Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
Pertemuan Yang Tidak Di Sangka


__ADS_3

Hari sudah kembali berganti dan pada pagi ini Raihan sedang bersiap-siap untuk mencari kerja, Raihan sudah tidak sabar untuk menikah muda dengan Adisty.


Setelah selesai bersiap-siap ia pun langsung berangkat dengan menggunakan mobilnya menuju kantor yang sudah ia susun di daftar bukunya.


Di tempat lain Adisty juga sudah bersiap-siap untuk pergi menuju rumah sakit, Adisty berjalan menuju ibunya yang sedang menonton TV untuk meminta izin.


"Mah aku pergi ke rumah sakit yah, " izin Adisty sambil duduk di samping ibunya dan menatap ibunya.


"Oh iya mamah belum sempet nanya sama kamu, sakit kenapa sih? dan siapa yang sakitnya? temen kamu kan banyak, " tanya ibunya sambil menatap Adisty.


"Iya aku lupa mah belum kasih tau ini, jadi bukannya sakit, Mira kemarin baru selesai di operasi mata dan sekarang aku mau jengukin dia lagi, " jelas Adisty.


"Ya tetep aja sakit, kan abis di operasi pasti tuh sakit jahitan nya, " balas ibunya.


"Iya juga sih, ya udah deh iya dia sakit, " ucap Adisty, " Jadi gimana? di izinin gak? " sambung Adisty.


"Ya udah pergi aja, tapi ingat jangan pulang malam-malam, " Ibunya mengijinkan Adisty untuk pergi tapi jangan pulang terlalu malam dari sana.


"Baik mah, " balas Adisty sambil langsung bersalam dan pergi dari rumahnya.


Hari ini Adisty akan pergi menggunakan motor tercintanya ini, " Halo sayang, udah lama gak naik kamu, " Adisty menyapa motor kesayangannya ini.


Lalu Adisty langsung menaiki motor itu lalu pergi ke arah rumah sakit yang merawat Mira, namun tiba-tiba di depan jalan ada seorang anak geng motor tengah berantem membuat Adisty berniat memutar arah dan mencari jalan lain. Tapi matanya menangkap seorang pria yang dulu pernah hadir dalam kehidupannya, yah walaupun sangat singkat sih.


"Geri, " gumam Adisty sambil menghentikan motornya di pinggir jalan.


Adisty bukannya pergi ia malah menunggu pertengkaran itu selesai dan ia ingin menemui Gerry, ada banyak hal yang ingin ia tanyakan dan bicarakan pada Gerry.


Setelah beberapa waktu kemudian akhirnya mereka selesai sepertinya Gerry dan geng motor Gerry menang terlihat dari raut wajah mereka saat ini, mereka sangat kegirangan.


Adisty berjalan ke arah sana lalu menghampiri Gerry, banyak tatapan aneh dari teman-temannya Gerry, tapi sepertinya Gerry belum menyadari kedatangan Adisty di sana.

__ADS_1


"Wih ada cewek cantik nih, siapa yah? mau kemana neng? " goda seorang pria yang entah siapa namanya.


Saat mendengar temannya bilang seperti itu Gerry langsung melihat siapa wanita yang datang itu, alangkah terkejutnya saat Geri tau kalau itu adalah Adisty. Adisty menghentikan langkah nya di depan Gerry sambil tersenyum.


"Hay, " sapa Adisty sambil mengangkat tangannya.


"Kamu ngapain ada di sini? " tanya Gerry yang benar-benar tidak percaya kalau Adisty berada di sini.


"Aku gak sengaja liat kamu ada di sini, jadi aku nyamperin kamu dulu deh, " balas Adisty sambil tersenyum canggung.


"Siap bro? " ada banyak anak-anak yang baru gabung dengan Gerry sekarang ini jadi ada banyak juga yang tidak tau dengan kejadian waktu itu. Sedangkan mereka yang tau mereka hanya diam dan tidak memperdulikan mereka.


"Kalian pulang duluan aja, " ucap Gerry pada yang lainnya.


"Ok, " balas mereka serentak sambil langsung naik ke motor mereka dan pergi dari sana sebelum ada polisi yang datang.


"Duduk di sana dulu yuk, " ajak Gerry sambil menunjuk tempat duduk yang berada di pinggir jalan.


