
Setelah seharian membereskan apartemen tersebut Adisty kembali ke rumahnya sendirian, tadi Kelvin sebenarnya minta Adisty untuk menginap di apartemen yang Kelvin tempati namun Adisty menolaknya.
Ia bilang kalau ia sedang ingin tidur bersama orang tuanya malam ini, ia juga sedang rindu kamar tercintanya. Kamar yang selama ini menjadi teman masa kecil dan masa remajanya.
Adisty sudah sampai di rumahnya, " Malam mah, " sapa Adisty pada ibunya yang sedang menonton televisi.
"Jam segini kamu baru pulang, abis dari mana aja? " tanya ibunya.
"Aku kan udah bilang mau beresin apartemen sama Kelvin, apartemen nya kotor banget sih, belum di beresin udah berapa lama? " balas Adisty sambil duduk di sebelah ibunya.
"Gak tau mamah gak ingat kapan terakhir kalinya mamah beresin apartemen itu, " ucap ibunya yang tidak ingat kapan ia membereskan tempat itu untuk terakhir kalinya.
"Pantes, mah aku ke kamar dulu yah mau tidur. Capek aku, " Adisty bangun dari duduknya dan berjalan menuju kamar tercintanya.
"Jangan tidur terlalu malam yah, " balas ibunya sambil menatap kepergian Adisty.
"Iya, " ujar Adisty.
Kini Adisty sudah sampai di kamarnya ia membanting tas selempang nya ke sembarang arah, " Ah aku jadi tak ingat terakhir kali aku di kamar ini ngapain yah? " tanya Adisty pada dirinya sendiri.
"Ternyata wangi kamar ku tidak pernah berubah, " ucap Adisty sambil merentangkan tubuhnya menghadap ke langit-langit.
Setelah beberapa menit akhirnya Adisty tertidur pulas di kamar itu, padahal ia belum mandi dan mencuci mukanya mungkin karena dirinya terlalu capek sudah membereskan apartemen Kelvin.
Beberapa jam berlalu kini hari sudah mulai berganti menjadi siang, matahari sudah menyinari bumi kembali, memberikan kehangatan pada bumi ini.
"Adisty bangun, " ibunya masuk ke kamar Adisty sambil membuka gorden jendela kaca untuk menyinari ruangan tersebut.
Setelah itu ibunya Adisty duduk di samping Adisty yang masih tertidur pulas sambil memeluk guling, " Sayang bangun yuk udah pagi, " ucap ibunya.
"5 Menit lagi aja yah mah, " balas Adisty yang masih malas membuka matanya.
__ADS_1
"Sayang bangun cepetan, " ibunya menarik tangan Adisty agar gadis itu bangun.
Adisty sudah duduk namun matanya masih tertutup rapat, seperti nya sebelum tidur dirinya menggunakan lem terlebih dahulu. Jadi saat ini ia susah untuk hanya sekedar membuka matanya.
"Adisty bangun, " ibunya kembali menggoyangkan tubuhnya Adisty agar bangun dan membuka matanya.
"Iya aku bangun deh tuh, " Adisty membuka matanya lebar-lebar ke hadapan ibunya.
"Nah udah ah cepetan ke kamar mandi, mamah dan papah akan tunggu kamu di bawah, " ibunya pergi meninggalkan Adisty di kamarnya sendirian.
Bukannya pergi ke kamar mandi, setelah ibunya keluar Adisty malah menutup matanya dan kembali tidur. Bilangnya sih ada mimpi yang belum ia selesaikan dan itu sangat sayang bilang tidak di teruskan.
Setelah beberapa menit berlalu akhirnya Adisty bangun dan pergi ke kamar mandi, setelah dirinya selesai dari kamar mandi ia pun mengganti pakaiannya dan pergi ke ruang makan untuk sarapan.
Saat di tangga Adisty masih menguap sepertinya ia masih mengantuk dan masih butuh tidur, padahal semalam ia tidur sangat pulas dan tidur tidak terlalu malam.
"Pagi semuanya, " sapa Adisty yang langsung duduk di kursi dan mulai mengambil makanan untuk dirinya sarapan.
Di tempat lain saat ini Mira Dan Max sedang bersiap-siap menuju tempat yang telah di tentukan untuk merencanakan acara reuni mereka, mereka sengaja memilih waktu di pagi hari.
