
Hari sudah kembali berganti dan hari ini Kelvin sudah berangkat ke Amerika kembali, tadi dia ke bandara di antar oleh Adisty. Namun kali ini Adisty sudah kembali pulang ke rumahnya, ia merasa hari ini ia hanya ingin berada di rumahnya dia tak kemana-mana.
Di tempat Lily saat ini Andra sedang menunggu Liana bicara memanggil namanya.
"Sayang, ini Papah, " ucap Andra sambil duduk di depan Liana yang sedang duduk di lantai.
"Pa-papah, " ucap Liana sambil tersenyum ke arah Andra.
"Ahhhhhhhhhhh aku bahagia, " ujar Andra kegirangan sambil melompat-lompat di hadapan Liana.
"Andra cepetan katanya mau kerja, ini malah masih ada di sini? " ucap Lily yang melihat suaminya malah masih main dengan Liana padahal ini sudah waktunya ia pergi kerja.
"Aku gak peduli, aku seneng banget. Ya udah ah aku berangkat kerja dulu, " balas Andra sambil bersalaman dengan Lily lalu lari menuju mobilnya.
"Dasar, kayak bocah dapet permen aja, " ujar Lily saat melihat Andra bertingkah seperti anak kecil.
"Sayang lihat tuh Papah mu, jangan kayak dia yah kalau kamu nanti udah besar, " ucap Lily sambil menunjukkan Andra pada Liana.
"Kamu kalau udah besar nanti punya pacarnya kayak Om Kelvin yah, udah ganteng, baik, romantis, berpendidikan, kayak lagi, " Lily berharap Liana akan mendapat pasangan seperti Kelvin.
"Eh tapi sayang gak udah yang seperti itu deh, pokoknya nanti kamu kalau milih pasangan harus yang sayang dan cinta sama kamu, " ucap Lily kembali.
Ia akhirnya ingat walaupun Andra seperti bocah tapi Andra tak pernah membuatnya kecewa karena membagi hatinya dengan wanita lain, apapun yang terjadi Andra akan selalu mencintainya.
Di tempat lain Mira dan Max sudah mulai membagikan undangan pernikahan mereka yang hanya tinggal menghitung hari, mereka akan menikah pada hari rabu depan. Karena kebetulan pada hari Rabu ada tanggal merah, yang artinya kantor akan di liburkan.
"Kita ke rumahnya Adisty yuk, " ajak Mira pada Max, karena hanya tinggal membagi undangan pada sahabat dan teman mereka saja yang belum selesai.
Semua teman kerja kedua orang tuanya mereka sudah mereka lakukan tadi pagi dan tadi malam.
"Ok, " balas Max setuju.
Mereka berdua pun langsung pergi ke rumahnya Adisty untuk membagikan kabar bahagia ini, setelah beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai juga di rumah Adisty.
Mereka langsung turun dan mengetuk pintu rumah Adisty, " Permisi, " ucap Max berbarengan dengan Mira.
"Sebentar, " ucap seseorang dari balik pintu rumah itu.
Tak lama kemudian ibunya Adisty membukakan pintu untuk mereka.
"Eh kalian berdua, silahkan masuk, " ibunya Adisty mempersilahkan mereka untuk masuk dan tunggu di ruang tamu.
__ADS_1
Setelah mereka duduk diruang tamu barulah Ibunya Adisty memanggilkan Adisty yang berada di kamarnya.
"Adisty, " teriak ibunya dari lantai bawah, ia malah ke kamar Adisty.
"Apa mah? " tanya Adisty dari kamarnya.
"Sini sayang, ada temanmu tuh di ruang tamu katanya mau ketemu sama kamu, " balas ibunya Adisty.
"Siap? " tanya Adisty.
"Max sama pacarnya, " balas ibunya kembali.
Adisty yang sedang membaringkan tubuhnya di kasur pun langsung turun menuju ruang tamu menghampiri kedua sahabat nya itu.
"Hey, " sapa Adisty yang kini sudah berada di sana.
"Hay juga, " balas Mira.
Adisty langsung duduk di samping Mira.
"Ada apa? tumben kalian ke sini? " tanya Adisty merasa aneh kenapa kedua sahabat nya berada di sini.
