Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
Pulang Dari Rumah Sakit


__ADS_3

Adisty saat ini sedang makan dan Raihan juga ikut makan dengan Adisty, sepertinya setelah hujan-hujanan mereka merasa lapar.


"Kek yang gak makan beberapa hari aja kalian, " ledek Max saat melihat Adisty dan Raihan makan.


Padahal tadi Adisty di suruh makan-makanan rumah sakit ia tak mau, tapi sekarang ia malah makan dengan lahapnya.


Tiba-tiba seorang dokter masuk ke ruangan itu dan kembali memeriksa tubuhnya Adisty.


"Pasien hari ini sudah bisa pulang kok, " ucap dokter itu yang baru saja mengecek kondisi Adisty.


"Beneran dokter? " tanya Adisty sambil menatap dokter tampan itu.


"Ya beneran lah masa iya dokter bohong, " timpa Max yang menganggap pertanyaan Adisty itu sangat bodoh.


"Oh iya, " balas Adisty sambil cengengesan.


Kini sang dokter kembali keluar dari ruangan Adisty, sedangkan Adisty saat ini sedang bersiap-siap untuk pulang. Mereka juga menghubungi orang tua Adisty kalau Adisty hari ini akan pulang ke rumah.


Setelah selesai beres-beres kini Adisty dan yang lainnya langsung masuk ke mobil, Adisty masuk ke mobil Raihan sedangkan Mira masuk ke mobilnya Max.


Tapi saat Raihan akan memajukan mobilnya ia melihat ponselnya yang sedari tadi di tinggalkan di mobil tengah berdering, memperlihatkan nama ayahnya Rossy tengah menelponnya.


"Angkat aja, siapa tau itu penting, " titah Adisty yang tau Raihan tak mau mengangkatnya karena tak enak pada dirinya.


"Ya udah aku angkat telpon dulu, " balas Raihan yang akhirnya mengangkat telpon dari ayahnya Rossy.


"Maaf Om ada apa? " tanya Raihan.


"Kamu ini bagaimana sih? anak saya sekarang menderita karena kamu, dia tak mau keluar dari kamarnya hanya karena ulah mu hari ini, " tegas ayahnya Rossy yang langsung memarahi Raihan.


"Tapi ibu saya sudah bilang kan kenapa saya melakukan ini? " balas Raihan.

__ADS_1


"Saya tidak mau tau, kamu datang ke rumah saya saat ini dan tenangkan Rossy, buat dia mengerti dengan keinginan kamu, " titah ayahnya Rossy sambil langsung menutup sambungan telponnya secara sepihak.


Raihan menyimpan kembali ponselnya lalu menatap Adisty.


"Ada apa? " tanya Adisty.


"Ayahnya Rossy minta aku ke rumah dia, dia minta aku tenangkan Rossy yang saat ini sedang marah karena pertunangannya batal, " balas Raihan.


"Ya udah kita ke rumah dia dulu, " Adisty juga ingin menenangkan dan bicara banyak hal pada Rossy.


"Kamu yakin? " tanya Raihan menyakinkan ajakan Adisty.


"Kenapa enggak, " balas Adisty.


"Ya udah, " sebelum pergi ia menelpon Max terlebih dahulu, ia membicarakan apa yang akan mereka lakukan sekarang.


Dan rupanya Max pun ingin ikut ke rumahnya Rossy, mau tak mau sebenarnya gagalnya pertunangan Raihan dan Rossy karena kesalahannya mengirimkan pesan dirinya.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di rumahnya Rossy, Raihan dan yang lainnya langsung masuk ke rumah itu dan pergi ke kamar Rossy untuk mencoba membuat Rossy sedikit lebih mengerti dengan situasi yang sedang terjadi saat ini.


"Biar saya coba, " balas Raihan yang saat ini menggenggam tangannya Adisty, Raihan berjalan menuju pintu kamar Rossy.


"Rossy, " panggil Raihan.


Di dalam Rossy sudah tau siapa yang memanggilnya saat ini.


