
Adisty dan Kelvin sudah sampai di rumahnya Adisty mereka saat ini sudah masuk dan sedang duduk di sofa yang berada di ruang tamu.
"Kamu udah nyampe aja di Indonesia, " ucap ibunya Adisty yang datang dari dapur sambil membawakan minuman dan beberapa makanan ringan.
"Gak usah repot-repot tante, " balas Kelvin yang merasa merepotkan ibunya Adisty.
"Gak papa lah udah biasa tante mah, " ucap Ibunya Adisty yang sudah duduk di sofa dan membereskan makanan dan minuman tersebut.
"Mah, Kelvin tidur di mana malam ini? " tanya Adisty pada ibunya, karena kalau di Indonesia tidak mungkin mereka satu rumah bersama dengan pria yang tidak ada hubungan darah dengan kita.
"Papah kan punya apartemen di deket sini, kamu suruh dia tinggal di sana aja dulu sementara waktu, " balas ibunya Adisty.
"Oh iya, " ucap Adisty.
"Mau makan gak? " tawar Adisty pada Kelvin, ia tau kalau misalkan Kelvin pasti sudah lapar.
"Iya makan di luar yuk, " balas Kelvin yang ternyata memang sudah kelaparan.
"Mah aku sama Kelvin mau makan dulu yah di luar, sekalian mau liat apartemennya, " pamit Adisty pada ibunya sambil berdiri.
"Ya udah kamu hati-hati yah, " balas ibunya sambil berdiri dan mengantarkan mereka ke depan pintu.
Setelah berada di dalam mobil Adisty dan Kelvin pun langsung menuju restoran yang jaraknya agak lumayan jauh dari rumah Adisty, di dalam mobil kerjaan Adisty hanyalah memainkan ponselnya. Bukan sedang berkomunikasi dengan orang lain, melainkan sedang main game.
"Kamu tuh cewek tapi kok suka banget main game, sampai-sampai terkadang aku kamu cuekin, " ucap Kelvin yang melihat Adisty sedang main game.
"Mending aku main game daripada aku mainin perasaan kamu, " balas Adisty sambil tertawa.
"Iya deh iya pokoknya kamu selalu benar, " ucap Kelvin.
Di tempat lain saat ini Mira dan Max sedang menyiapkan acara pernikahan mereka yang akan di adakan beberapa minggu lagi, mereka mengambil kesempatan ini karena Adisty sekarang sudah berada di Indonesia, kapan lagi wanita itu akan berada di Indonesia. Jadi mereka menggunakannya dengan baik.
"Sayang baju pernikahan kamu mau yang kayak gimana? " tanya Max yang saat ini tengah berada di butik.
"Aku masih bingung sayang, " balas Mira yang masih bingung mau memilih yang mana, terlalu banyak yang Mira suka di sana.
"Gimana kalau yang itu aja, " Max menunjukkan sebuah gaun pengantin yang berwarna putih dan gaun itu terlihat sangat indah dan cantik.
"Sebentar, " Mira langsung melihat gaun itu, Mira memperhatikan gaun itu dengan sangat teliti.
__ADS_1
"Gimana mau gak yang itu? " tanya Max menanyakan kembali hal itu.
"Iya kayaknya aku mau yang ini aja deh, soalnya lucu banget, " balas Mira yang akhirnya menyetujui gaun pilihan Max.
"Ya udah mba katanya mau yang itu aja, " Max menunjukkan gaun yang Mira pilih pada seorang penjaga butik ini.
"Baik mas kita akan ukur dulu, takutnya kebesaran atau kekecilan, " balas penjaga butik itu yang meminta Mira untuk mencoba baju tersebut.
Setelah beberapa waktu berlalu akhirnya pengukuran bajunya selesai, baju itu akan di kecilkan karena terlalu besar di tubuhnya Mira.
"Baik nanti bajunya akan diantarkan sehari sebelum pernikahannya, " ucap penjaga butik itu pada Mira dan juga Max.
"Baik kalau begitu kami permisi pulang terlebih dahulu, " pamit Mira.
