
Kini hari sudah mulai pagi, rasanya pagi ini sangat berbeda bagi Adisty karena semalam ia sudah temu rindu dengan ke kasihnya itu.
Ia tengah berada di Koridor sekolah ia berjalan menuju kelasnya dengan wajah yang amat bahagia, bahkan ia kadang senyum-senyum sendiri bila kembali mengingat keseruan kemarin malam.
Namun tiba-tiba Lily menarik tangannya Adisty, " woy kelas lu di sini, malah lurus aja lu, mau kemana? ke kamar mandi? " ucap Lily karena sedari tadi saat di depan pintu ia sudah memperhatikan Adisty yang sangat aneh hari ini, ia menarik tangannya Adisty karena mau melewati kelasnya Adisty malah mau lurus.
"Oh iya, lupa? " balas Adisty sambil cengengesan dan langsung masuk saja ke kelasnya mendahului Lily.
"Dasar anak aneh, " gumam Lily, ia tak habis pikir, Lily pun ikut masuk bersama Adisty dan duduk di kursinya.
"Lu kesambet setan mana sih? ampe segitunya, " ucap Lily yang masih ke heranan, melihat Adisty senyum-senyum sendiri mulu.
"Setannya Raihan, " balas Adisty sambil menatap lebay ke arah Lily, bahkan membuat Lily jijik melihat tatapan itu.
"Gak usah lebay deh jadi orang, " ledek Lily sinis sambil memalingkan wajahnya dari Adisty.
"Oh iya, nanti hari minggu pas acara perpisahan para anggota OSIS gue mau tampil jangan lupa nonton yah, " pinta Adisty.
lily langsung menatap ke arah Adisty lalu tertawa lepas, " Yang bener aja, mau ngapain lu? " ucap Lily tak percaya, Lily masih tertawa geli mendengar bualan Adisty.
"Ah kau ini, aku benar-benar akan ikut acara itu, orang Raihan yang minta, " kesal Adisty, ia kesal karena Lily bukannya menyemangati nya eh malah menertawakan nya.
"Baiklah Adisty ku sayang, aku percaya pada mu, " ucap Lily sambil menghentikan tawanya karena ia sudah melihat tampang kesal di wajah Adisty.
"Ya sudah gitu dong, " balas Adisty sambil kembali tersenyum.
Kini bel masuk pun berbunyi semua murid yang masih berada di luar pun langsung berhamburan masuk ke kelasnya masing-masing.
Pelajar kini sudah di mulai, guru juga sudah mulai memberikan materi yang akan di bahasa kali ini di kelas Adisty, namun rupanya anak itu tak bisa fokus.
Ia malah sering melamun saat guru menyampaikan materi, hingga akhirnya waktu yang paling ia tunggu telah tiba, di mana bel istirahat berbunyi dan bergema di seluruh ruangan.Guru yang berada di kelasnya Adisty pun sudah keluar, kini Adisty tengah meregangkan tangannya sambil berdiri, baru saja Adisty akan mengajak Lily ke kantin, tiba-tiba Raihan datang ke kelasnya.
"Kantin yuk, " ajak Raihan yang baru saja sampai di depan pintu, tanpa basa-basi ia langsung mengajak Adisty ke kantin.
"Yuk, " Adisty menyetujui ajakan Raihan, sambil menarik tangan Lily, untuk ikut bersamanya ke kantin.
__ADS_1
"Gue cari meja yang lain aja lah, takut ganggu kalian, " rupanya Lily tidak enak menggangu pacaran mereka.
"Tenang aja, gue sama si Andra dan si Max juga, mereka udah nunggu di kantin, gue gak cuman mau berdua sama Adisty, " balas Raihan sambil merangkul Adisty, namun Adisty melepas tangan Raihan yang berada di pundaknya.
"Yang ini di sekolah, gak enak banyak orang, " ucap Adisty yang sedikit risih di tatap aneh oleh orang lain karena ia kini semakin dekat dengan Raihan.
Kini mereka sudah sampai dikantin Raihan langsung menyuruh Adisty dan Lily duduk, Lily duduk di samping Adist, Adisty duduknya di tengah.
"Mau pesen apa? biar aku pesenin, " tanya Raihan pada Adisty.