"Mau apa kau ke sini? bukannya semuanya udah berakhir yah? " tanya Rossy dengan suara seraknya.


"Aku cuman mau menyampaikan apa yang seharusnya ku sampaikan dari dulu, " balas Raihan sambil mengetuk pintu kamar itu.


"Rossy, aku tau kamu pasti sedih, tapi yang sedih di sini pasti bukan hanya kamu, " timpa Adisty yang juga mencoba membuat Rossy mengerti.

__ADS_1


"Oh jadi kamu ajak perempuan itu juga? " tanya Rossy sambil tertawa menertawakan Adisty dan Raihan.


"Ya udah deh kalau kamu gak mau buka pintunya aku bicara di sini aja, " ucap Raihan yang tak memperdulikan pertanyaan Rossy akan kehadiran Adisty di sini.


"Rossy kamu selama ini selalu bertanya padaku apakah aku sudah melupakan Adisty, dan jawaban ku selalu sudah. Sebenarnya itu adalah jawaban paling tak masuk akal yang ku berikan padamu, aku masih mencintainya dan sampai kapan pun akan tetap seperti itu, aku mau bertunangan dan menikah denganmu hanya karena kamu adalah pelampiasan dari itu semua, " jelas Raihan.


"Dulu aku sempat berharap kalau aku memang akan bisa benar-benar lupa pada Adisty, tapi nyatanya hari itu tak pernah datang. Aku tau apa yang aku lakukan salah, tapi aku mau minta maaf padamu. Akhirnya aku sadar apa yang di paksakan tak akan semua berujung pada kebahagiaan, aku hanya tidak mau kamu semakin terluka, " sambung Raihan.


"Sudahlah aku tak mau mendengar omong kosong darimu, " balas Rossy yang tak mau mendengarkan penjelasan Raihan.


"Aku baru kali ini denger si Raihan ngomong panjang banget, dia ngapalin kalimat sepanjang itu gimana yah? " bisik Max pada Mira yang baru kali ini mendengar Raihan berbicara panjang.


"Ih kamu ini malah bercanda deh, " balas Mira.


"Aku gak bercanda, emang kenyataan gitu kok, dulu ni yah dia kalau bicara paling beberapa kata doang, " ucap Max.


Adisty menatap Raihan dan memberi isyarat kalau biarkan dirinya yang bicara pada Rossy.


"Rossy aku tau aku gak pantas bicara sama kamu, tapi apa yang kamu rasakan saat ini sama dengan apa yang aku rasakan. Kita berdua sama-sama di tinggal oleh pasangan kita, " ucap Adisty.


Rossy mendadak terdiam, sebenarnya apa yang di ucapkan Adisty ada benarnya juga, Adisty saat ini pun sedang sedih.


Akhirnya Rossy mau membuka pintu dengan syarat hanya Adisty yang di perbolehkan masuk, kayaknya hanya Adisty yang saat ini bisa mengerti dirinya.


Adisty pun masuk dan berjalan mengikuti Rossy menuju kasurnya, tadi Rossy kembali menutup pintu kamarnya bahkan sampai menguncinya.


Adisty duduk bersama Rossy dengan saling berhadapan di kasur. Sedangkan itu di luar mereka sedang menunggu Adisty dan Rossy, sebenarnya mereka penasaran dengan apa yang akan Rossy dan Adisty bicarakan di dalam.


"Kok malam si Adisty yang di suruh masuk sih? " tanya Max sambil menatap Mira.


"Yah mungkin kalau bicaranya dari wanita ke wanita akan lebih masuk, " balas Mira.

__ADS_1


Mereka saat ini masih berdiam di depan pintu kamar Rossy, mereka tak mau pergi dari sana, walaupun tadi mereka juga sudah di persilakan untuk tunggunya di ruang tamu saja, tapi mereka malah menolaknya. Mereka tetap ingin menunggu Adisty di sana takutnya Rossy berbuat macam-macan pada Adisty.


Di dalam Rossy sudah mulai bicara pada Adisty tentang apa yang ia rasakan saat ini. Betapa hancurnya hatinya saat ini.


__ADS_2