
Max tengah bersama dengan Adisty di taman sekolah, Max tadi bicara pada Adisty ada yang ingin ia sampaikan padanya. Kini mereka berduduk berdampingan di kursi putih panjang yang berada di sana, " Dis, gue mau bicara satu hal sama lu, tapi gue yakin ini akan buat lu tersinggung, tapi sebagai teman lu gue harus bilang ini sama lu, " ujar Max sambil menatap Adisty serius.
Adisty mulai tidak enak hati, ia tau kalau Max juga akan sama dengan mereka, memaksa dirinya untuk pergi melihat ayahnya, namun ia akan mendegarkan dulu bagaimana Max menyampaikan nya.
"Ngomong aja, " balas Adisty tanpa ingin menatap ke arah Max, ia lebih memilih menatap ke arah depan.
"Gue tau gimana rasanya kehilangan, bokap gue juga udah gak ada Dis, dulu gue juga sama kayak lu gue benci sama dia, gue gak mau liat dia, tapi pada kenyataannya itu hanya ucapan gue, hati gue tetap menyesal saat gue tau kalau bokap gue udah gak ada lagi di dunia ini, " jelas Max, ia menatap kosong ke depan rasanya sakit jika ia harus mengingat itu lagi.
Adisty mulai menatap ke arah Max perlahan, ia bisa melihat kalau Max benar-benar sedih, "Gue nyesel kenapa gak dari dulu gue minta maaf sama dia, kenapa harus sekarang, setelah gue hanya bisa lihat tanah, " lanjut Max, matanya mulai menyorotkan kesedihan dan penyesalan yang mendalam.
"Gue cuman mau lu inget, mungkin ayah lu bilang hal yang buat lu sakit hati dia lagi gak sadar atau dia lagi ada masalah di kantor nya, lu juga harus tau kalau manusia berhak di berikan kesempatan kedua, " ujar Max.
"Tapi rasanya sakit, gue gak bisa liat muka dia, " balas Adisty.
"Dis, Tuhan aja maha pengampun masa kita hambanya gak mau memaafkan sih, memangnya drajat kita lebih tinggi dari Tuhan sampai kita mau melampaui nya, " balas Max sambil melirik ke arah Adisty dan tersenyum.
"Iya sih, gue sadar sekarang kalau gue kayak gini berarti gue sama aja dong sama ayah gue, " balas Adisty sambil tersenyum.
"Itu lu tau, lu pergi yah ke rumah sakit sebelum penyesalan mengakhiri segalanya, " titah Max, Adisty langsung memeluk Max.
"Makasih yah, udah ngingetin gue, gak ada orang yang bisa ngertiin gue, mereka yang nyuruh gue cuman karena nyokap gue dan bokap gue, bukan karena gue cuman lu yang bisa ngertiin gue, " ucap Adisty di pelukan Max.
Namun tanpa mereka sadari Raihan melihat kejadian itu ia juga mendengar ucapan terakhir yang Adisty katakan, ia memang tidak mendengar apa yang mereka katakan dari awal, tapi dari kata-kata terakhir yang Adisty katakan itu sudah membuatnya menyimpulkan sesuatu.Ia kembali menuju ke teman-teman nya, awalnya ia ingin berbicara pada Adisty, namun rupanya ada orang yang sudah mendahului nya berhasil lagi.
Kini Adisty kembali melepas kan pelukannya lalu ia pergi mencari Raihan, ia ingin mengajak Raihan bersamanya, sampai lah ia menemukan Raihan tengah bersama dengan teman-teman nya.
"Yang, sini deh, " panggil Adisty pada Raihan.
Dengan langkah yang berat Raihan menghampiri Adisty, " Apa? " balas Raihan datar.
__ADS_1
"Anterin aku ke rumah sakit yuk, tapi kalau kamu gak sibuk, " ujar Adisty pelan.
"Aku lagi sibuk, kamu sama Max aja, " sebenarnya Raihan tidak terlalu sibuk, namun ia masih kesal dengan apa yang ia lihat tadi, ia kesal bukan pada mereka, namun pada dirinya sendiri kenapa ia tidak bisa membujuk Adisty, sedangkan Max ia bisa dengan gampang nya membujuk Adisty.
