Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
Kebahagiaan Terletak Pada Ia Yang Selalu Bersyukur


__ADS_3

Sementara itu saat ini Max dan Mira masih memperlihatkan keromantisan mereka berdua maklum pengantin baru. Mira sedang membangunkan Max yang masih tertidur di kasur, Mira baru selesai mandi dan keramas.


"Sayang bangun yuk, udah siang nih, " ucap Mira sambil menggoyangkan tubuhnya Max perlahan.


"Sebentar lagi aja, " balas Max yang malah menutup wajahnya menggunakan bantal.


"Yang bangun ih, " Mira menarik Max agar Max duduk dan membuka matanya.


"Aku masih males buka mata, " balas Max yang tak mau bangun.


"Sayang kita sarapan bareng, " ucap Mira yang masih berusaha keras membangunkan Max.


Max pun duduk namun matanya tetap tak mau ia bukan, membuat Mira kesal.


"Ya udah ah aku mau sarapan sendiri aja, nanti kalau ibuku nanya kamu kemana aku bilang aja mati, " balas Mira yang sudah tak tahan lagi.


"Iya aku bangun, " setelah mendengar ucapan Mira Max pun langsung membuka matanya lalu pergi ke kamar mandi.


Sedangkan Mira kini sudah berada di meja makan sendirian, kedua orang tuanya sudah sarapan lebih dulu tadi pagi sekali.


"Mah kalian udah sarapan? " tanya Mira pada ibunya yang sedang mencuci piring di dapur.


"Udah, sekarang giliran kalian yang sarapan, " balas ibunya tanpa menatap Mira.


"Ya udah, " ucap Mira sambil menyiapkan roti tawar untuk Max, ia juga menyiapkan kopi.


Beberapa menit berlalu Max pun datang dan langsung duduk di samping Mira, " Morning sayang, " sapa Max sambil mengecup keningnya Mira.


"Pagi juga, " balas Mira sambil menyimpan roti tawar yang sudah ia beri coklat di dalamnya.


"Hari ini mau pergi gak? " tanya Max dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.


"Pergi ke mana? " tanya balik Mira yang juga sedang makan.


"Ke mana aja, " balas Max yang hanya ingin pergi namun tak tau mau pergi kemana.


"Tau ah gimana nanti aja, " ucap Mira.

__ADS_1


"Kok gitu sih? " tanya Max sambil menatap Mira.


"Gitu gimana? " tanya balik Mira sambil membalas tatapan Max.


"Iya kenapa harus di jawab nanti sekarang aja napa susahnya sih? " balas Max yang ingin Mira menjawab ajakannya sekarang juga.


"Kalau aku gak mau gimana? " tanya Mira.


"Ih kamu mah, " balas Max manja.


"Iya deh hari ini kita pergi, tapikan setiap hari juga kita suka pergi. Masa sekarang juga kita pergi lagi sih? " ucap Mira.


"Iya juga sih, ya udah deh perginya nanti aja hari ini kita habiskan waktu untuk bersama aja, " balas Max yang akhirnya memilih untuk tidak pergi.


"Nah gitu dong, " ujar Mira sambil tersenyum.


Beberapa menit berlalu akhirnya mereka berdua selesai sarapan, kini mereka sedang berada di ruang keluarga. Mereka tengah menonton televisi berdua, dengan banyak cemilan di depan mereka.


"Kamu makan mulu nanti gendut loh, " ucap Mira sambil memegang perutnya Max yang saat ini sudah buncit sedikit.


"Makannya jangan makan mulu kalau males olahraga, " ujar Mira.


"Iya deh iya, " Max menyimpan piring cemilan yang sedari tadi ia pegang ke meja yang berada di depannya.


"Eh tapi sayang kalau menurut aku yah, kamu lebih lucu kalau kamu gendut. Jadi terusin ajalah makannya, " Mira merasa kalau Max gendut itu lebih lucu.


"Kayak apa dong kalau aku gendut? " tanya Max yang kembali mengambil cemilannya.


