tanggal merah, jadi sekolah di liburkan, orang tuanya Adisty pun sudah pulang ke rumahnya seperti ayahnya sudah mulai membaik. Hari ini Adisty punya janji dengan Raihan, Raihan bilang mau mengajak Adisty menonton di bioskop, dan kini Adisty sudah memakai pakaian yang sangat kekurangan bahan.


Bagaimana tidak, ia memakan baju yang sangat pendek, perutnya saja sampai terlihat, bahkan roknya juga sangat pendek, membuat siapapun lelaki yang melihat nya akan membayangkan hal yang aneh.


"Ah aku terlihat sangat cantik, baju ini sudah lama tidak aku pakai, " ujar Adisty memuji dirinya sendiri di depan kaca di kamarnya.


"Sudahlah sekarang aku tinggal menunggu pangeran ku menjemput ku, " ucapnya lagi, kini Adisty mengambil tasnya lalu turun dari kamarnya, ia juga meminta izin pada ayah dan ibunya.


"Mamah, " panggil Adisty sambil teriak.


"Apa sayang, ya ampun kamu mau kemana? baju kamu udah kayak kekurangan bahan saja, " ibunya sendiri kaget melihat anaknya.


"Ah mah ini tren, sudahlah mah, aku mau pergi bersama Raihan, " pamit Adisty sambil menyalami ibunya lalu pergi dari sana.


"Dasar anak itu, " ucap ibunya sambil menggeleng kan kepala nya, lalu ia kembali meneruskan masaknya, ia tengah masak untuk suaminya.


"Mana sih, " Adisty sudah mulai lelah menunggu Raihan di depan gerbang rumahnya.


Raihan pun datang dan Adisty langsung masuk ke mobil Raihan dengan mimik wajah yang sangat asam.


"Kau kenapa?" tanya Raihan yang melihat Adisty cemberut.


"Kau lama, " balas Adisty datar, sambil bersedekap dada.


"Baiklah tuan putri aku minta maaf, " ujar Raihan sambil memohon maaf pada Adisty.


"Baiklah tidak masalah, ayok cepetan kita pergi. "


Saat Raihan baru akan memajukan mobilnya ia melihat hal yang tidak wajar, "Apa-apaan ini?" Raihan terlihat sangat marah.

__ADS_1


"Apa nya yang apa? " tanya Adisty heran.


"Kau sudah tidak waras? kenapa kau pakai-pakaian yang kekurangan bahan, perlu aku belikan kamu pakaian yang benar?" kesal Raihan, bisa-bisa nya Adisty berpakaian seperti itu.


"Ah kita ini dari tadi debat mulu, mau atau tidak kita ke bioskop nya? " tanya Adisty, kalau berantem mulu kapan sampainya.


"Aku tidak akan berangkat sebelum kau ganti baju, " Raihan malah bersender pada senderan sofa mobilnya.


"Aku malas balik lagi ke rumah, bagaimana kalau kita beli jaket saja nanti di mall, " usul Adisty ia rupanya sudah malas kembali ke kamarnya lagi.


"Baiklah, awas kalau nanti di mall kau kabur, " ancam Raihan, kini Raihan mulai menjalankan mobilnya.


"Memangnya apa salahnya aku berpakaian seperti ini, tidak ada yang salah kan? " heran Adisty ia rasa banyak kok wanita lain yang juga berpakaian sama seperti dirinya.


"Asal kau tau, aku tau bagaimana mata lelaki berfungsi, " balas Raihan dingin.


Adisty rasanya tidak punya kata-kata untuk membela dirinya kembali, semua kata-kata yang berada di otaknya seakan-akan hilang seketika, sampai pada akhirnya ia memilih diam saja di mobil.


Karena pada saat mereka masuk ke dalam mall mereka sudah menjadi pusat perhatian, mungkin karena Raihan yang sedari tadi memegang baju Adisty agar tidak naik.


"Ya udah kalau kamu gak mau aku pegangin, apalagi gak mau ganti baju, aku akan buka baju aku, " Reihan tiba-tiba membuka bajunya, ABS nya terlihat sangat jelas, bahkan adisty tersipu malu, kini mereka semakin jadi pusat perhatian.


