Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
Makan Malam Yang Penting


__ADS_3

Hari sudah mulai malam dan pada malam ini seperti nya banyak yang akan mengadakan acara makan malam keluarga rupanya, ini kebetulan yang sangat luar biasa.


Adisty sudah bersiap menggunakan dress berwarna hitam di atas lutut dengan riasan wajah yang tidak terlalu berlebihan, Adisty hanya menggunakan pelembab wajah dan pelembab bibir saja. Itu pun Adisty sudah terlihat sangat cantik, semakin dewasa wajahnya Adisty pun menjadi terlihat agak dewasa.


Nunggu masih terkesan imut dan manis, rambut panjangnya ia biarkan tergerai tanpa ia ikat. Setelah beres kini ia berjalan menuju ruang tamu untuk menemui orang taunya dan berangkat bersama menuju restoran yang telah mereka pesan tadi.


Keluarga Kelvin juga sudah datang dan sedang menuju ke restoran itu juga bersama dengan Kelvin nya.


"Kamu udah siap sayang? " tanya ibunya Adisty sambil merangkul pundak anaknya ini.


"Udah kok mah, yuk kita pergi, " ajak Adisty yang sekarang sudah siap untuk pergi.


"Ok, " balas ayahnya.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil dengan Adisty duduk di bangku belakang sendiri, Adisty saat ini hanya sedang menatap kendaraan yang berlalu-lalang di jalan itu. Adisty tersenyum saat melihat keindahan kota jakarta di malam hari yang di penuhi oleh cahaya lampu di mana-mana.


"Ternyata Jakarta itu indah yah kalau di perhatian, " ujar Adisty.


"Ya iya lah sayang indah, apalagi kalau di Jakarta itu beneran sangat-sangat bersih. Mamah yakin Jakarta akan menjadi pusat wisata yang indah, " balas ibunya yang setuju dengan pendapat anaknya.


"Iya, andai aku punya kekuatan mah, pasti aku akan bersihkan Indonesia agar terbebas dari sampah, " canda Adisty.


"Punya kekuatan segala, ingat Adisty kamu itu udah tua masa iya masih mau punya kekuatan, " balas ayahnya sambil menahan tawa akibat ucapan Adisty yang tak masuk akal itu.


"Yeh pa, aku kan cuman berandai-andai doang, siapa taukan Tuhan mau ngasih aku kekuatan gitu, " ucap Adisty yang juga ikut tertawa.


"Ah sudahlah kamu saat ini sudah mulai gak jelas, " ujar ibunya yang mendengar Adisty sudah tak jelas dan mulai ngawur.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di restoran bintang lima yang sengaja keluarga nya Adisty pesan untuk menemui keluarga Kelvin, restoran ini sangat privasi hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk ke sini, tak sembarangan orang.

__ADS_1


Mereka bertiga pun masuk dan melakukan beberapa pemeriksaan terlebih dahulu, setelah semuanya aman mereka langsung pergi ke meja nomor 17 yang sudah mereka pesan di telpon tadi.


Dan kebetulan sekali keluarga nya Kelvin saat ini sudah sampai di sana, mereka berdiri dan mempersilahkan Adisty dan keluarganya untuk duduk. Jadi sebenarnya ini adalah pertemuan antar kedua sahabat yaitu ayahnya Adisty dan ayahnya Kelvin.


"Kalian sudah datang saja, " ucap ayahnya Adisty sambil menatap kedua orang tuanya Kelvin.


"Saya takut terlambat jadi saya datang lebih awal, saya tau anda kan tidak suka orang yang terlambat, " balas ayahnya Kelvin.


"Ah kamu bisa saja, sekarang kan jadi saya yang terlambat, " ucap ayahnya Adisty sambil tersenyum.


"Oh anda tidak terlambat ini karena kami yang datangnya terlalu cepat, " balas ayahnya Kelvin kembali.


"Ya sudah kita pesan makan terlebih dahulu saja, " usul ibunya Adisty yang sudah mau makan.


"Itu ide bagus, " setuju ibunya Kelvin yang juga ingin segera makan.


