
Setelah beberapa bulan menjalankan perawatan dan juga kemoterapi kondisi Adisty kini semakin membaik, sel kanker dalam tubuhnya sudah mulai hilang. Raihan dan teman-temannya selalu setia mendukung Adisty, karena mereka jugalah Adisty saat ini bisa kembali sehat.
Mereka tengah berada di sebuah kafe, merayakan kesembuhan Adisty, setelah acara makan makan juga mereka berniat untuk memberikan nasi kotak ke orang yang membutuhkan.
"Akhirnya kita bisa kembali kumpul kayak gini, dalam ke adaan yang bahagia tanpa kegelisahan, " ujar Max sambil merangkul Mira. Mira memang sekarang sudah menjadi bagian dari persahabatan mereka.
"Aku bahagia sahabat ku kuat, " balas Lily sambil menatap ke arah Adisty yang tengah bersandar di lengan Raihan. Adisty membalas senyuman Lily.
"Aku bisa kayak gini juga berkat kalian semua. Makasih yah udah mau temenin dan juga dukung aku, " Balas Adisty sambil tersenyum, ia tidak pernah menyangka kalau dirinya kembali di beri kesempatan hidup.
"Aku sayang kamu, " bisik Raihan di telinga Adisty.
"Kita harus berjanji kalau kita tidak akan pernah saling meninggalkan dalam ke adaan apapun, kalau ada masalah selain permasalah tentang hubungan pasangan kita yang bersifat privat kita harus saling cerita, " Usul Max.
"Aku setuju dengan usulan Max, rasanya masalah belakangan ini mengajar kita kalau masalah akan bisa lebih mudah di selesaikan dengan cara kita bersama menghadapi permasalah itu, " Andra menyetujui usulan Max. Mereka telah belajar beberapa hal belakang ini.
Belajar tentang arti sebuah sahabat, dan juga perjalanan hidup yang tak bisa mereka dapatkan di manapun.
"Aku senang bisa di beri waktu lebih lama menatap kalian, " ucap Adisty yang entah bagaimana ia harus mengucapkan kebahagiannya saat ini.
"Aku juga senang bisa terus bersama mu dan menjaga mu lebih lama, " Balas Raihan sambil menatap ke arah Adisty.
Adisty tersenyum ke arah Raihan dan mereka berdua saling memberikan tatapan cinta, dan juga kehangatan, dunia ini terasa hanya milik mereka berdua saat ini. Di sana terdengar sangat hening seakan-akan waktu berhenti beberapa menit.
Raihan mengeluarkan sebuah kotak dari saku bajunya, lalu kembali menatap ke arah Adisty. Adisty terdiam sejenak menatap apa yang akan Raihan lakukan saat ini padanya.
__ADS_1
Max, Mira, Lily, dan Andra memberi mereka waktu untuk saling bicara, Andra merangkul Lily sambil menatap ke arah Raihan dan Adisty, begitu juga dengan Max ia juga merangkul Mira sambil menatap ke arah Raihan.
Raihan menyuruh Adisty untuk berdiri, Adisty berdiri di hadapan Raihan. Seluruh tamu di kafe itu penasaran dengan apa yang akan mereka lakukan, membuat Raihan dan Adisty kini jadi pusat perhatian.
Raihan berjongkok di hadapan Adisty dengan satu tangannya memegang tangan Adisty, "Adisty, aku bukan seorang penyair yang bisa merangkai kata-kata indah untuk mengungkapkan perasaan ku saat ini, namun aku hanya bisa berkata aku sangat mencintai mu lebih dari kamu mencintai ku, " ucap Raihan yang membuat semua yang mendengar ucapan Raihan menjadi baper, dan saling merangkul dengan pasangan nya. Itu juga yang punya pasangan kalau yang enggak mah cuman bisa melihatnya saja.
Adisty benar-benar tidak tau apa yang harus ia katakan saat ini, rasanya ada banyak perayaan bunga di hatinya saat ini.
Raihan membuka kotak yang berisikan sebuah cincin permata ke hadapan Adisty, "Maukah kamu menjadi teman hidup ku selamanya? " tanya Raihan sambil gelisah menunggu jawaban Adisty.
