
Dua minggu berlalu, kini Raihan sudah selesai melakukan UN nya dan mereka dinyatakan lulus semua, namun masih ada yang membuat Raihan khawatir. Akhir-akhir ini Adisty berubah, ia tidak lagi seperti biasa nya, bahkan kali ini Adisty selalu bersama Max.
Oh iya, hari pernikahan Lily di undur menjadi minggu depan karena Andra memutuskan untuk melakukan UN terlebih dahulu, terlebih lagi itu di suruh oleh keluarga Andra, dan pihak keluarga Lily pun menyetujui hal itu.
Reihan tengah berada di kantin bersama Dilla, ia sedari tadi mencari keadaan Adisty namun ia tidak menemukan gadisnya itu, kemarin-kemarin mungkin Raihan sedang sibuk jadi ia tidak bicara apapun pada Adisty tentang perubahan yang Raihan rasakan.
Namun rupanya Raihan memutuskan untuk membicarakan itu hari ini, menurut nya Adisty sudah sangat kelewatan sekarang ini, Max memang temannya namun bukan berarti harus terus bersama, apalagi mereka baru berteman sebentar.
"Woy lu bengong aja, " Dilla memukul pundak Raihan, ia merasa sedari tadi Raihan terus saja melamun.
Sementara Raihan hanya menatap Dilla dengan tatapan datar, ia sama sekali tidak kaget dengan Dilla. Sebenarnya Adisty sedari tadi berada di sana, ia pikir menatap Raihan dari kejauhan lebih baik daripada tidak sama sekali.
"Adisty, ke taman yuk ada yang mau gue bicarakan, " ucap Max yang berada di meja adisty, ia juga sama menemani Adisty, ia tidak mau tiba-tiba Adisty pingsan, atau apalah itu.
Adisty menatap ke arah Max lalu berdiri, dan berjalan mengikuti Max dari belakang, kini mereka sudah sampai di sebuah taman yang berada di belakang sekolah.
"lu yakin mau melanjutkan semua ini? gue kasian sama lu, " Ucap Max rupanya ia sudah khawatir dengan keadaan Adisty, ia tau kalau Adisty butuh seseorang saat ini, dan seseorang itu adalah Raihan.
"Gue yakin, gue udah pikirin kok apa yang akan terjadi ke depannya, lu tenang aja, " Adisty menyakinkan Max sekali lagi.
"Gue percaya, " Max memeluk Adisty, hanya untuk membuat Adisty sedikit lebih tenang, dan yakin kalau ia tidak sendirian. Namun saat Max memeluk Adisty Raihan berada di sana, ia bersama dengan Dilla sahabat nya.
"Gue gak nyangka pacar lu selingkuh sama sahabat lu, apalagi sahabat deket lu, " Dilla mengompori Raihan.
Awalnya Raihan mencoba berpikir positif namun rupanya otaknya tak bisa lagi menerima ini, sudah sering Raihan memaklumi Adisty dan Max, namun saat ini tidak lagi, apalagi jika di hubungkan dengan Adisty yang berubah akhir-akhir ini.
Reihan berjalan menghampiri mereka, dan Dilla mengikuti Raihan dari belakang, ada rasa senang di hari Dilla saat ini, apalagi kalau sampai Raihan benar-benar memutuskan Adisty.
__ADS_1
"Oh jadi ini yang buat kamu berubah! " sinis Raihan yang sudah berada di depan mereka.
Max langsung melepas pelukan nya, lalu Adisty berdiri di depan Raihan, sungguh ia tidak tau harus bicara apa kali ini, hatinya menjerit dan ingin sekali memeluk Raihan, ia sudah kangen dengan pelukan dan wangi tubuh Raihan. Sudah hampir dua minggu ia menjaga jarak dengan Raihan, namun jujur bagi Adisty itu bukanlah waktu yang sedikit, ia sangat menderita selama dua minggu itu.
"Oh jadi selama ini kamu hindari aku karena dia? bagus. Gue udah percaya banget sama lu selama ini, " Ucap Reihan sambil bertepuk tangan dan tersenyum kecut.
Saat Max akan menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya, Adisty melarangnya ia menatap ke arah Max sambil menggeleng.