"Ya udah kita pulang aja, " timpa Max sambil berdiri.
"Ya ampun cuman nanya juga, " balas Adisty yang hanya nanya pada mereka.
"Iya kita juga bercanda kok, " ucap Mira yang kembali duduk bersama Max di sana.
"Enggak kita cuman mau main aja sama kamu, sekalian mau kasih kamu ini, " Mira langsung memberikan undangan pernikahannya bersama Max pada Adisty.
"Ya ampun udah mau nikah aja lu pada, " balas Adisty sambil melihat undangan pernikahan Mira dan Max yang sangat bagus.
"Ya masa kita mau kek gini terus, kita juga mau kali nikah sama kek si Lily, " ucap Max sambil merangkul Mira.
"Iya deh iya, " balas Adisty sambil tersenyum.
"Ah ternyata kita udah tua yah, " ucap Mira sambil menyenderkan punggung ke senderan sofa.
"Iya udah pada mau nikah aja, " balas Adisty yang setuju dengan ucapan Mira.
"Iya makannya lu harus cepetan nikah, " titah Max sambil menatap Adisty.
__ADS_1
"Iya bentar lagi gue nikah kok lu tenang aja, " balas Adisty yang memang akan cepat menikah juga dengan Kelvin.
"Bagus deh kalau gitu, kalian jadi tunangan hari minggu? " tanya Max.
"Iya jadi, emangnya kenapa? jangan bilang kalau kalian berharap pertunangan gue bakal gagal, " balas Adisty.
"Dih siapa juga yang bilang pertunangan kalian bakalan gagal, kepedean banget si luh jadi orang, " ucap Max yang merasa tak berharap itu terjadi.
"Ya siapa tau aja kan, " balas Adisty.
"Eh kalian tau gak? " tanya Mira.
"Enggak, kan lu belum kasih tau, " balas Adisty seadanya.
"Ya udah deh gue kasih tau sekarang. Raihan juga bakalan tunangan sama Rossy, tapi harinya bertepatan dengan hari pertunangan Adisty, " Mira memberitahu mereka apa yang ia tau.
"Lu tau dari mana? " tanya Adisty.
"Enggak waktu itu aku pernah denger aja pembicaraan mereka, " balas Mira.
"Padahal kan kita juga mau datang yah, kenapa harus barengan sih, " ucap Adisty yang sedih karena tak bisa menghadiri acara pertunangan Raihan, yah walau bagaimana pun Raihan pernah berada dalam hatinya dulu.
"Iya kok gitu sih, " Max juga merasa sedih karena harus memilih antara salah satu dari mereka, tapi pada akhirnya ia tetap akan hadir di acaranya Adisty.
"Katanya juga Raihan udah bilang buat majuin atau memundurkan acara pertunangan itu, tapi keluarga Rossy tetep gak mau katanya, " Ucap Mira kembali.
"Ah gak seru dong, " ujar Adisty yang merasa tak akan seru.
Di tempat lain Kelvin saat ini sudah sampai di apartemen yang dulu ia tempati di sana, namun di sana sudah terdapat seorang wanita yang tengah menunggu Kelvin dengan tatapan mata yang kelihatan wanita itu sangat marah dan kesal padanya.
"Aku sudah bilang jangan datang ke apartemen ini lagi, " ucap Kelvin yang baru masuk dan menutup pintu apartemen itu dengan kasar.
"Hey beraninya kau bicara seperti itu padaku, " ucap wanita itu yang kini berdiri di hadapan Kelvin.
"Aku sudah memutuskan semua hubungan dengan mu, " balas Kelvin sambil pergi dari hadapan wanita itu.
Wanita itu tertawa kecut, " Kamu pikir setelah apa yang kamu lakukan padaku kamu akan dengan mudahnya meninggalkan dan memutuskan semua hubungan kita? " tanya wanita itu sambil kembali berdiri di hadapan Kelvin.
"Ya kau lupakan saja apa yang pernah ku lakukan padamu, gampang kan, " balas Kelvin.
"Hey ini semua sudah tak segampang apa yang kau pikirkan, " ucap wanita itu kembali.
__ADS_1