Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
Sebuah Teka-Teki


__ADS_3

Bel pulang sekolah telah berbunti beberapa menit yang lalu, Adisty dan Lily masih berada di kelasnya. Lily sudah mengajak Adisty untuk pulang namun Adisty tidak mau, dengan alasan malas ketemu orang tua yang ada di rumah.


"Dis, pulang yuk, " ajak Lily sekali lagi.


"Ya lu pulang duluan aja, " balas Adisty sambil menundukkan wajahnya di atas meja.


"Ah lama lu, gue mah ngantuk mau tidur, gue pulang duluan yah, " pamit Lily sambil pergi ke luar untuk pulang.


"HM," balas Adisty singkat, di kelas itu tinggal hanya ada Adisty saja, ia malas melangkahkan kakinya. Namun tiba-tiba ada suara langkah kaki menghampiri Adisty, Adisty yang tengah menunduk pun mengangkat kepalanya melihat siapa yang datang.


"Ah lu Ger, " ucap Adisty yang tau kalau Geri lah yang datang ke sana dan duduk di samping Adisty.


"Iya, gue tadinya mau pulang, tapi gue liat lu duduk di sini sendirian jadi gue samperin aja, kan udah janji mau pulang bareng, " ucap Geri sambil tersenyum.


"Kalau mau pulang duluan pulang aja, aku masih males pulang ke rumah, " balas Adisty sambil menyenderkan punggungnya ke senderan kursi.


"Gak papa kok, aku bakal tungguin kamu, " balas Geri, yang juga ikut menyenderkan punggungnya ke senderan kursi dan saling menatap ke arah langit-langit kelas.


"Ke kantin yuk, makan. Sambil diemnya di kantin, " ajak Adisty sambil berdiri dan menarik tangan Geri, Adisty memang anak yang gampang akrab dengan siapa pun.


Geri ikut dengan Adisty ke kantin, saat sudah di kantin suasana sudah sangat sepi hanya ada beberapa orang yang masih di sekolah, yang masih mengikuti ekstrakurikuler.


Mereka duduk di meja pojok kanan, "Mau minum apa? Atau mau pesen makanan apa? Kalau gue sih mau minum aja," tanya Adisty.


"Samain aja sama kamu, " balas Geri manis.


Adisty memesankan minuman jeruk untuk Geri, setelah 3 menit Adistya datang dan memberikan minuman itu pada Geri, yang di balas senyum oleh Geri. Saat sudah duduk Adisty langsung membuka tasnya dan mengambil novel dari tasnya, ia memang kadang suka baca novel kalau sedang bosan dan tidak ada kerjaan.


"Lu suka novel? " tanya Geri.

__ADS_1


"Suka, makannya gue baca sekarang, " balas Adisty polos, tanpa mengalihkan pandangan nya dari novel itu.


Namun Adisty teringat sesuatu, Adisty menyimpan novel itu di sisi kanannya dan langsung menatap ke arah Geri, dengan tatapan menginterogasi.


"Kenapa? " tanya geri yang merasa di tatap aneh oleh Adisty.


"Gue mau nanya boleh kan? boleh aja la yah. Jadi gini, lu temenan sama Raihan? tadi soalnya gue liat lu deket banget sama dia, tapi jangan mikir kalau gue sengaja nguping yah, tapi gak sengaja pas ke kamar mandi di jalan gue liat lu sama Raihan, " tanya Adisty penasaran.


"Oh itu, kirain mau nanya apa?Gue pikir lu udah tau, bukannya lu udah deket yah sama Raihan? " bukannya menjawab Geri malah bertanya kembali pada Adisty.


"Emang nya ada apa?" Adistya semakin penasaran dengan apa yang terjadi di antara mereka.


"Gue sama Raihan dulunya itu sahabat, cuman gara-gara ada satu cewek dia jadi musuh gue deh sekarang, " jawab Geri sambil meminum jus jeruknya dengan santai.


"Sahabat?" kaget Adisty, sambil menatap Geri dengan mata yang membulat sempurna hampir saja tuh bola mata akan lepas dari tempat nya.


"Pulang yuk, udah hampir sore, " ajak Adisty, memang hari ini sudah hampir sore.


Geri berdiri dan menarik tangan Adisty untuk pulang, Adisty merasa tidak terganggu dengan itu, saat mereka berjalan melewati lapangan upacara. Mata Adisty melihat Raihan yang tengah berbicara dengan wanita lain, wanita itu adalah anggota OSIS juga, hari ini Raihan ada acara OSIS jadi ia belum pulang.


