Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
Kehidupan Andra mulai berubah


__ADS_3

Pernikahan Adisty akan di lakukan dua bulan mendatang, Raihan masih ingin mencari pekerjaan yang benar dan tetap agar bisa membiayai dirinya dan Adisty di lain waktu.


Adisty sedang bersantai di rumahnya, ia sedang menonton acara televisi bersama dengan ibunya dan memakan cemilan yang sengaja ibunya Adisty sediakan untuk Adisty.


"Hari ini kamu gak ada acara sama Raihan? " tanya ibunya.


"Gak deh kayaknya, lagian aku lagi males ke mana-mana, " balas Adisty terlihat sedikit acuh.


"Raihan hari ini cari kerja yah katanya? " tanya ibunya kembali.


"Iya, bilangnya sih kayak gitu, " balas Adisty yang sibuk memakan cemilan tersebut.


Tiba-tiba Adisty mendapatkan telpon dari Max, wanita itu langsung mengangkatnya dan berniat pergi dari sana.


"Mah, aku angkat telpon dulu yah, " ucap Adisty sambil berjalan meninggalkan ibunya.


Adisty naik ke kamarnya, " Apaan sih? ganggu aja, " tanya Adisty.


Kini Adisty sudah berada di kamar dan sudah membaringkan tubuhnya di kasur king size yang berwarna biru langit, kemarin ia baru mengganti tempat tidur nya itu dengan yang baru.


"Aku cuman mau kasih tau sama kamu kalau sekarang Mira lagi mau di operasi matanya, ya sebenarnya gak sekarang sih, agak nanti dikit, " jawab Max.


"Benarkah? kamu tidak bohong kan padaku? " tanya Adisty tidak menyangka bahkan ia sampai kembali duduk dan memeluk bantal.


"Memangnya kalau aku bohong sama kamu aku bakal untung apa? yang ada rugi tau gak, " balas Max.


"Iya juga sih, tapi kan siapa tau, " ucap Adisty.


"Udah ah, gue cuman mau kasih tau itu aja. Lagian gue lagi nungguin dia di sini, " balas Max.


"Gue ke sana ah, biar nanti yang di lihat pertama oleh Mira dalah gue. Tetangga paling cantik, imut, baik dan masih banyak hal lagi yang perlu pacar lu tau tentang gue, " Adisty berniat pergi ke rumah sakit untuk menemui Mira dan juga Max.

__ADS_1


"Emangnya lu siapa? " tanya Max agak sinis.


"Gue kan udah bilang, kalau gue ini tetangganya. Makannya kalau lu punya telinga itu pakai jangan malah lu jual sama gajah, kalau lu gak punya uang lu bilang aja sama gue jangan jual telinga lu yah, " balas Adisty ketus.


"Apaan sih bawa-bawa gajah, lu mah kadang-kadang baik kadang-kadang kasar. Tadi aja panggilnya aku kamu, sekarang lu gue, " ucap Max.


"Eh bambang siapa yang mulai bicara aku kamu? " tanya Adisty yang merasa kalau Max lah yang mulai.


"Enak aja luh lupain gitu aja, mau lu di sebut kacang lupa kulitnya? " Balas Max.


"Tau ah pusing gue bicara sama lu mah, pokoknya sekarang gue ke sana sama Lily atau sama Raihan. Kalau mereka gak sibuk sih, " ucap Adisty yang sudah malas berdebat dengan Max yang tak pernah mau mengalah.


Setelah memutuskan telpon dari Max Adisty langsung menelpon Raihan kekasih tercintanya. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Raihan mengangkat telpon dari Adisty.


"Kemana aja sih? kenapa baru di angkat? " tanya Adisty sedikit kesal, tidak biasanya Raihan akan lama mengangkat telpon.


"Eh aku barusan abis dari kamar mandi, abis berak. Kamu mau denger aku berak di telpon? sampai-sampai saat berak pun harus angkat telpon dari kamu? " tanya Raihan bercanda, tapi untuk soal ia berak itu memang benar.


"Kenapa? kamu sakit? kamu sakit apa? " tanya Raihan yang langsung panik, mengingat riwayat penyakit Adisty kan sangat parah.