Mira dan Max pun keluar dari butik tersebut dan berniat untuk makan terlebih dahulu di restoran, karena sedari tadi mereka belum makan. Jadi saat ini mereka tengah mencari restoran yang dekat dari sana, mereka sudah malas menunggu lagi jika mencari restoran yang jauh.
Merekapun masuk ke restoran yang mereka temui jaraknya tak jauh dari butik, namun Max menangkap Adisty tengah bersama seorang pria di sana.
"Yang itu Adisty kan? " Max memastikan penglihatannya pada Mira.
"Iya itu beneran Adisty yang, " balas Mira yang memastikan itu benar Adisty.
"Hey, " sapa Mira sambil menepuk pundaknya Adisty.
Adisty menatap mereka yang datang, " Eh kalian sini duduk, " saut Adisty yang mempersilakan mereka untuk duduk di meja samping.
Mereka pun duduk di samping Adisty dan Kelvin, " Ini pacar kamu itu? " tanya Mira sambil menatap Kelvin.
"Iya, " balas Adisty singkat.
"Kenalin nama ku Kelvin, pacar sekaligus calon suaminya Adisty, " Kelvin memperkenalkan dirinya pada Mira dan Max.
"Aku Mira dan ini pacar aku Max, kita sahabatnya Adisty, " balas Mira yang ikut memperkenalkan dirinya.
"Iya Adisty juga sering cerita tentang kalian, " ucap Kelvin yang membocorkan kalau Adisty selalu membicarakan sahabat-sahabatnya.
"Benarkah? dia selalu bercerita apa tentang kita? " tanya Mira sambil menatap penasaran pada Kelvin.
"Apaan sih yang? jangan di bilangin napa, " ucap Adisty sambil menyenggol Kelvin.
__ADS_1
"Dia malu, " goda Kelvin sambil menatap Adisty.
"Udah ah kamu mau pesan apa? " tanya Max pada Mira.
"Aku mau beef sama teh manis dingin, " balas Mira.
Max pun memesankan makanan yang akan mereka makan, lalu setelah menunggu beberapa menit akhirnya pesanan mereka sudah datang ke meja mereka. Namun Adisty dan Kelvin malah sudah selesai makan dan berniat untuk pamit saja, karena masih banyak hal yang perlu mereka kerjakan.
"Aku pamit pulang duluan yah, soalnya masih banyak yang harus aku kerjakan, " pamit Adisty pada Max dan Mira.
"Ya udah gak papa, " balas Mira.
"Ya udah yah, " Adisty dan Kelvin pun pergi dari restoran tersebut ke apartemen yang ibunya tunjukkan untuk tempat tinggal Kelvin sementara.
Setelah sampai di sana Adisty langsung membaringkan tubuhnya di kasur sambil menatap ke langit-langit.
"Aku capek, " ucap Adisty yang merasa dirinya sangat lelah.
"Capek kenapa? harusnya aku yang capek, aku kan baru pulang, " ujar Kelvin.
"Tapi aku juga capek, " balas Adisty yang langsung duduk dan menatap Kelvin.
"Besok kamu mau ikut gak? " tanya Adisty.
"Ikut kemana? " tanya balik Kelvin.
"Besok ada acara buat merencanakan reuni yang akan di adakan hari minggu depan, " balas Adisty.
"Emangnya aku boleh ikut? itu kan acara reuni sekolah kamu, " tanya Kelvin.
"Boleh lah makannya aku ajak, kalau gak boleh gak bakalan aku ajak tau gak, " balas Adisty.
"Ya udah gimana besok aja deh, kalau aku gak ada kerjaan atau apa-apa, aku ikut, " jawab Kelvin yang saat ini sedang duduk di sofa memandangi Adisty.
"Emangnya udah di Indonesia tetep harus ngerjain kerjaan yah? " Adisty terkadang kesal pada Kelvin yang selalu sibuk dengan pekerjaannya.
"Sayang ini juga semuanya buat kamu kan, buat bekal kita nanti, " balas Kelvin.
"Iya aku juga tau, " terkadang Adisty selalu merasa kesepian ketika Kelvin lebih mementingkan pekerjaannya di banding dirinya.
__ADS_1