
"Halo sayang, " sapa Adisty sambil menggendong anaknya Lily.
"Ih lucu banget sih, " ucap Adisty pada Lily sambil memeluk Liana.
"Ya iya lah lucu, kan ibunya juga lucu, " balas Lily sambil memperlihatkan senyum termanis nya.
"Ah lu mah kepedean, " ucap Adisty sambil memalingkan tatapannya.
"Lu kebetulan banget ke Indonesia, soalnya minggu depan kita mau reuni sekolah, " ujar Lily memberitahu pada Adisty kalau akan ada reuni minggu depan.
"Yang bener? ah kok gue gak tau sih? " balas Adisty yang merasa tidak di beritahu oleh orang lain akan hal ini.
"Eh makannya kalau grup WhatsApp itu lu buka, bukan cuman lu jadiin pajangan doang yah, " Lily kesal pada Adisty, selalu saja menyalahkan orang lain padahal dirinya juga ada di grup itu.
"Iya maaf deh, " balas Adisty sambil cengengesan.
"Jadi lu mau ikut? " tanya Lily.
"Ya pasti lah, lagian reuni taun depan kan gue gak ikut karena gak bisa pulang, " balas Adisty yang akan ikut reuni itu.
"Ah lucu yah orang lain pasti udah pada punya anak, mereka reuni pasti sama anak mereka, gue jadi pengen cepet-cepet punya anak, " ujar Adisty.
"Makannya lu nikah cepetan, " balas Lily.
"Ah tau ah, " Adisty tak mau membahas hal itu.
"Ke kafe yuk, sekalian kita ajak ketemu Mira sama Max. Pasti mereka lagi gak ada kerjaan, " ajak Lily.
"Ok, " setuju Adisty.
Kini mereka berdua pun pergi ke kafe naik motornya Adisty, mereka juga tadi sudah menghubungi Mira dan Max. Tapi Lily tidak bilang kalau Adisty sudah berada di Indonesia, Lily hanya bilang kayaknya enak nih kalau ngopi bareng.
Lily dan Adisty sudah duduk di sebuah meja yang mereka pesan, " Mana sih mereka lama banget, " ujar Adisty sambil mencari Mira dan Max.
"Yang sabar napa, " ucap Lily yang melihat Adisty tidak sabaran.
__ADS_1
"Udah sore soalnya, gue kasian sama ank lu tuh. Lagian kan bentar lagi papahnya bakal pulang kerja, lu harus siapin makan kan buat dia? " balas Adisty.
"Tenang aja kali, Andra tuh orangnya suka masak sendiri kalau gak ada apa-apa di rumah. Dia gak suka nyusahin gue, " ujar Lily.
"Ya bagus deh kalau gitu, kalau dia jahat sama luh bilang aja yah sama gue. Entar gue kirim dia ke sisi Allah, " canda Adisty sambil tertawa.
Tiba-tiba Mira dan Max datang ke meja mereka dan langsung menatap Adisty.
"Hay, " sapa Adisty sambil melambaikan tangannya di depan wajah Mira dan Max karena sedari tadi mereka malah bengong.
"Adisty, " saut Mira sambil memeluk Adisty dengan erat.
"Ah ngapain lu pulang gak bilang-bilang? " tanya Max yang langsung duduk di samping Adisty.
"Mir, Mir lepasin napa! gue gak bisa nafas nih," ucap Adisty sambil mencoba melepas pelukan Mira.
"Oh iya maaf, " Mira pun melepaskan pelukannya lalu duduk di samping Max.
"Kapan pulang? " tanya Max sambil menatap Adisty.
"Kenapa gak bilang sama kita? kita bisa jemput elu kan, " tanya Max kembali.
"Karena gue mau kasih kejutan sama kalian. Aduh gue bawa oleh-oleh buat kalian tapi gak gue bawa, soalnya niat awal gue hari ini cuman mau liat anaknya Lily aja, " balas Adisty sambil tersenyum.
"Gitu banget sih, masa iya kita mau di lupain gitu aja, " ucap Mira sambil cemberut.