"Ah aku mau ikut ke sana nya, " pinta Adisty, sementara itu Max dan Andra sudah memesan makanan duluan, bilangnya sudah sangat lapar.
"Ya udah yuk, " ucap Raihan.
"Li mau beli apa gue pesenin? " tanya Adisty.
"Apa aja terserah kalian, samain aja sama punya luh, " balas Lily.
"Ya udah, " kini Adisty dan Raihan berjalan berdampingan menuju penjaga kantin.
"HM kayaknya kalau mie goreng enak tuh, " balas Raihan setelah berpikir akan makan apa.
"Baiklah aku juga sudah kangen dengan mie goreng, lalu minumannya mau apa? " tanya Adisty kembali.
"Es jeruk aja, " balas Raihan.
"Bu kita pesen mie goreng tiga pedes, terus minumannya es jeruk juga tiga, " pesan Adisty pada penjual makanan di kantin sekolah, kini mereka menunggu di depan warung penjaga nya, dan karena di sana hanya tersisa satu kursi jadi Adisty duduk di pangkuannya Raihan.
Karena memasak mie nya cukup lama membuat Adistya m pegal, dan Raihan bersedia untuk menggendong Adisty, " Yang lama amat, " ucap Adisty yang merasa ini sangat lah lama.
"Baru aja di pesenin, gak sabaran banget sih kamu, " balas Raihan sambil mencubit manja hidung Adisty.
"Yang sakit, kamu tuh gimana sih, " rengek Adisty karena memang Raihan sangat keras mencubit hidung nya Adisty, bahkan kini hidungnya sampai merah.
"Mana HP kamu? " tanya Adisty sambil berdiri dan menghadap ke arah Raihan.
__ADS_1
"Buat apa? " tanya Raihan.
"Aku mau liat hidung ku, merah atau tidak HP ku aku tinggal di kelas, " balas Adisty, Raihan pun mengeluarkan ponsel nya lalu ia berikan pada Adisty.
"Ah tu kan yang, hidung ku merah udah kayak badut aja, " ujar Adisty saat sudah melihat hidungnya sendiri memerah.
"Udah lucu tau gak, " Raihan tak dapat menahan tawanya, ia tertawa geli melihat wajah Adisty yang menjadi merah.
"Yang kok di ketawain sih, kamu ma ah aku marah nih, " kesal Adisty sambil menghentak-hentakan kakinya ke lantai.
"Ini neng pesenan nya, " ucap penjaga kantin ya sambil menyodorkan pesanan mereka, saat Adisty akan membayar makanannya, Tiba-tiba Raihan melarangnya, dan ia langsung membayar makanan itu termasuk milik Lily juga.
Namun Adisty masih terlihat marah dengan Raihan, ia membawa makanan nya dalam nampan dan satu lagi Raihan bawa.
"Yang maafin aku napa, akukan bercanda, " maaf Raihan saat sudah duduk di mejanya.
"Gak, " datar Adisty sambil memberikan pesanan Lily.
"Kenapa dia? " tanya Max ia heran kenapa Adisty berubah bukannya tadi ia terlihat sangat bahagia.
"Tanyain sahabat lu tuh, " balas Adisty datar.
"Kenapa rey? " tanya Andra.
"Biasalah, " balas Raihan, ia tau kalau Adisty tak akan mampu lama marah pada dirinya.
"Yang tatap aku, " Raihan memegang kepala Adisty menggunakan kedua tangannya, agar Adisty menatap dirinya.
"Perlu aku ke rumah sakit buat cek hidung kamu, apa perlu aku oprasi plastik hidung kamu dulu agar kamu mau maafin aku, " ucap Raihan sambil menatap tajam ke arah Adisty.
Kini mereka jadi saling tatap, " Gak perlu, aku maafin kamu kok, tapi yang beneran sakit tau kamu mah ih " balas Adisty sambil melepas tangan Raihan yang berada di Kepala nya.
"Iya aku kan udah minta maaf, gak sekali-kali lagi deh, tapi dua kali lagi, " canda Raihan.
"Yang ih, " Adisty memukul paha Raihan pelan, sebelum akhirnya ia kembali makan mie goreng pesanannya.
__ADS_1