
Saat ini Raihan sedang mencari Adisty hari sudah semakin mendung, seakan-akan hari ini benar-benar bersatu dengan hatinya Adisty. Sepertinya cuaca hari ini dapat merasakan kesedihan yang Adisty rasakan, kehancuran yang Adisty rasakan.
Bahkan saat ini sudah mulai turun hujan yang mulanya kecil sekarang hujannya menjadi semakin besar, membuat Raihan dan yang lainnya semakin khawatir dengan Adisty saat ini.
"Sialan dimana sih kamu? aku mohon jangan lakukan hal yang dapat membahayakan kamu lagi, " pinta Raihan sambil mencari keberadaan Adisty.
Di tempat lain Adisty masih berada di tempat tadi, hujan saat ini sudah membasahi tubuhnya, pakaian sudah basah kuyup membuat tampilannya semakin mengkhawatirkan sekali.
"Hujan, aku tau hanya kamu yang selalu dapat mengerti aku, " ucap Adisty sambil menikmati hujan yang membasahi tubuhnya ini.
Adisty tidur di kursi itu sambil menatap ke langit membiarkan hujan itu semakin membasahi tubuhnya, ia benar-benar tidak peduli pada kesehatannya saat ini. Bahkan mungkin kalau dirinya mati di sana pun ia tak peduli kali ini.
Di tempat lain Max masih belum juga bertemu dengan Adisty, " Ya ampun mana hujan lagi, " ucap Max yang merasa kalau hujan akan semakin menyulitkan dirinya untuk mencari Adisty.
"Adisty dimana sih kamu ini? " tanya Max pada dirinya sendiri.
Kalau malam mereka pasti akan sangat mudah menemukan Adisty, mereka tinggal pergi saja ke klub malam. Adisty di pastikan ada di sana, tapi kalau siang mereka tak tau Adisty akan ada di mana.
Andra, Lily dan Mira pun masih juga belum menemukan Adisty, padahal tadi mereka sudah pergi ke tempat biasanya Adisty pergi kalau sedih dan mau mencurahkan isi hatinya.
Yaitu ke tempat anak jalanan yang suka dulu Adisty beri beberapa pakaian dan juga makanan, tapi di sana Lily dan yang lainnya juga tak menemukan Adisty.
Akhirnya mereka memutuskan untuk mencarinya ke tempat lain saja, " Aduh mana malah hujan lagi, " ucap Mira yang merasa ini akan semakin menyulitkannya.
"Iya, kenapa lagi sih? " setuju Lily akan ucapan Mira.
Di tempat Adisty ia masih tertidur sambil memejamkan makanya, namun tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya membuat gadis itu kembali membuka matanya.
"Ngapain kamu ada di sini? " tanya Adisty yang kini kembali duduk di kursi itu dan menatap orang yang saat ini berada di sampingnya.
"Aku khawatir sama kamu, " balas orang itu.
"Untuk apa kamu khawatir dengan ku, semua orang saat ini sedang tak menghawatirkan ku kok, " balas Adisty sambil tersenyum kecut.
__ADS_1
"Dulu kamu sendiri yang bilang sama aku, kalau misalkan seseorang yang kita cintai pergi meninggalkan kita maka kita tidak boleh mati karena masih banyak orang yang mencintai kita, " ucap orang itu sambil duduk di samping Adisty.
Adisty langsung menatap wajah pria itu, " Aku mengatakan itu karena aku belum merasakannya, sekarang aku tau rasanya kehilangan dan itu sangat menyakitkan, " balas Adisty yang kini ia tau rasanya kehilangan yang sebenarnya.
"Tapi pada akhirnya kau akan terbiasa dengan yang namanya kehilangan, karena pada dasarnya setiap pertemuan pasti akan di akhiri oleh perpisahan, " ucap pria itu.
"Tapi Rey, " ujar Adisty sambil menatap selidik pada Raihan.
Ternyata orang yang dapat menemukan Adisty untuk pertama kalinya adalah Raihan, pria ini memang tau segalanya tentang Adisty.
