Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
46,Terbongkar Sudah


__ADS_3

Ini adalah hari di mana rapat membahas reuni kelas Max, Adisty sudah siap dengan pakaian nya, ia kini sudah berada di mobil Max.


"Lu udah minum obat belum? " tanya Max sambil menatap selidik ke arah Adisty.


"Iya nanti aku makan, " balas Adisty sambil memutar bola matanya malas.


"Awas jangan sampai gak kamu makan, " tegas Max.


Kini Max mulai memajukan mobilnya, pergi ke sebuah kafe yang akan jadi tempat pertemuan mereka, Lily juga akan ada di sana.


beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di Restoran itu, Max dan Adisty turun dari mobil dan berjalan masuk berdampingan.


Adisty menggenggam tangan Max saat mereka masuk, Mereka celingukan mencari di mana letak teman-temannya.


"Tuh mereka, " Adisty menuju meja tempat teman-teman Max berada.


Mereka pun langsung berjalan ke arah sana, "Hay, " sapa Max sambil duduk di samping Andra, sedangkan Adisty duduk di samping Max dan juga Raihan.


Reihan hanya menatapnya sekilas sebelum akhirnya ia kembali menghadap ke arah lain. Selama rapat itu berlangsung Adisty dan Reihan hanya saling curi-curi pandang, mereka ingin sekali saling bertanya namun saling gugup dan ragu-ragu.


Hingga satu jam lebih berlalu akhirnya Rapat itu telah selesai. "Adisty gue kangen sama lu, udah lama kita gak ketemu, " ucap Lily sambil memeluk Adisty, sudah hampir satu tahun mereka tidak bertemu.


"Anak lu mana? " tanya Adisty saat heran Lily tidak membawa anaknya.


"Aku keguguran, " balas Lily sambil menundukkan badannya.


"Yang sabar yah, " Adisty mengelus pundak Lily.


"Li aku sama Max mau pulang dulu yah, nanti lain kali aku akan main ke rumah mu, oh iya kamu mau ikut acara reuni ini? " tanya Adisty sebelum pergi.


"Kayaknya sih mau, " balas Lily yang juga berjalan keluar dari restoran itu.


"Kalau lu? " tanya balik Lily.

__ADS_1


"Gak tau gimana entar aja, " Balas Adisty.


akhirnya mereka pun berpisah di sana, Adisty dan Max masuk ke mobilnya namun tiba-tiba Adisty merasakan seluruh tubuhnya sakit hidupnya kembali mengeluarkan darah membuat Max panik setengah mati.


"Adisty pasti lu gak minum obatnya? " tanya Max khawatir dan juga kesal, kenapa adisty selalu tidak pernah mau meminum obatnya.


"Gak usah marahin gue gitu dong, pokoknya cepetan bawa gue ke rumah pulang, " titah Adisty yang sudah tidak tahan dengan rasa sakitnya.


"Gak ada yang namanya pulang ke rumah, kita ke rumah sakit, " Max langsung menancap gas nya dan pergi ke rumah sakit.


Sementara itu kini Raihan tengah berada di perjalanan pulang, namun matanya melirik seorang perempuan yang seperti nya ia kenal.


Perempuan itu tengah memilih sebuket bungan di toko bunga yang berada di pinggir jalan, ada satu lah yang ingin Reihan tanyakan pada gadis itu, ia akhirnya meminggirkan mobilnya lalu menghampiri wanita itu.


"Permisi kamu mira kan? " tanya Reihan sedikit ragu, rupanya Mira juga di sana sedang bersama ibunya.


"Iya, kamu Raihan kan, aku masih kenal dengan suara itu, " balas Mira sambil tersenyum ke arah sumber suara.


"Iya aku Raihan, aku mau bicara sama kamu boleh gak? "


Ibunya pun mengizinkan anaknya itu bersama Raihan. Lalu kini Mira kembali ke Raihan dan Raihan memegang tangannya mengantarkan Mira untuk duduk di kursi jalan.


"Mau bicara apa kamu sama aku? " tanya Mira.


"Kamu masih berhubungan sama Max? " tanya Reihan dengan sangat hati-hati takut menyinggung perasaan nya.


