
Max, Mira, dan Andra buru-buru ke kamar Adisty saat mendengar kalau Adisty pingsan dan sakit saat ini. Mereka kembali terkejut saat melihat Adisty sedang bersama siapa, mereka langsung menatap ke arah Rossy.
"Adisty kenapa? " tanya Mira sambil menatap Lily.
"Dia pingsan kayaknya kecapean deh, di tambah belum makan, " balas Lily yang berkesimpulan kalau Adisty kecapean.
Mira berjalan ke arah Adisty yang sedang bersama Raihan, " Adisty lu gak papa kan? " tanya Mira.
"Udah tau dia pingsan sama pusing, masih aja ditanya gak papah, " balas Raihan sambil menatap Mira.
"Iya juga sih, ya udah ganti pertanyaan deh, Kamu udah mendingan? " tanya Mira yang menganti pertanyaannya.
"Udah kok, " balas Adisty masih dengan suara yang terdengar lemah.
"Nah kalau itu baru bener, " ucap Raihan yang kembali menatap Adisty.
Max duduk di samping Rossy sambil menatap ke arah Raihan, " Kenalin nama gue Max, sahabatnya Raihan, " ucap Raihan yang memperkenalkan dirinya pada Rossy.
Rossy menatap ke arah Max, " Aku Rossy, " Rossy pun memperkenalkan dirinya pada Max.
"Kamu tau Adisty siapa? " tanya Max.
"Maksudnya siapa apanya? " tanya balik Rossy yang tidak mengerti dengan ucapan Max.
"Iya kamu tau gak peran Adisty di masa lalunya Raihan itu apa? " balas Max yang memperjelas pertanyaannya.
"Emangnya Adisty siapa nya Raihan? " tanya Rossy.
"Kamu beneran gak tau siapa Adisty? " tanya balik Max.
"Enggak, emangnya siapa? " tanya Rossy yang semakin penasaran.
"Kayaknya mending lu gak usah tau deh, " balas Max sambil berdiri dan pergi dari sana.
Rossy menjadi sangatlah penasaran tentang siapakah Adisty ini sebenarnya, Rossy tau kalau Raihan bukanlah pria yang akrab dengan semua wanita. ia hanya dekat dengan orang tertentu saja, seperti orang yang berharga dalam hidupnya.
"Adisty ponselmu bunyi, " Mira memberikan ponsel Adisty yang berbunyi pada Adisty nya sendiri.
__ADS_1
Adisty mengangkat telpon tersebut, " Iya apa? " tanya Adisty masih menggunakan suara lemas nya.
"Kamu kenapa sayang? " tanya orang yang berada di sebrang telpon.
"Aku cuman kecapean doang, " balas Adisty.
"Aku pulang hari ini, nanti malam aku ke sana deh liat kamu, " ucap Kelvin, ternyata yang menelponnya adalah Kelvin.
"gak usah kamu pasti capek, kamu istirahat aja. Di sini ada banyak orang yang jagain aku kok, " balas Adisty yang merasa Kelvin juga perlu istirahat.
"Ya udah gimana nanti malam aja yah, kalau emang aku capek banget aku bakalan istirahat di apartemen Tapi kalau aku masih bisa ke Bogor aku ke sana yah, " ujar Kelvin yang khawatir dengan kondisi Adisty.
"Iya, " balas Adisty.
"Ya sudah aku matiin telponnya yah, jaga diri baik-baik yah, " Kelvin langsung mematikan telponnya.
Adisty menyimpan ponselnya di samping kepalanya, " Aku udah gak papa kok, kalau kalian mau siap-siap lagi gak papa kok. Aku di sini sendiri aja, " Adisty merasa tubuhnya sudah membaik dan tak kenapa-napa.
"Tapi kita masih khawatir sama kamu, " balas Lily yang tak tega meninggalkan Adisty di sini sendirian.
Ada beberapa hal yang perlu ia tanyakan pada Adisty saat ini, yah walaupun ia tak punya banyak harapan Adisty akan menjawab semua pertanyaannya.
"Lu yakin? " tanya Max sambil menatap Rossy.