"Udah lama yah gak ketemu, " ucap Gerry memulai pembicaraan.


"Yah kita gak ketemu setelah kejadian malam itu, " balas Adisty tanpa menatap Gerry.


"Iya, sebenarnya aku benar-benar menyesal atas semua yang telah ku lakukan di malam itu, " ucap Gerry mengungkapkan apa yang terjadi.


"Sekarang tidak ada yang perlu kamu sesali, ini udah terjadi dan bagaimana pun tidak akan pernah kembali, " balas Adisty.


"Sekarang gimana kabar kamu? " tanya Gerry sambil menoleh ke arah Adisty.


Adisty ikut berbalik menatap Gerry, " Semuanya berjalan dengan baik-baik saja, aku juga sebentar lagi mau nikah sama Raihan, " balas Adisty.


"Bagus deh kalau gitu, aku senang dengarnya, " ucap Gerry sambil memalingkan tatapan nya.

__ADS_1


"Terus kenapa sekarang kamu masih suka ribut di jalan? padahal kamu udah gak muda lagi loh. Bukan anak remaja lagi, " tanya Adisty yang masih menatap Gerry.


"Ada banyak hal yang ngebuat aku gak bisa meninggalkan duniaku yang sekarang, " balas Gerry yang merasa ia tak bisa meninggalkan apa yang sudah ia dirikan sendiri.


"Kamu gak perlu ninggalin itu semua, aku cuman berharap kamu meninggalkan perbuatan buruk mu, seperti tawuran, berantem dan masih banyak hal yang mencelakakan kamu, tanpa harus meninggalkan geng motor kamu, " Adisty mencoba menjelaskan apa yang ia maksud.


"Mungkin nanti aku akan coba, " balas Gerry.


"Oh iya kamu udah punya pacar sekarang? " tanya Adisty.


"Kenapa kamu nanyain hal itu? " tanya balik Gerry sambil tertawa.


"Enggak cuman mau tau aja, " balas Adisty.


"Aku belum punya pacar, aku takut pacarku di rebut sahabatku lagi, " ucap Gerry sambil tertawa.


"Apaan sih kamu ini? ya gak mungkin lah, aku berharap kamu punya pacar lagi dan segera menyusul ku, " balas Adisty.


"Ya udah ah aku mau ke rumah sakit dulu, nanti kan waktu kita ketemu lagi aja. Aku minta nomor telpon kamu yah biar gampang kalau mau hubungin kamu, " lanjut Adisty.


Setelah memberikan nomor telpon Adisty kembali melanjutkan perjalannya menuju rumah sakit, sedangkan Gerry saat ini kembali bersama dengan teman-temannya. Ada berbagai hal yang saat ini ia pikirkan karena ucapan Adisty tadi, ia senang akhirnya bisa kembali bertemu dengan Adisty.


Tidak bisa di pungkiri dulu Gerry juga sempat ada rasa pada Adisty, yah walupun dulu ia tidak sempat mengatakannya pada Adisty, keburu kejadian itu terjadi dan membuat mereka los kontak dengan Adisty.


Dulu juga Adisty yang pernah membuat Gerry koma tapi Gerry tau itu Adisty lakukan demi melindungi Raihan orang yang Adisty sayang.


Di tempat lain akhirnya Raihan berhasil lulus tes pertama dan akan segera melakukan tes kedua yang akan di lakukan besok siang. Saat ini Raihan sedang berada di kantin kantor bersama dengan seorang teman yang juga ikut membantu dirinya di sini.


"Aku seneng deh kalau kamu bisa keterima di sini, " ucap wanita temannya Raihan sambil membayangkan Raihan bekerja di sini.


"Iya, " balas Raihan singkat, pria ini memang akan sangat cuek jika bersama dengan wanita lain, walaupun wanita itu temannya bahkan sahabatnya. Raihan hanya akan bersikap manja dan cerewet hanya pada Adisty, hanya Adisty seorang.

__ADS_1


Entahlah ada apa dengan Adisty yang selalu membuat orang nyaman jika di dekatnya, selalu membuat orang lain dapat bersikap sesuai dengan dirinya sendiri tidak ada yang perlu bersiap seperti orang lain jika berhadapan dengan Adisty.


__ADS_2