"Bukan aku yang sakit, tapi aku mau liat Mira yang katanya mau operasi mata. Aku mau jadi orang pertama yang akan dia lihat, " balas Adisty.


"Dih emangnya kamu siapanya dia? sampai-sampai mau kamu duluan yang pertama di liat Mira, " tanya Raihan terdengar Raihan juga tertawa mendengar pernyataan Adisty.


"Aku adalah tetangganya dia yang baik hati, imut, lucu dan selalu membuatnya tersenyum bahagia, " balas Adisty dengan tingkat keyakinan yang amat luar biasa.


"Ah kamu mah banyak tanya, mau ikut atau enggak? tapi kamu harus ikut yah, " tanya Adisty, sebenarnya itu bukan pertanyaan melainkan permintaan.


"Iya aku ikut ke sana, nanti aku ke rumah kamu yah, " balas Raihan yang tak mau membuat gadisnya ini sedih karena dirinya.


Sementara itu di rumahnya Lily ia malah sedang bertengkar dengan Andra selama ini Andra menjadi pria yang kasar pada Lily. Entahlah ada apa dengan Andra yang saat ini, Lily sudah mulai kehabisan kesabarannya menghadapi sikap Andra yang sekarang.

__ADS_1


"Mau kamu tuh apa sih? " tanya Lily yang saat ini sedang duduk di lantai karena tadi Andra mendorongnya.


"Kamu tanya mau aku apa? harusnya kamu tau mau aku apa, " balas Andra sambil menunjuk wajahnya Lily dan menatap Lily dengan tatapan kemarahan.


"Selama ini apapun yang aku lakukan di matamu pasti salah, aku gak ngerti kamu ini sekarang kenapa. Padahal kamu dulu sudah berjanji pada keluarga dan temanku kalau kau akan menjaga dan membahagiakan ku, " ucap Lily sambil menangis.


"Jangan menangis di hadapanku, aku benci orang lemah seperti mu, " balas Angga sambil meninggalkan Lily di sana.


Setelah kepergian anak pertama mereka Angga menjadi sangat berubah, tapi Andra juga terkadang bersikap manis pada Lily, Lily tidak pernah mau bercerita hal ini pada siapapun termasuk pada keluarga atau temannya sendiri.


Lily hanya tak mau membuat mereka sedih dan terlalu mengkhawatirkan dirinya, ia juga tidak mau kalau di minta berpisah dengan Andra, jika sampai ia bilang kalau Andra terkadang bersikap buruk padanya.


Lily sudah sangat mencintai Andra untuk saat ini, ia masih belum siap kehilangan Andra. Selama Andra masih tak membuatnya terancam ia tidak akan bicara apapun pada siapapun.


Tiba-tiba ponselnya Lily berbunyi dan saat di lihat ponsel itu menampakkan nama Adisty di layarnya. Sebelum mengangkat telpon, Lily terlebih dahulu menghapus air matanya menggunakan punggung tangan, ia juga mencoba menetralkan suara seraknya.


"Ada apa yah? " tanya Lily.


"Kamu mau ikut gak? aku sama Raihan mau ke rumah sakit, katanya hari ini Mira mau operasi mata, " balas Adisty.


"Maaf yah bukan kenapa-napa, cuman aku lagi gak bisa ke mana-mana hari ini. Masih banyak tugas yang harus aku kerjakan, " tolok Lily, ia tidak mau Andra semakin marah padanya.


"Yah kok gitu sih? padahal aku berharap kamu ikut loh, " Adisty merasa sedih saat tau Lily tak akan ikut ke sana.


"Ya udah kalau gitu aku matiin lagi telponnya, " sambung Adisty.


"Ya, " balas Lily singkat dan langsung mematikan telpon tersebut dan terduduk di lantai kembali sambil menangis sesenggukan.


Sementara itu Adisty merasakan ada hal yang aneh pada Lily, " Biasanya kan Lily tidak pernah ketinggalan kalau mau ke mana-mana. Lalu kenapa saat ini ia menolak nya dengan mudah? " gumam Adisty.


"Kenapa dan ada apa? " tanya Lily pada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2