"Masih, sebenarnya aku di larang untuk membicarakan ini semuanya pada kamu, namun aku rasa ini akan lebih sangat menderita jika tak ada yang berani bilang sama kamu, " balas Mira dengan nada bicara yang sangat serius.


"Membicarakan apa memangnya? " tanya Reihan semakin penasaran.


"Aku tau kau pasti sedang benci saat ini dengan Adisty, benarkan? memang sih semua juga akan benci jika sekarang ada di posisi mu, " balas Mira berbelit-belit membuat Raihan kini semakin kebingungan.


"Tapi ketika lu tau apa yang sebenarnya terjadi, aku yakin kamu akan kembali sayang sama Adisty, kamu pernah berpikir gak, kalau mereka gak mungkin melakukan ini, kamu harusnya berpikir seperti itu sih, karena kamu taukan Max adalah orang yang selalu ada di sampingmu ketika apapun yang terjadi, jadi mana mungkin ia melakukan ini, " Mira lagi-lagi membuat Reihan semakin kebingungan.

__ADS_1


"Kau bisa jelaskan langsung apa yang sebenarnya terjadi kan? aku sering berpikir kalau mereka tidak akan tega melakukan itu, tapi aku lihat akhir-akhir ini mereka malah semakin dekat, " Balas Reihan.


"Sebenarnya Adisty melakukan ini karena ia sayang sama kamu, karena ia gak mau ketika suatu saat Tuhan mengambil nyawanya kamu akan sedih, jadi ia memutuskan untuk membuatmu benci padanya. "


"Memangnya Adisty kenapa? sampai ia berpikir kekanak-kanakan seperti itu semua orang pasti akan mati kan? " Reihan benar-benar tidak habis pikir jika memang itu alasan yang Adisty gunakan.


"Adisty sakit Rei, satu tahun yang lalu ia di vonis terkena kanker darah, dan sekarang kondisi nya semakin menghawatirkan sekali, ia selalu menangis karena hanya ingin memeluk mu namun tidak bisa, ia selalu menangis karena sudah tidak tahan rindu padamu, " Jelas Mira.


Reihan membulatkan matanya sambil membuka mulutnya tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Mira, "Yang benar saja, Adisty tidak akan mungkin. "


"Rey, jangan nangis di depan Adisty yah, karena kalau dia tau kamu nangis ia akan semakin banyak pikiran, aku minta jaga dia! dia sangat menyayangi kamu, " Pinta Mira.


"Terus Adisty sekarang di mana? " tanya Reihan panik.


"Aku tidak tau, mungkin di rumahnya atau di rumah sakit," balas Mira.


"Terus satu tahun ini dia kemana? "


"Dia ada di sini, dia menjalankan kemoterapi, dokter melarangnya untuk sekolah terlebih dahulu, jadi untuk menghindari segala pertanyaan jadi Adisty meminta ibunya dan juga Max untuk bilang pada pihak sekolah jangan bilang ini semua bilang saja Adisty pindah, " Jelas Mira.


"Dasar bodoh, memangnya aku tidak menderita selama ini, dia itu sangat bodoh, bodoh, aku akan sangat menderita ketika aku tau ini semua setelah seperti ini, apalagi sampai kau tidak ada, aku akan menyesal seumur hidup ku, " ucap Reihan sambil mengacak-acak rambutnya.


"Max dan aku juga sering membujuknya untuk bicarakan ini semua padamu karena kita khawatir dengan kondisi nya, yang bukannya membaik malah semakin memburuk, "


"Ya sudah aku akan mengantar mu pulang, setelah itu aku akan pergi mencari Adisty, "


Sementara itu di rumah sakit Adisty harus di rawat Karena dokter bilang kondisi nya saat ini sangat buruk, selama satu tahun ini ia sudah sering masuk rumah sakit.


"Dok, kenapa harus di rawat lagi, aku kan mau pulang, lagian kalau aku di sini juga gak akan memperbesar kemungkinan hidupku, " balas Adisty kesal, ia kesal kenapa harus masuk rumah sakit lagi.


"Jangan bicara ngawur, " ucap Max yang berada di sampingnya.


"Orang tuamu juga akan datang ke sini, tadi aku sudah menelponnya, " lanjut Max.

__ADS_1


"ah kalian sama saja, aku benci sama kalian, " kesal Adisty sambil membelakangi mereka berdua.


__ADS_2