"Ke gorila, " ledek Mira sambil tertawa.


Max menatap sinis pada Mira, " Apa kamu bilang? " tanya Max sambil menggelitik Mira, Mira pun kini semakin menjadi-jadi tertawanya.


"Aduh udah dong, " pinta Mira pada Max untuk berhenti menggelitik nya karena ia sudah mulai lelah.


Max pun berhenti dan Mira kini kembali duduk setelah tadi ia tidur karena Max menggelitiknya. Mira saat ini menyeimbangkan nafasnya kembali, karena tadi ia capek.


"Aku capek, " ucap Mira dengan suara yang terengah-engah.

__ADS_1


"Udah ah, " Max kembali mengambil piring makanannya yang tadi sempat ia simpan.


Di tempat lain saat ini Raihan dan Adisty sedang berada di sebuah tempat anak-anak jalanan, mereka berdua kam sudah janji kalau mereka akan ke sana lagi untuk bertemu dengan anak-anak itu tapi hanya mereka berdua.


Dan kali ini mereka akan mengabulkan permintaan mereka, yaitu datang ke sana dengan hanya Adisty dan Raihan saja yang ke sana. Mungkin kedekatan Adisty dan Raihan itu juga karena doa dari mereka.


"Sayang makanannya udah siap semua kan? " tanya Adisty pada Raihan, mereka masih berada dalam perjalanan. Tadi sebelum berangkat Raihan mengantarkan ibunya pulang terlebih dahulu.


"Kayaknya udah cukup deh, " balas Raihan yang merasa nasi kotaknya sudah cukup untuk anak-anak jalanan itu.


"Ya sudah, " ucap Adisty.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di tempat itu, rupanya orang yang mengurus anak-anak itu saat ini sedang sakit. Adisty dan Raihan sudah berada di dalam rumah itu dan melihat keadaan wanita itu.


"Kita ke rumah sakit aja yuk, " ajak Adisty yang khawatir dengan keadaan wanita itu.


"Saya gak papa kok, ini cuman demam biasa, " balas wanita itu yang merasa dirinya memang tak apa-apa.


"Gitu yah, " ucap Adisty.


"Ya udah, anak-anak pada kemana yang lainnya? " tanya Raihan yang merasa anak-anak itu tak utuh.


"Kak Della lagi ngamen kak, " balas salah satu anak yang berada di sana.


"Ngamen? " tanya Adisty tak percaya.


"Iyakan kita kalau siang suka gantian ngamen atau kalau gak cari barang bekas, dan hari ini giliran kan Della sama kak Yuda yang itu, " jelas yang lainnya.


"Oh gitu yah, " Adisty pun mengangguk dan mengerti.


"Ya udah nih makanan buat kalian, uang yang di dapetin Della sama Yuda untuk kalian makan malam saja, " ucap Raihan sambil membagikan kotak nasi yang tadi ia beli.


Merekapun sekarang makan bersama, Adisty dan Raihan juga ikut makan bersama dengan mereka, tawa kecil yang anak-anak berikan untuk Adisty dan Raihan itu sangat berarti baginya. Ternyata membuat orang bahagia itu mudah, hanya dengan berkumpul bersama tanpa membicarakan keluh kesal hidup.


Hidup hanya sementara dan kita tak boleh menyia-nyiakan kehidupan, dengan hidup dengan rasa sedih, rasa bersalah dan rasa ingin menyerah. Masalah memang akan selalu datang tapi kita juga harus ingat, masalah sebesar apapun yang kita hadapi saat ini, kita masih punya Tuhan yang lebih besar dari masalah kita.


Hiduplah dengan rasa bersyukur, karena hanya itulah yang akan membawa hidup kita bahagia dan merasa tercukupi. Kebahagiaan bukan terletak pada tempat dimana kita tinggal, melainkan kebahagiaan selalu bersama orang yang bersyukur.

__ADS_1


__ADS_2