
"Kau sekarang pergi saja dari hadapanku saat ini, " titah Kelvin sambil meminta Wanita yang berada di hadapannya untuk pergi dari sini.
"Aku tidak akan pergi sebelum kau mengakui anak mu ini, " balas Wanita itu yang kembali duduk di sofa.
"Apa kamu bilang? anak ku? " tanya Kelvin.
"Jangan pernah pura-pura lupa dengan apa yang kau lakukan, " balas wanita itu sambil menekankan setiap ucapannya.
"Tapi-tapi, " ucap Kelvin sambil memegang kepalanya karena frustasi.
"Iya lah aku saat ini sedang mengandung anakmu, apakah ucapan ku selama di telpon itu kurang jelas? " tanya wanita itu yang saat ini kembali berdiri di hadapan Kelvin.
"Lalu sekarang aku harus apa? " tanya balik Kelvin yang tak tau harus berbuat apa.
"Kamu tanya hal itu padaku? " tanya Wanita itu sambil tertawa dengan apa yang Kelvin tanyakan padanya.
"Aku sudah mau menikah dengan Adisty, " balas Kelvin yang sebenarnya wanita itu juga tau kalau Kelvin punya hubungan dengan Adisty.
"Ya sekarang itu keputusan mu, kau mau anakmu atau Adisty? " tanya wanita itu yang bernama Jessica.
"Aku tak tau, " balas Kelvin yang tak tau harus apa. Sebenarnya ia juga tak mau meniggalkan Jessica karena kejadian malam-malam yang selalu ia lakukan bersama dengan Jessica membuat Kelvin jadi jatuh cinta pada Jessica.
Kelvin sebenarnya ingin melepaskan nafsunya pada Adisty, tapi ia tak mungkin melakukan itu pada Adisty. Karena Adisty di kenal sebagai wanita baik-baik dan tak kenal dengan dunia malam seperti itu.
Jadi untuk memuaskan itu semua Kelvin memanggil orang lain yaitu Jessica temannya sendiri di kantor, hari demi hari mereka lakukan hal kotor itu. Niat awalnya Kelvin memang melakukan itu hanya untuk kesenangan birahi nya saja, tapi lama kelamaan ia mulai jatuh cinta dan menyimpan rasa pada Jessica.
Setelah seperti ini ia harus melakukan apa? ia benar-benar tak punya ide apapun akan masalahnya saat ini. Jujur otaknya mendadak bleng dan tak mampu untuk berpikir, kini Jessica dan Kelvin sedang duduk di balkon sambil menatap langit yang sudah mulai malam.
"Kau akan apa sekarang? " tanya Jessica yang masih menunggu jawaban Kelvin atas pertanyaannya.
"Aku masih memikirkan hal itu, aku ingin menikah dengan mu dan membesarkan anak kita. Tapi aku juga tak mungkin meninggalkan Adisty saat ini, " balas Kelvin yang merasa dua-duanya juga penting bagi dirinya.
__ADS_1
"Aku akan selalu menunggu keputusan mu sampai kapan pun, " ucap Jessica sambil memeluk Kelvin.
"Aku mencintai kalian berdua, " gumam Kelvin dalam hatinya, rupanya pria ini mencintai mereka berdua.
Di tempat lain Adisty saat ini sedang bersama dengan ibunya di ruang tamu, mereka sedang membicarakan acara pertunangan mereka.
"Kamu yakin dengan acara pertunangan mu? " tanya ibunya Adisty yang merasa ada yang akan terjadi hari itu.
"Aku yakin sekali mah, akun sangat mencintai Kelvin, " balas Adisty yang amat sangat yakin dengan pertunangannya.
"Bagus deh kalau kamu memang yakin, tapi mamah kok ngerasa akan ada hal buruk yang akan terjadi pada hari itu, " ibunya membicarakan apa yang ada di hatinya.
"Mamah tenang aja semuanya akan berjalan dengan lancar kok, " Adisty menyakinkan ibunya kalau pada hari itu semuanya akan berjalan dengan lancar.