"Yang, pake bajunya, jelek ah, nanti banyak yang naksir sama kamu, " Adisty kembali memakai kan baju kaos Raihan.


"Ya udah berarti kita cari baju, " Raihan langsung menarik tangan Adisty menuju toko baju, dan merekapun membeli jaket untuk di pakai Adisty.


Setelah mereka membeli jaket barulah mereka pergi ke tempat bioskop, namun di perjalanan Adisty terus saja membuka jaket bajunya, dan Raihan selalu kembali menutupnya.


"Oh kamu mau aku buka baju lagi, " ancam Raihan sambil berhenti di hadapan Adisty, karena Adisty tetap membuka jaketnya.

__ADS_1


"Iya, iya aku tutup, " akhirnya Adisty menuruti permintaan Raihan, lalu merangkul Raihan dan melanjutkan langkahnya.


"Yang makan dulu yuk laper, " Adisty menghentikan langkah nya, sambil menatap ke arah Raihan ia juga memegang perutnya yang sudah keroncongan.


"Ya udah yuk, " akhirnya Raihan membawa Adisty untuk makan terlebih dahulu, sebelum akhirnya mereka menonton bioskop.


Dikediaman Raihan Dilla rupanya datang ke sana untuk mengajak Raihan pergi jalan-jalan, namun ibunya Raihan bilang padanya kalau Raihan tidak ada di rumah, Raihan sedang pergi bersama Adisty.


Dilla kembali masuk ke dalam mobilnya, ia sangat kesal kenapa Raihan lebih mementingkan pacarnya daripada dia, padahal kan dirinya baru bertemu lagi dengan Raihan, menyebalkan.


"Apa aku susul aja yah mereka ke mall, tapi aku lupa tanyain alamatnya, " ucap Dilla sambil berpikir apakah yang harus ia lakukan saat ini.


"Ah aku ke rumah Andra aja deh, " Dilla pergi ke rumah Andra, niatnya sih untuk mengajak Andra pergi ke mall.


Namun saat ia ke rumah Andra ia malah melihat Andra tengah bertemu dengan wanita yang seperti pernah ia lihat, Dilla memutuskan untuk tidak turun dari mobilnya, ia hanya melihat gerak gerik mereka sambil mengingat siapa wanita yang berada di sana.


"Ah aku seperti pernah liat wanita itu, tapi kapan yah?" ucap Dilla sambil berpikir.


"Ah aku ingat bukannya dia adalah orang yang kemarin yah, ah siapa yah namanya? " akhirnya Dilla ingat ia pernah bertemu dengan nya, namun ia lupa siapa nama wanita itu.


"Ah sudah lah bukan urusan ku, lebih baik aku pulang saja, semuanya pada sibuk sampai mereka melupakan ku, " akhirnya Dilla memutuskan untuk pulang saja ke rumahnya.


Sementara itu Raihan dan Adisty kini sudah selesai menonton bioskop, mereka tengah berjalan ke parkiran, namun Adisty merasa sedikit pusing, "Yang aku ke kamar mandi dulu yah, " izin Adisty pada Raihan.


"Ya sudah aku tunggu kau di mobil, " balas Raihan.


Adisty pun pergi ke kamar mandi, benar saja baru saja ia sampai di kamar mandi ia malah mimisan, " Ah mengacaukan saja, " umpat Adisty, ia langsung mengambil tisu dari tasnya lalu membereskan darah yang mengalir dari hidung nya.


"Kenapa harus mendadak lagi sih? aku kayaknya harus cek ke dokter deh, soalnya udah sering banget mimisan, " ucapnya sambil terus membersihkan darah.

__ADS_1


Setelah selesai ia kembali memakai lipbalm agar tidak terlalu terlihat pucat, karena jujur saja saat ini Adisty sangat pucat, setelah selesai ia kembali keluar dan menghampiri Raihan, lalu mengajaknya pulang.


__ADS_2