Semua yang berada di sana meneriaki " Mau, mau, mau, mau, " mereka semua ingin sang wanita menerima pria yang dengan berani mengatakan itu di hadapan banyak orang.
Adisty tersenyum malu-malu sambil menganggukkan Kepala nya. Raihan yang sudah mendapatkan jawaban dari Adisty langsung memakaikan Cincin itu di tangannya Adisty lalu setelah itu mereka saling berpelukan.
Sahabat dan juga para tamu yang berada di kafe bertepuk tangan melihat pasangan muda itu. Adisty menangis bahagian di pangkuan Raihan ia tidak percaya bertunangan dengan Raihan hari ini.
Raihan melepas pelukannya sambil menghapus air mata Adisty, " Udah yah jangan sedih lagi, sebentar lagi kita akan memulai hidup baru yang sangat penuh tantangan, " ucap Raihan sambil menyuruh Adisty untuk duduk kembali.
"Anjirr gila lu, so sweet banget, " Histeris Lily sambil menatap horor Raihan dan juga Adisty.
"Apaan si luh? " balas Adisty malu, karena kini mereka masih menjadi pusat perhatian dan pembicaraan.
"Jangan malu-malu napa, cie yang udah tunangan, " Ledek Max.
"Udah ah makanan nya udah datang tuh, " ucap Andra yang melihat makanan mereka sudah datang.
__ADS_1
Beberapa menit berlalu mereka sudah selesai makan dan tengah duduk di sebuah taman dekat rumah Adisty, mereka tengah menghirup oksigen segar di taman itu.
"Ahhhhhhhh, " teriak Adisty melepaskan semua kebahagiaan nya, sambil tertawa ke arah Raihan dan juga teman-teman yang lainnya.
Adisty POV
Ini bukanlah akhir dari semua masalah yang aku hadapi dengan sahabat dan juga pacarku yang sekarang sudah menjadi tunangan ku saat ini, ini hanyalah awal dari semua kisah hidupku, Hidup yang sebenarnya baru saja akan ku mulai.
Semua masalah yang sebenarnya baru saja akan ku mulai. Aku tidak menyangka Tuhan akan memberiku kesempatan menjalani hidup bersama Raihan seorang pria yang sejak dulu ku impikan saat kecil. Pria yang akan dengan senang hati menjaga ku dan membuat hari-hari ku terasa berwarna.
Pria yang telah menjadi malaikat dalam hidupku, pria yang dengan senang hati membuatku keluar dari semua permasalah hidup selama ini.
Aku menatapnya dengan penuh cinta dan juga kasih sayang. Aku sangat mencintainya entahlah akan bagaimana hidupku ku tanpanya, mungkin hidupku akan tetap berjalan namun akan terasa sangat hampa.
Kalian mau berkata lebay karena aku terlalu memujinya, itu hak kalian namun yang perlu kalian tau aku tidak peduli dengan apa yang kalian ucapkan. Karena kalian tidak merasakan apa yang aku rasakan saat ini.
Rasa bahagia yang tak bisa aku dapatkan dari siapapun. Itulah yang aku rasakan saat ini, cinta mengajar kan ku banyak hal tentang sebuah arti kehidupan.
Raihan POV
Gadis yang saat ini berada di samping ku adalah gadis yang tak akan pernah ku biarkan menangis karena ku lagi. Aku berjanji pada cahaya matahari yang selalu setia memberikan sinarnya di setiap siang, kalau aku akan setia bersamanya.
Tuhan Terimakasih telah memberikan gadis itu untuk hidup bersama ku sampai saat ini dan seterusnya, aku tak tau harus berterimakasih kasih dalam bentuk apapun itu, Yang perlu mereka tahu saat ini adalah aku sangat mencintai nya.
(**End)
__ADS_1
halo Riders ku tercinta, Terimakasih telah mengikuti atau membaca ceritaku sampai selesai. Aku sayang kalian, maaf yah kalau ceritanya sampai di sini aja**.