
Bel sekolah telah berbunyi sekitar 2 menit yang lalu, Adisty dan Lily mereka kini tengah menuju parkiran namun saat tinggal beberapa langkah lagi menuju parkiran tas yang di pakai Adisty di tarik oleh seseorang.
"Apaan sih? " kesal Adisty sambil melepas tangan yang menarik tas nya.
"Lu gak boleh pulang sekarang, " balas Raihan, yah yang menarik tasnya adalah Raihan.
"Gak mau, gue mau pulang," kekeh Adisty.
"Lu harus belajar, ikut gue kita belajar di cafe," balas Raihan, sambil memegang tangan Adisty dan membawanya pergi.
"Ouh iya, lu pulang duluan aja, " sambung Raihan pada Lily.
Sementara Adisty sangat kesal bahkan kini dalam hatinya Adisty tengah mengucapkan sumpah serapah nya.
"Bentar dulu dong, " tegas Adisty yang menghentikan langkahnya.
"Apa lagi? " kesal Raihan sambil menatap jengkel Adisty.
"Gue mau nelpon supir gue dulu, " ketus Adisty, lalu ia menghubungi supir pribadi nya agar tidak usah menjemputnya.
Setelah selesai Adisty langsung naik ke motornya Raihan dengan suasana hati yang kacau.
"Pegangan!" ucap Raihan.
"Modus lu, bilang aja mau di peluk ama gue, " balas Adisty ketus.
"Ya udah kalau lu gak mau gue mah gak maksa, asalkan kalau mati gak usah nyalahin," balas Raihan.
Sementara Adisty hanya tersenyum kecut, saat Raihan memajukan motornya secara langsung dengan kecepatan tinggi, membuat Adisty kaget dan refleks memeluk Raihan.
"Ey lu cari mati ini mah, " teriak Adisty sembari memeluk erat Raihan.
"Gue lagi buru-buru, " balas Raihan.
Tak perlu waktu lama, Adisty dan Raihan kini sudah sampai di cafe flora.
Adisty turun dengan kasar dari motor Raihan ia juga memberikan helm nya secara kasar pada Raihan.
Setelah itu Adisty langsung saja masuk tanpa bicara lagi pada Raihan, Raihan yang melihat Adisty masuk Raihan langsung berjalan mengikuti Adisty dan duduk di depan kursi Adisty.
Raihan memesankan minuman untuk Adisty, sementara wajah Adisty masih sangat kesal.
Raihan mengeluarkan buku-buku tebal dari tasnya yang ia taruh di meja.
__ADS_1
"Kita mula belajarnya, " ucap Raihan, sementara Adisty hanya menatapnya malas.
Raihan langsung mulai menjelaskan materi dan juga rumus karena saat ini mereka tengah belajar matematika.
"Ahhhh gue pusing, " kesal Adisty sambil mengacak-acak rambutnya.
"Makannya belajarnya yang bener, " datar Raihan.
"Ah pulang yuk gue ngantuk, " mohon Adisty, Adisty saat ini sudah sangat mengantuk bahkan ia juga sudah menguap sedari tadi.
"Gak bisa, lu harus jawab dulu pertanyaan nya, " Raihan memberikan Adisty soal matematika.
Adisty hanya menatap pertanyaan-pertanyaan yang hanya akan membuatnya gila.
"Gue gak bisa," sinis Adisty sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.
"Tadi kan udah gue jelasin, makannya kalau gue lagi ngejelasin materi itu dengerin, " kesal Raihan.
"Ya itu terserah lu sih, kalau lu mau pulang berarti selesain, " lanjut Raihan.
Adisty menatapnya jengkel, sebelum matanya kembali melihat rumus matematika lalu ia mulai mengerjakan nya.
Namun seperti nya Adisty terlalu bodoh mengerjakan soal itu sampai-sampai ia sudah menghabiskan beberapa lembar buku yang Raihan robek karena jawabannya salah.
Setelah beberapa menit berlalu Raihan merasa ada hal yang aneh, pasalnya Adisty tidak bersuara sama sekali, membuat Raihan menghentikan membacanya dan melihat ke arah Adisty.