Karena mereka yakin bahwa perencanaan ini tidak akan berjalan dalam waktu singkat, pasti saja ada perdebatan di dalam nya dan itu memerlukan waktu yang panjang. Makannya mereka memilih melakukannya pagi hari, agar waktunya panjang.
"Kamu udah siap? " tanya Max pada Mira yang sudah menunggu Max di depan rumahnya.
"Kamu yakin mau ajak aku? " tanya Mira yang masih malu ikut dengan Max ke sana, karenakan Mira bukan bagian dari mereka yang akan reuni.
"Gak papa sayang beneran, pasti di sana juga banyak orang yang bawa pasangannya kok, " balas Max meyakinkan Mira kalau Mira tidak usah malu.
Mira pun masuk ke dalam mobil Max dan Max langsung memajukan mobil tersebut, tempat yang mereka pesan sudah benar-benar hanya mereka yang akan reuni yang berada di sana. Tempat itu milik Ayahnya Rossy jadi mereka bisa menyewa tempat tersebut tanpa mengeluarkan uang.
Rossy memang terkenal sebagai anak dari pemilik perusahaan terbesar kedua di Indonesia setelah ayahnya Adisty, Rossy lebih di kenal oleh orang lain di bandingkan Adisty.
__ADS_1
Karena Rossy sering mengurus perusahaan ayahnya yang berada di Indonesia dan sering juga berinteraksi dengan masyarakat apalagi dengan media-media berita. Sedangkan Adisty lebih fokus pada perusahaan nya yang berada di Amerika yang sebenarnya di pegang oleh Kelvin.
Karena Adisty belum mengerti hal seperti itu ia masih sering di ajarkan oleh Kelvin dan itu membuat Adisty tidak terlalu di sorot media-media berita Indonesia.
Di tempat lain Lily dan Andra juga sedang bersiap-siap untuk pergi ke tempat yang sudah di janjikan.
"Yang cepetan, " ucap Lily yang sudah menunggu Andra di dalam mobil bersama dengan Liana.
"Bentar aku kunci pintu dulu, " balas Andra dari dalam rumahnya.
"Papah mu lama yah, " ucap Lily pada Liana yang saat ini ada di pangkuannya.
Andra pun datang dan langsung duduk di kursi pengemudi, " Halo sayang, hari ini kamu mau jalan-jalan, " sapa Andra pada anaknya.
Kebetulan hari ini adalah tanggal merah jadi semua yang bekerja di kantor di liburkan, jadi mereka semua bisa ikut kumpul untuk membahas acara reuni tersebut.
Di tempat lain Raihan juga sudah siap berangkat menuju tempat itu dengan menggunakan jas berwarna hitam dan celana hitam, sekarang ini Raihan selalu memakai jas mulu. Yah mungkin karena tuntutan pekerjaan, tapi kan kali ini ia bukan mau kerja kenapa masih memakai Jas.
Tapi ya sudahlah mungkin itu memang nyaman Raihan gunakan. Raihan sudah naik mobilnya dan sudah memajukan mobilnya, beberapa menit berlalu kini dirinya sudah sampai di kafe yang sudah ia sewa hanya untuk hari ini.
Ia ke sana sendiri karena Rossy masih di Malaysia dan tak bisa pulang hari ini, Rossy bilang sih katanya besok dirinya juga akan pulang. Raihan masuk ke kafe itu dengan gagahnya, Raihan kan dulu adalah sang idola di sekolahnya.
"Hey bro, " sapa teman satu kelas Raihan sambil bersalam ala pria dengan Raihan.
"Ya, " saut Raihan datar.
"Duduk sini duduk, " titah temannya itu sambil mempersilahkan Raihan duduk di sampingnya.
Tempat itu kini sudah mulai di penuhi oleh teman-temannya Raihan dulu di sekolah, tapi para sahabat nya Raihan belum juga datang mungkin mereka masih di perjalan kali ini.
Di sana mereka duduk per meja karena tidak akan cukup jika di satu meja kan, jadi hanya perwakilan kelasnya yang duduk di meja utama. Di meja yang akan membicarakan masalah reuninya dengan agak serius.
__ADS_1