"Ya sudah sekarang udah malam, kamu tidur saha! " ibunya Adisty meminta Adisty untuk segera tidur karena hari sudah mulai malam.
"Ya sudah mah aku tidur dulu yah, " pamit Adisty sambil sebelum pamit ia mengecup kening ibunya terlebih dahulu.
Ibunya Adisty membalas lambaian tangan anaknya lalu ibunya pun juga masuk ke kamarnya, ia akan tidur bersama dengan suaminya.
Tapi entah kenapa walaupun Adisty sudah meyakinkan dirinya bahwa di acara pertunangan Adisty dan Kelvin tak akan ada yang terjadi apapun. Ia masih tetap saja merasa akan ada yang terjadi di acara itu, namun dengan cepat ia menepis semua kemungkinan yang ia pikirkan.
Di kamar Adisty kini tengah menatap fotonya saat bersama dengan Kelvin yang berada di ponselnya, ia tersenyum menatap foto itu.
"Aku sangat mencintai mu, " gumam Adisty.
Namun saat ia menggeser poto itu di sana terdapat poto dirinya yang tengah bersama dengan Raihan di masa lalu, ia tak tau kalau foto itu masih berada di ponselnya padahal dulu ia sudah menghapus semua foto saat bersama dengan Raihan.
"Aku jadi rindu masa itu, " ucap Adisty yang mendadak rindu pada Raihan.
Ingat rindu bukan berarti mau balikan yah, Adisty hanya rindu pada kenangannya bukan sama orangnya. Lagipula rindu sama kenangan dan rindu sama orangnya itu adalah dua hal yang berbeda yah.
__ADS_1
"Ah sudahlah malam ini aku harus tidur lebih awal, " ucap Adisty yang langsung mematikan ponselnya dan menyimpannya di samping dirinya.
Di rumah Lily saat ini Andra sedang tidur sambil memeluk Lily dengan hangat.
"Aku gak nyangka sekarang sahabat kita udah mau nyusul kita aja, " ucap Andra yang masih merasa waktu mereka sekolah itu baru kemarin-kemarin terjadi.
"Aku juga tidak menyangka hal itu, sekarang kita udah tua berarti yah, " balas Lily yang juga setuju dengan ucapan Andra.
"Ya iya lah masa mau mudah mulu, " ujar Andra sambil mencubit hidung Lily gemas.
"Aku masih mengingat dengan baik bagaimana kita dulu di sekolah, semua recehan kalian dan berbagai masalah yang kita lalui bersama, " balas Lily yang rasanya masa sekolah mereka baru saja terjadi.
"Aku jadi rindu masa aku masih di geng motor yah, masa-masa semua orang takut sama aku, " Andra malah mengingat hal itu.
"Hey jangan pernah ingat-ingat masa kamu yang begitu, itu gak baik tau gak. Yang harus kami ingat itu adalah hal-hal baiknya saja, " balas Lily sambil mencubit perut Andra yang saat ini sedang tidak menggunakan pakaian.
"Sakit bambang, " ucap Andra yang kesakitan.
"Makannya jangan mengingat masa itu yah, " balas Lily.
"Iya deh iya, aku sekarang cuman mengingat semua kenangan saat bersama mu, " balas Andra sambil memeluk Lily dengan erat.
"Yang lepasin yang aku gak bisa napas nih, kamu mau bunuh aku? " tanya Lily sambil mencoba melepaskan pelukan Andra.
"Baiklah aku akan melepaskannya, " balas Andra yang akhirnya melepaskan pelukan itu.
Lily langsung duduk sambil menarik nafasnya dalam-dalam, karena kelakuan Andra ia hampir kehilangan nafasnya saat ini.
"Ah kamu mah kayaknya emang mau bunuh aku, " ucap Lily sambil memeluk paha Andra.
"Yang sakit, " balas Andra yang juga ikut duduk di samping Lily.
__ADS_1