"Tapi apa? " tanya Raihan. Saat ini di sana masih hujan walaupun hujannya sudah agak kecil tak terlalu besar seperti tadi.
"Ngapain kamu di sini? bukannya ini adalah hari pertunangan mu? " tanya Adisty yang baru sadar akan hal itu.
Sebelum menjawab ucapan Adisty Raihan menatap matanya Adisty sambil menegang tangannya, " Karena pada kenyataannya aku masih belum bisa melupakan semua kenangan tentang kita, " balas Raihan.
"Aku masih belum mengabulkan beberapa permintaan mu di masa lalu, " lanjut Raihan.
Tiba-tiba Max datang dan menghancurkan suasana mereka kali ini yang sepertinya akan kembali saling jujur dengan hatinya.
"Kok elu ada di sini sih? " tanya Max yang saat ini berdiri di hadapan Raihan dan Adisty sambil menunjuk Raihan.
"Emangnya kenapa gak boleh? " tanya balik Raihan sambil menatap Max dengan tatapan kesal, karena pria itu sudah mengacaukan momennya.
"Padahal gak ada yang ngasih tau tentang ini sama elu deh, " ucap Max yang merasa tak ada yang memberi tahu Raihan karena takut mengganggu acaranya Raihan.
"Makannya kalau mau kirim pesan sama orang itu liat baik-baik, bener gak sama orang itunya, " balas Raihan santai.
Max pun langsung melihat ponselnya, akhirnya ia baru tau kalau dirinya salah mengirimkan pesan. Yang awalnya untuk Adisty tapi malah ia kirim pada Raihan.
"Oh iya gue yang salah, " balas Max sambil cengengesan.
"Minggir napa gue juga mau duduk, " sambung Max yang ingin duduk di kursi bersama dengan Raihan dan Adisty.
__ADS_1
"Ngapain sih duduk di sini segala? " tanya Raihan ketus.
"Hey memangnya aku gak capek apa nyariin ni anak, aku juga butuh istirahat, " balas Max tak kalah ketus.
"Udah ah kalian berdua jangan pada ribut, " ucap Adisty yang melerai keributan mereka.
"Oh iya, pertunangan lu gimana? " tanya Max yang baru sadar akan hal itu.
"Ternyata apa yang lu katakan ada benarnya juga, semua yang di paksakan tak akan berakhir dalam kebahagiaan, " balas Raihan tanpa menatap Max.
"Gue udah ngerasain gimana manis dan pahitnya kehidupan, jadi gue udah tau dengan semua itu, " balas Max yang sok bijak.
"Ah gak usah sok bijak dan sok paling berpengalaman deh, " ucap Raihan sambil memukul pundaknya Max.
"Dih emang bener kok, " balas Max yang merasa pernyataannya benar.
"Yang lainnya mana? " tanya Adisty sambil menatap Max.
"Ah yang lainnya nanti aja aku kasih tau, aku lagi mau cuman kita bertiga aja, " balas Max yang tak mau memberitahu yang lain kalau dirinya sudah bersama dengan Adisty.
"Wah temen sama pacar gak tau diri nih orang, " ucap Raihan sambil menatap Max dan menggelengkan kepalanya.
"Ih gue cuman lagi kangen sama masa lalu aja kali ah, " balas Max yang tak berniat apapun sebenarnya.
"Ya tapikan mereka kasian kalau nyariin aku, " ucap Adisty.
"Sejak kapan kamu kasian sama orang, " balas Max sambil menatap Adisty.
"Lu kalau gitu amat, emangnya gue orang yang gak punya hati apa sampai gak punya rasa kasian sama orang, " ucap Adisty.
"Tau lu mah ah, " timpa Raihan yang juga setuju dengan ucapan Adisty.
Saat ini Adisty kembali dirinya merasa berharga dan tak sendirian, apa yang Raihan katakan tadi memang ada benarnya. Kalau kita di tinggalkan okeh orang yang kita sayang, kemana pun dia perginya. Kita harus tetap hidup karena masih banyak juga orang yang menyayangi kita juga.
__ADS_1