"Gak gitu maksud aku, aku niatnya kita kumpulnya besok aja sekalian sama Kelvin. Besok kan dia datang ke Indonesia, " balas Adisty yang menjelaskan maksud dari dirinya.
"Oh pacar lu juga mau ke Indonesia? " tanya Max.
"Iya tapi besok, biasa orang sibuk mah gitu, " balas Adisty acuh.
"Oh iya lu udah tau kan kalau kita bakal reunian? " tanya Max.
"Tau, tapikan gue cuman sebentar sekolahnya, emangnya gak papa kalau gue ikutan? " tanya balik Adisty.
__ADS_1
"Ya gak papa lah, lagian itu bukan masalah besar, " balas Lily.
"Iya, nanti hari Kamis kita kumpul yah di restoran. Buat ngomongin acara reunian ini, soalnya kan bukan cuman satu kelas tapi tiga kelas, " timpa Max sambil menatap Adisty dan Lily bergantian.
"Iya nanti gue usahain deh datang hari Kamis, " balas Adisty.
"Tapi gak papa kan kalau gue ajak Kelvin ke sana, gak tega kalau gue tinggalin dia, " sambung Adisty.
"Ya gak papa lah, emangnya siapa yang larang, " balas Max, " Lagian gue juga bakal ajak Mira kok, " sambung Max.
"Bagus deh kalau gitu, " ucap Adisty.
Mereka akhirnya melepas rindu di kafe tersebut, saling berbagi kisah dan cerita perjalanan mereka selama ini. Perjalan hidup yang bisa di bilang sangat rumit itu, semuanya kini mereka curahkan satu sama lain.
Tak terasa hari sudah mulai gelap, mereka pun kini pada pulang ke rumahnya masing-masing, sebelum pulang ke rumah Adisty mengantarkan Lily dan anaknya pulang terlebih dahulu. Setelah itu barulah dirinya yang pulang ke rumah nya.
Di tempat lain Raihan sedang mengantarkan Rossy pulang ke rumahnya, " Aku pulang yah," ucap Raihan yang berada di dalam mobil, sedangkan Rossy sudah berada di luar mobil.
"Kamu gak mau mampir dulu apa? " tanya Rossy sambil menatap manja Raihan.
"Gak ah soalnya aku masih banyak kerjaan, " balas Raihan.
"Tapi besok kamu mau kan anterin aku ke bandara? " tanya Rossy.
"Iya aku kan udah bilang kalau aku bakalan anterin kamu ke bandara, kamu tenang aja aku orangnya gak suka ingkar janji kok, " balas Raihan meyakinkan Rossy kalau dirinya tidak akan mengingkari janjinya.
"Ya udah deh aku percaya, " ucap Rossy yang akhirnya percaya.
"Sudah yah aku mau pulang dulu, udah malam nih soalnya, " Raihan kembali pamitan pada Rossy.
"Ya udah, tolong bilangin salam yah buat ibu mu, " balas Rossy sambil melambaikan tangannya.
Raihan mulai memajukan mobilnya dan pergi ke rumahnya, selama perjalanan pulang tatapannya kosong pikirannya pun benar-benar tidak tau memikirkan apa. Raihan mungkin saat ini sudah membuka hatinya untuk wanita lain, tapi ia juga masih belum tau apakah ia sudah benar-benar mencintainya.
Ataukah hanya sekedar rasa yang lewat saja, Raihan memang merasa sangat nyaman jika bersama dengan Rossy. Rossy adalah wanita yang dewasa dan bisa menyelesaikan masalah tanpa kata putus, Rossy juga lebih elegan dan berwibawa di bandingkan Adisty yang tingkahnya masih seperti remaja belasan tahun.
__ADS_1
Rossy juga kadang suka bertanya kapan Raihan akan serius padanya, tapi Raihan selalu menjawab dengan ucapan aku masih belum siap dan Rossy selalu memaklumi itu semua. Ia tau Raihan masih butuh waktu untuk masalah pernikahan, karena pernikahan bukanlah hal yang bisa di mainkan.