Ternyata Adisty tertidur, senyum kecil melengkung di bibir Raihan, Raihan menutup buku yang tadi ia baca lalu memandangi Adisty dengan sangat teliti.
"Kalau di lihat-lihat cantik juga yah, " gumam Raihan sambil terus menatap Adisty, bahkan Raihan mendekatkan wajahnya pada Adisty hanya ingin melihat wajah Adisty dari dekat.
"Ahh apaan sih? Kenapa gue ngomong gitu lagi? Pokoknya gue tarik lagi kata-kata yang tadi, di gak cantik sama sekali, " gumam Raihan sambil menepuk keningnya.
Namun hati kecilnya tak bisa di bohongi Adisty memang cantik di matanya.
"Woy malah tidur lagi luh, " Raihan memukul meja tepat di depan Adisty tidur.
"Eh ayam-ayam, " latah Adisty sambil menampilkan wajah kagetnya.
Sementara Raihan tertawa geli melihat wajah Adisty yang amat sangat lucu itu.
"Eh gila lu yah? kaget gue, " sinis Adisty sambil menatap Raihan kesal.
"Ya elu abisnya gue suruh ngerjain soal malah tidur, " balas Raihan santai.
__ADS_1
"Ah gue ngantuk, udah sore pulang yuk, besok lagi ajalah, " pinta Adisty.
"Ok kita pulang sekarang, tapi besok di sekolah jam istirahat harus ikut gue ke kantin, buat belajar lagi, " ucap Raihan.
"Iya-iya-iya, bawel amat si luh jadi kakak kelas," kesal Adisty yang langsung memberes kan bukunya.
Adisty sudah menaiki motor Raihan, karena Raihan akan mengantar Adisty pulang, sampailah mereka di depan rumah Adisty.
"Makasih udah mau nganterin aku pulang, " ucap Adisty yang langsung masuk ke rumah nya.
Raihan kini menyalakan motornya dan pergi dari depan rumah Adisty, setelah beberapa menit sampailah ia di rumah sakit.
Raihan turun dari motor nya dan berjalan memasuki rumah sakit, saat ia sudah sampai di depan pintu yang ia tuju ia menghentikan langkahnya terlebih dahulu, ia menatap kosong pada pintu di depannya.
"Setelah sekian lama, rasa ini ternyata masih tetap sama, aku masih mampu merasakan gemetar ketika sudah berada di dekatnya, " gumamnya sebelum akhirnya masuk ke dalam ruangan itu.
Setelah beberapa menit Raihan kembali ke luar dan berjalan menuju parkiran untuk pulang.
Sementara itu di tempat lain Adisty tengah duduk sambil menatap ke langit, ia tengah berada di balkon kamarnya.
"Hidup gue gini amat yah? " gumamnya dengan mata yang tetap melihat ke arah langit, yang sudah mulai berganti dengan malam.
T**ok tok tok.
Suara ketukan pintu kamarnya, Adisty langsung menoleh ke arah pintu kamar.
"Siapa? " teriak Adisty sambil berjalan mendekat ke arah pintu.
"Ini bibi non, " ucap pembantu.
"Ada apa? " Adisty membukakan pintu itu dan menatap ke arah pembantunya.
"Tadi bibi dapat telpon dari nyonya katanya dia gak akan pulang, " jawab pembantu itu.
"Ok, " singkat Adisty yang langsung menutup pintunya.
Ia berjalan menuju kasurnya, ia langsung mengambil ponselnya dan menelpon Lily.
"Lily lu nginep di sini yah, gue sendiri di rumah, nanti malam kita main, " ucap Adisty pada Lily yang berada di sebrang telponnya.
"Ok nanti gue ke rumah lu yah, jangan lupa sediain makanan yang banyak yah, " ucap Lily.
"Iya, bangke, " balas Adisty yang langsung mematikan telponnya, dan melemparkan ponselnya ke kasurnya.
__ADS_1
Ia membaringkan tubuhnya di kasur, rasanya ia sangat lelah dengan pikirannya saat ini, ia merasa pikirannya saat ini butuh istirahat, ia lelah memikirkan berbagai hal yang pada dasarnya tidak penting untuk ia pikirkan.