Begitu pula dengan Raihan ia melihat Adisty yang tengah di tarik oleh Geri, Tapi itu tidak seperti tarikan paksa, bahkan sekarang tangan Adisty yang berbalik memegang tangan Geri.


Raihan tersenyum miris saat melihat itu, lalu ia kembali fokus pada acaranya, acara perpisahan anggota OSIS karena sebentar lagi OSIS akan di ganti, jadi mereka akan turun jabatan.


"Rey, kok malah bengong sih? gue ngejelasin barusan, lu denger gak?" ucap Gea, yang barusan menjelaskan pendapat dia untuk acara perpisahan yang akan di adakan di sekolahnya.


Raihan yang sedang melamun pun langsung berbalik menatap ke arah Gea dengan ekspresi melongo, seakan-akan ia tidak mendengar ucapan dari Gea.


"Ya ampun Rey, lu tuh gimana sih? gue jelasin lagi yah, " Gea dengan sangat terpaska menjelaskan lagi apa yang tadi ia jelaskan pada Raihan.

__ADS_1


Dan kali ini Raihan benar-benar mendengarkan Gea, walau dengan pikiran yang terbelah dua, antara di sini dan juga di Adisty. Setelah selesai pembahasan untuk acara perpisahan OSIS sekalian penurunan jabatan, tadi juga sudah di putuskan akan seperti apa, kini Raihan tengah berada di jalan untuk pulang.


Namun kembali matanya melihat hal yang membuatnya kesal, ia melihat Adisty tengah berada di taman dengan Geri, di hari yang sudah mulai gelap. Tanpa sadar, seakan-akan ada jiwa lain yang membuat Raihan menghampiri mereka.


Raihan menarik tangan Adisty dari sana untuk pulang, " Apaan sih? lepasin gak! " rengek Adisty yang tangannya di tarik oleh Raihan.


Geri membantu melepaskan tangan Raihan dari tangan Adisty, " Pulang! " datar Raihan di barengi dengan tatapan dinginnya.


"Lu dari dulu emang gak bisa bersikap lembut yah sama perempuan, " ucap Geri yang kini sudah berhasil melepas tangan Adisty dari genggaman Raihan.


"Emangnya lu bisa bersikap lembut sama perempuan? " sinis Raihan, cuaca hari ini sangat mendung, bahkan hujan sudah mulai turun dari langit membuat suasana di sana semakin menegangkan.


Adisty bersembunyi di belakang tubuh Geri, "Gue masih bisa hargain perempuan, " balas Geri sambil tersenyum kecut ke arah Raihan.


"Bukannya dulu lu sendiri yang buat dia menderita, " ucap Raihan tak mau kalah, ia merasa kalau semua kejadian di masa lalu nya itu adalah murni kesalahan Geri.


"Gue? (menunjuk dirinya sendiri), lu gak waras apa gimana? " ujarnya sambil tertawa geli.


"Bukannya lu yang udah buat dia kayak gini? dia kayak gini sekarang karena nolongin lu, inget yang harusnya masuk jurang waktu itu elu, bukan dia, cuman dulu lu terlalu sayang sama diri lu sendiri, " tegas Geri, kini mereka sudah basah kuyup karena hujan.


"Lu salah paham, " bantah Raihan, ia rasa semuanya tidak sama dengan apa yang Geri pikirkan.


"Gue gak salah paham kok, orang emang kenyataanya kayak gitu. Dia jatuh karena nolongin lu, karena dia cinta sama lu, lu juga cinta kan sama dia, lu ambil aja dia gue udah gak butuh gue gak butuh tukang selingkuh kayak dia, apalagi dia bekas tidur sama lu, " ucap Geri di barengi dengan senyum miring nya.


Adisty mendengar kata BEKAS TIDUR SAMA LU, ia benar-benar sangat kaget dengan apa yang ia dengar barusan, ia bahkan berharap tidak pernah mendengar kata itu lagi.


"Lu salah paham, gue gak tidur sama dia, itu karena waktu-" belum saja bicaranya Raihan selesai Geri malah langsung memotong ucapannya.


"Gue gak peduli, gue ingetin sama lu, gue gak peduli dengan alasan macam apa yang lu katakan. Gue lebih peduli sama penglihatan gue, " bentak Geri sambil berjalan dan menarik Adisty untuk pulang dan pergi dari hadapan lelaki yang Geri anggap bejat ini.

__ADS_1


__ADS_2