Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
Kesan Pertama Di Villa


__ADS_3

Di perjalanan menuju villa rasanya Adisty merasa kembali canggung saat bersama dengan Raihan, ia juga tak tau kenapa ia bisa seperti itu. Padahal tadi pagi ia masih merasa biasa saja saat bertemu dengan Raihan ataupun bercanda dengannya.


"Bajumu ada di kursi belakang, " ucap Raihan.


"Ok nanti aku ambil, " balas Adisty datar.


"Rossy gak ikut? " tanya Adisty.


"Enggak, katanya sih mau ke sana tapi nanti malam kalau gak malam palingan besok pagi dia ke sini, " balas Raihan tanpa menatap Adisty.


"Oh aku pikir dia mau bareng sama kita, " Adisty awalnya berpikir kalau Rossy akan berangkat bareng.


"Dia capek kayaknya soalnya baru pulang dari luar negeri, " balas Raihan.


"Oh, " ucap Adisty sambil menganggukkan kepalanya.


Di mobil lain Mira dan Max malah sedang bermesraan, menghitung tanggal pernikahan mereka kan sebentar lagi. Jadi wajarlah kalau mereka saat ini sedang senang-senangnya, rupanya pengorbanan mereka selama ini pada akhirnya akan membuahkan hasil.


"Aku mau minum yang, ambilin botol minuman dong di belakang! " titah Max pada Mira. Karena ia susah untuk mengambil nya jadi ia meminta Mira untuk mengambilkan minumnya.


"Bentar, " balas Mira sambil mengambil botol minum Max di belakang.


Setelah selesai mengambilnya Mira langsung membukakan tutup botol itu dan langsung ia berikan pada Max, " Nih, " ucap Mira.


Max langsung meminum air yang berada di dalam botol minumnya sampai setengah setelah itu ia kembali memberikan botol tersebut pada Mira.


Mira kembali menutup botol minuman itu dan menyimpannya di tempat penyimpanan barang yang berada di pinggir dirinya.


"Sayang Adisty sama Raihan tuh, kayaknya Rossy nya gak ikut deh, " ucap Mira.


"Iya untung banget mereka berdua, pacar mereka gak bisa ikut. Jadi mereka berdua bisa berduaan terus, " balas Max.

__ADS_1


"Iya, aku masih bisa tatapan penuh cinta dari keduanya, " ujar Mira yang masih melihat tatapan penuh cinta dari masing-masing nya.


"Iya dulu kenapa yah mereka sampai udahan gitu aja, " balas Max, rupanya Adisty tak bercerita banyak pada siapapun tentang alasan kenapa dirinya harus memutuskan Raihan dan pergi ke Amerika.


"Adisty cuman cerita dikit yah sama kita, " Mira juga tau kalau misalkan Adisty tak terlalu banyak bercerita.


Apalagi Raihan, ia bicara saja tidak pada mereka. Bagaimana pria itu mau bicarakan, setelah kepergian Adisty Raihan menjadi pribadi yang kembali tertutup yah walaupun tak seburuk dulu.


Tapi kali ini bahkan Raihan sudah jarang bercerita banyak hal pada Max ataupun Andra, padahal dulu Raihan selalu bercerita tentang masalahnya pada mereka berdua.


Kali ini Raihan pun ikut tertutup pada Max dan Andra. Tapi kali ini mungkin karena Raihan sudah dewasa dirinya lebih terlihat tidak terlalu dingin pada orang lain, ia masih bisa bersikap layaknya manusia. Ya emangnya Raihan itu apa sampai harus di sebut seperti itu, tapi ya sudahlah.


Beberapa menit kemudian akhirnya perjalan panjang mereka sampai juga, villa ini memiliki halaman yang cukup luas jadi mereka yang membawa mobil bisa memarkirkan nya di sana. Sebenarnya yang bawa mobil tak banyak, mereka lebih memilih nebeng pada yang lainnya.


"Wah sayang lihat villanya bagus banget, " ucap Lily pada Liana sambil menghadap kan Liana pada arah villa itu.