Mereka semua pun mulai memesan makanan mereka dan juga minuman dibarengi dengan makanan penutupnya, kini meja makan mereka sudah di penuhi dengan berbagai macam makanan utama, makanan penutup dan ada juga minuman.


"Tenang saja tuan, ini adalah bonus dari bos kami. Katanya ia senang anda bisa makan di sini, " balas pelayanan itu yang membicarakan apa yang terjadi.


"Benarkah? bilang pada bos mu gak usah repot-repot, " ujar Ayahnya Adisty yang merasa tak enak.


"Ya sudah saya permisi dulu, " pelayanan itu kembali ke dapurnya.


Mereka pun akhirnya mulai makan dan sangat menikmati acara malam ini rasanya dunia saat ini hanya milik mereka sangking menikmatinya kebersamaan malam ini.


Di tempat lain Max dan Mira juga sedang makan malam, namun bedanya mereka makan malam bukan di restoran mewah ataupun dimana? tapi mereka melakukan makan malam di rumahnya Mira.


"Nih aku gak tau gimana rasa makanannya, tadi sempat aku cobain sih, menurut yah rasanya lumayan aja, " ucap Mira sambil menyiapkan makanan untuk Max.

__ADS_1


"Gak papa kok gak enak juga, asalkan yang masaknya kamu aku seneng-seneng aja, " balas Max sambil sedikit menggombal.


"Kalau kau gombal jangan sama aku yah, aku sudah kebal dengan gombalan mu itu, " ucap Mira yang sudah kenyang dengan gombalan Max padanya.


"Ih aku gak gombal kok, aku cuman membicarakan kenyataan nya, " balas Max yang berlagak itu bukanlah gombalan.


"Ya sudahlah makan saja, nanti keburu dingin lagi, " Mira menyuruh Max untuk segera makan dan menghabiskan makanan nya nanti keburu dingin soalnya.


Di tempat lain Raihan juga sedang makan malam bersama dengan keluarga Rossy dan juga ibunya, mereka sudah sampai di restoran yang sama mewahnya dengan restoran yang Adisty datangi. Tapi mereka tetap beda restoran kok, Adisty di Jakarta Barat. Sedangkan Raihan di Jakarta Timur.


Raihan dan yang lainnya saat ini sedang makan sambil mengobrol.


"Bagaimana ini bu? apakah hubungan anak saya akan di bawa ke jalan yang lebih serius lagi? " tanya Ibunya Rossy.


"Kalau saya tergantung anak saya bu, saya gak bisa memaksa keinginannya, " balas Ibunya Raihan yang merasa semua keputusan ada di tangannya Raihan.


"Saya setuju kok kalau hubungan saya dan Rossy semakin dekat, " akhirnya Raihan angkat bicara kalau dirinya mau bertunangan dengan Rossy.


Ia mengingat bahwa pada dasarnya Adisty juga akan segera menikah dan tunangan, tapi pertunangan dirinya dan Rossy ingin ia adalah setelah pertunangan Adisty dan Kelvin minggu depan.


"Baiklah kamu maunya kapan pertunangan itu di laksanakan? " tanya Ayahnya Rossy sambil menatap Raihan.


"Saya mau dua minggu dari sekarang, " balas Raihan yang sudah memikirkan itu semua dengan matang.


"Baiklah saya setuju, " ucap ibunya Rossy setuju dengan usul Raihan.


"Akhirnya aku akan bertunangan dengan Raihan, setelah tunangan aku tak akan membuang-buang waktu ku lagi, aku akan langsung menikahinya, " gumam Rossy dalam hatinya.


"Baiklah untuk acara pertunangan kalian biar kami yang urus, " ucap ibunya Rossy yang mau menguras acara pertunangan anaknya dan Raihan.

__ADS_1


"Itu tergantung tante aja, ya kalau tante tak keberatan silahkan saja, " balas Raihan yang malah senang kalau keluarga Rossy yang akan mengurus semua acara pertunangannya.


"Iya biarkan kami yang mengurusnya. "


__ADS_2