"Iya gak papa kok beneran deh, " balas Rossy kembali meyakinkan mereka.
"Ya udah kita pergi dulu yah, " pamit Andra sambil menggandeng Lily keluar dari kamar itu.
"Ya udah gue juga pergi aja, " Max pun menarik Mira untuk ikut bersamanya, mereka sadar kalau tugas mereka belum selesai kali ini.
"Kamu yakin mau temenin Adisty? " tanya Raihan yang masih tidak yakin dengan ucapan Rossy.
"Sayang kamu tenang aja aku gak bakalan gigit dia kok, aku kan bukan vampir, " balas Rossy meyakinkan Raihan.
"Baiklah aku titip Adisty sama kamu yah, " ucap Raihan sambil mengelus Rossy dan mengecup Rossy lalu pergi dari sana.
Adisty memejamkan matanya karena rasa pusing itu masih terasa sekali, Rossy duduk di kursi yang tadi Raihan gunakan sambil menatap Adisty yang sedang terbaring.
__ADS_1
"Adisty, " panggil Rossy agak ragu.
Adisty membuka matanya kembali, " Iya apa? " tanya Adisty.
"Kita pernah ketemu kan di Bandara? " tanya Rossy.
"Iya, " balas Adisty singkat.
"Aku boleh tanya satu hal gak sama kamu? " ucap Rossy sambil menatap Adisty dengan penuh harap.
"Tanya aja, kalau aku bisa jawab aku bakalan jawab kok semampu ku, " balas Adisty yang tau Rossy akan bertanya apa padanya.
Adisty duduk dengan bantuan Rossy juga, ia menyenderkan punggungnya di dinding dengan menggunakan bantal agar tak terasa sakit dan keras.
"Kamu siapanya Raihan? " tanya Rossy masih agak ragu.
Adisty tersenyum ternyata ia benar akan hal itu, " Raihan yah? " balas Adisty sambil menatap Rossy.
"Iya, aku liat Raihan peduli banget sama kamu, bahkan sampai cuek sama aku, " ucap Rossy.
"Tapi kamu jangan marah yah, karena aku sama Raihan sudah bukan siapa-siapa lagi saat ini, " balas Adisty yang sebenarnya mau menceritakan ini pada Rossy tapi ia takut Rossy akan marah pada Raihan.
"Aku tau itu, " ucap Rossy yang akhirnya mulai mengerti dengan semua ini.
"Aku adalah mantan nya Raihan, aku pernah berbagi kisah dan cinta bersamanya. Tapi itu dulu yah, sekarang semuanya telah berakhir dan itu karena salahku yang tak mau mendengarkan ucapannya dia, " Akhirnya Adisty menjelaskan apa yang terjadi dulu.
"Tapi kamu tenang aja yah, aku dan Raihan saat ini udah gak punya rasa apapun lagi. Lagian aku sama pacarku juga udah mau tunangan kok, " sambung Adisty meyakinkan Rossy kalau kini semuanya telah berakhir.
"Aku memang tak melihat lagi cinta di matamu saat menatap Raihan, tapi aku mampu melihat cinta dan penyesalan di mata Raihan saat melihatmu, " gumam Rossy dalam hatinya.
"Aku percaya padamu, tapi aku mohon. Tolong jangan terlalu dekat dengan Raihan untukku, " pinta Rossy sambil memohon pada Adisty.
"Aku tau itu, kamu tenang saja setelah reuni ini selesai aku dan Raihan pun akan selesai. Aku tak akan pernah bertemu sesering ini lagi dengannya, " balas Adisty yang kembali meyakinkan Rossy.
"Aku pegang ucapan mu, kamu begitu mencintai pacar mu yang sekarang yah? " tanya Rossy.
"Iya, aku sangat mencintai dia saat ini. Aku tak mau kehilangan dia lagi, dia adalah orang yang paling mengerti aku selama ini, dulu Raihan tak pernah mau mengerti aku dia selalu inginnya di mengerti, makannya aku dulu mengakhiri hubungan ku dengannya. Aku merasa tak cocok bersama dengan Raihan, " jelas Adisty kembali.
__ADS_1