"Oh ya udah, " balas Adisty sedikit kecewa, ia lihat sudah tidak ada kerjaan yang terlalu banyak saat ini, namun ya sudah lah mungkin Raihan sedang malas mengantarkan dirinya.
"Ya udah aku ke sana bareng Lily aja deh, " ujar Adisty.
"Terserah, ya udah aku ke sana dulu, " pamit Raihan sambil meninggalkan Adisty ia kembali pada teman-teman nya.
Adisty hanya bisa menatap Raihan lalu setelah itu ia langsung mencari Lily, sampai ia menemukan Lily tengah makan di kantin.
"Kok gua ngerasa ada yang aneh yah sama Raihan, " ujar Adisty yang langsung duduk di depan Lily, dan membuat kaget Lily.
"Lu bisa gak? kalau datang permisi dulu kek, " kesal Lily karena Adisty membuat dirinya kaget.
"Aneh apa? emang nya lu ngerasa ada yang aneh gimana? " tanya Lily.
"Ah perasaan lu aja kali, " Lily tidak mau Adisty berprasangka buruk pada Raihan.
"Ah mungkin sih, antar gue yuk ke rumah sakit! " ajak Adisty sambil memohon di depan Lily.
"Ah gue gak bisa, ini gue mau pulang sekarang, soalnya nyokap gue nelpon suruh jemput dia, " Lily tidak bisa mengantar Adisty karena ia harus segera pulang.
"Terus gue ke sana sama siapa? "
"Sama si Andra, atau si Max aja, suruh nganterin lu, " titah Lily.
"Ah gue minta anterin Max aja deh, ya udah gue pulang duluan yah, " pamit Adisty, ia berpamitan para Lily yang juga akan pulang awal waktu, kebetulan memang sekolah hari ini di bebaskan, jadi mereka bisa pulang kapan saja.
__ADS_1
"Max, " panggil Adisty saat melihat Max tengah berada di kantin bersama Andra.
"Apa? " balas Max sambil melihat ke arah Adisty yang memanggilnya.
"Boleh pinjem Max nya dulu? " tanya Adisty pada Andra.
"Boleh, " jawab Andra sambil tersenyum.
"Lu sama si Max mulu, si Raihan gak marah? " sambung Andra soalnya ia juga tadi melihat Max dan Adisty saat di taman.
"Orang Raihan yang suruh kok, " balas Adisty sambil mengerutkan dahinya.
"Anterin ke rumah sakit yuk, gue males ke sana sendirian, tadi udah minta tolong Raihan dia bilang lagi sibuk, terus gue juga minta tolong Lily dia juga gak bisa, Raihan sih bilangnya suruh lu yang nganter, " jelas Adisty sambil menatap ke arah Max.
"YA udah, kalau Raihan yang nyuruh boleh, lagian gue lagi gak sibuk kok, " Max menyetujui ajakan Adisty.
"Gue sama Adisty mau pergi dulu yah, nanti gue ke sini lagi balik dari sana, " pamit Max pada Andra yang di balas anggukan oleh Andra.
Di tempat lain Raihan merasa tidak tega pada Adisty, ia kini tengah mencari Adisty dan akan mengantar nya ke rumah sakit, ia tidak bisa marah terlalu lama pada Adisty. Raihan berjalan menuju kelas Adisty namun ia tidak menemukan Adisty di kelas itu, kini ia berjalan menuju kantin dan ia menemukan Andra yang tengah duduk sendirian di meja kantin.
"Dra? " panggil Raihan.
"Apa? " Andra berbalik dan melihat ke arah Raihan.
"Liat Adisty? " tanya Raihan dengan suara yang tidak beraturan karena ia habis berlarian mencari Adisty.
"Baru aja dia pergi sama Max, bilangnya sih mau ke rumah sakit, bukannya lu yang nyuruh yah? " ujar Andra.
"Oh, " balas Raihan datar, sambil kembali meninggalkan Andra.
__ADS_1
"Katanya mau sama Lily ternyata sama orang itu juga, " gumam Raihan pelan sambil tersenyum miris.