Lalu kini Adisty kembali berbalik ke arah Raihan, " Lalu apa bedanya sama kamu? kamu juga sama selama ini sama dia terus, " balas Adisty sambil melipat tangannya di dada.
"Oh jadi Sekarang ngebalikin ni ceritanya?" ucap Raihan yang juga tak mau kalah, mereka berdua saling melayangkan tatapan sinis.
"Ya emang kenyataan gitu kan?" ujar Adisty.
"Mau lu apa sekarang? " Tanya Raihan yang sudah naik pita.
Sebenarnya Adisty masih ingin bersama dengan Raihan namun ia sudah tidak kuat menahan air matanya, saat ia berbalik langsung lah air matanya mengalir, sesekali ia juga menghapus nya.
Reihan menatap kepergian mereka dengan kesal, ia langsung duduk di kursi bekas mereka duduk sambil menunduk dan memegang kepalanya. Dilla ikut duduk di samping Raihan sambil merangkul Raihan mencoba menenangkan.
"Sabar yah," ucap Dilla.
"Segampang itu dia bilang break, emang hubungan aku sama dia seenggak serius itu yah? " Reihan tidak habis pikir kenapa Adisty bicara seperti itu dengan sangat mudahnya, bukannya seharusnya ia yang marah bukan malah Adisty.
"Udahlah wanita itu banyak, gak usah mikirin dia, " ucap Dilla ia merasa senang kalau sahabat nya ini putus dengan pacarnya.
"Lu sama aja yah, gak ngerti gue, wanita emang banyak tapi yang sama kayak dia itu gak ada, " Kesal Reihan, saat ini ia bukannya sedang ingin di beri motifasi atau pendapat, ia hanya butuh di dengarkan.
__ADS_1
Reihan pergi dari sana menuju kelasnya, namun rupanya Dilla masih saja terus mengejar Raihan sampai ke depan kelas Raihan. Sementara itu di sisi lain Adisty tengah berada di dekat kamar mandi bersama Max, Adisty sedang berusaha keras menahan air matanya.
"Udah lah Di, jangan terlalu di pikirin nanti kondisi lu makin buruk lo, " khawatir Max, ia takut kalau kondisi Adisty akan semakin memburuk jika terus memikirkan banyak hal.
"Gue mau ke UKS tolong bilang gue sakit yah sama temen satu kelas, " balas Adisty.
"Ya udah gue ke kelas dulu yah, bentar lagi kayaknya udah mah masuk deh, " Max pun berpamitan untuk pergi ke kelas nya.
Sementara itu kini Adisty tengah berjalan menuju UKS sedangkan tempat UKS itu jalannya melewati kelas Raihan, saat Adisty lewat rupanya Raihan melihatnya.
Awalnya ia sok tak peduli pada Adisty, namun ia merasa Adisty sangat pucat walau bagaimana pun ia masih cinta dengan Adisty, jadi ia memutuskan untuk mengikuti Adisty diam-diam. Rupanya Adisty pergi ke ruang UKS, Reihan masih berada di balik pintu depan UKS sementara Adisty sudah masuk.
"Ngapain sih gue masih peduli sama tu anak?" gumam Raihan yang menyadari kenapa ia harus peduli lagi dengan Adisty.
Namun tiba-tiba saat Raihan akan kembali ke kelasnya ia mendengar teriakan seseorang dari dalam UKS membuat ia refleks masuk, ia khawatir Adisty kenapa-napa.
Saat masuk Raihan langsung memperlihatkan wajah khawatir nya namun ia sangat malu saat, rupanya di dalam Adisty tidak apa-apa namun sedang naik ke atas kasus yang berada di sana.
"Ngapain lu?" tanya Raihan saat melihat Adisty di atas kasur dengan raut wajah yang sangat ketakutan.
"Ah ada kecoa, " balas Adisty panik.
Reihan pun tertawa geli, "Ama kecoa aja takut dasar cewek. "
"Ah tolong!" Pinta Adisty sambil memohon pada Raihan yang masih tertawa di depan pintu.
"Gak mau kitakan lagi break, " balas Raihan kecut sambil memasukan tangannya nya ke saku celana, lalu ia menyenderkan tubuhnha ke tembok sambil melihat Adisty yang tengah ketakutan karena ada kecoa.
__ADS_1