"Kamu doakan yah sayang supaya papah dan mamah bisa beli villa sebesar ini, " ucap Andra pada Liana yang berharap mendapatkan villa sebagus ini.


"Ke Adisty yuk, " ajak Andra sambil menunjuk Adisty dan Raihan yang baru turun dari mobil Raihan.


Mereka berdua pun berjalan mendekati Raihan dan Adisty, di susul oleh Max dan Mira yang kini juga tengah berjalan menghampiri Adisty.


"Gila besar banget, " kagum Max saat telah berada di samping Adisty dan yang lainnya.


"Gak usah norak deh, " balas Adisty sambil menertawakan Max.


"Serius ih, ini besar banget. Aku kayaknya mau deh kalau di kasih satu aja villa yang berada di sana, " goda Max siapa tau saja Adisty akan memberikan villa ini padanya.


"Jangan berharap deh, kalau Adisty mau ngasih villa pasti sama gue dulu. Kan gue sahabat dia dari dulu dari sebelum Adisty mengenal kalian semua, " Lily tak mau kalah. Siapa sih yang tak mau di beri villa itu.


"Hey kalian berdua gak usah ribut percuma, mau sampai kalian menumpahkan darah di sini pun aku gak bakalan kasih villa ini sama kalian, emangnya bikin ni villa pakai daun apa? sampai dengan mudahnya gue kasih sama orang lain, " balas Adisty yang melerai keributan Lily dan Max.

__ADS_1


"Udah ah masuk yuk, " Raihan mengajak mereka untuk masuk dan melihat isi villanya.


Adisty dan Raihan juga membawa barang-barang yang akan di gunakan untuk dekorasi, di bantu juga oleh Yang lainnya. Karena kan bahan-bahan untuk dekorasi tidak sedikit.


Mereka juga sudah menyewa panggung yang akan di pasang nanti malam di sini. Raihan dan Adisty juga akan memulai dekorasinya besok saja, karena kan panggungnya belum sampai. Malam ini mereka semua akan beristirahat terlebih dahulu di sini, belum ada kegiatan.


"Kita satu kamar aja di sana, " Adisty menunjuk sebuah kamar yang berada di paling pojok kanan atas.


"Boleh, Lily untuk kali ini kamu tidur sama kita, jangan sama Andra, " ucap Mira sambil menatap Lily.


"Iya aku tidur sama kalian kok, lagian kalau sama Andra mana mungkin cukup kamarnya, Andra bakalan tidur sama mereka kan? " tanya Lily sambil menunjuk Max dan Raihan.


"Iya, Andra bakalan tidur sama mereka, kalian tidur nya di samping kamar kita aja, " usul Adisty sambil menatap ketiga pria itu dengan bergantian.


"Baiklah, " balas Raihan yang langsung nyelonong masuk mendahului yang lainnya.


"Kebiasaan deh tuh anak, kita ke kamar dulu yah mau beres-beres, " pamit Max sambil sebelum pergi Max mengecup keningnya Mira terlebih dahulu.


"Ah gak usah mesra-mesraan di depan gue bisa kan? kalian gak menghargai sekali sih, " ucap Adisty sinis saat melihat Max mengecup kening Mira.


"Ngiri bilang bos, " ledek Andra yang juga mengecup keningnya Lily lalu berjalan menuju kamarnya menyusul Max.


"Ah kurang ajar kalian semua, " balas Adisty yang langsung masuk ke kamarnya meniggalkan Mira dan Lily yang tengah tertawa melihat Adisty yang kesal.


"Marahnya si Adisty masih mirip banget sama si Raihan, " ucap Lily sambil terus tertawa.


"Iya kek kembaran, kayaknya mereka berdua adalah kembaran yang terpisah, " balas Mira.


"Kek judul film FTV tuh, " ucap Lily yang kembali meledek Adisty.


"Ya udah masuk yuk, nanti tuh anak makin marah sama kita, " Mira mengajak Lily untuk masuk dan mengikuti Adisty ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2