
Raihan membawa Adisty ke belakang rumah Mira kebetulan di sana tempat nya agak sepi, jadi ia bebas bicara segalanya pada Adisty. Sepertinya Raihan tak bisa mengunggu waktu lebih lama lagi, ini sudah saatnya dirinya bicara pada Adisty.
"Ada apa sih? kenapa kamu bawa aku ke tempat ini? " tanya Adisty yang heran kenapa Raihan membawanya ke tempat sepi, padahal acara pernikahan Max dan Mira belum selesai.
"Aku cuman mau bilang beberapa hal sama kamu, " balas Raihan sambil memegang kedua tangannya Adisty.
"Kamu kenapa sih? " tanya Adisty yang tak mengerti dengan apa yang Raihan akan katakan.
"Adisty aku tau ini terlalu cepat untuk aku kembali memintamu mejadi bagian terpenting dalam hidupmu, " balas Raihan yang sudah mulai puitis.
Adisty terdiam dan mulai mendengarkan perkataan Raihan kali ini.
"Ada terlalu banyak hal yang ingin ku sampaikan padamu, sampai aku bingung harus mulainya dari mana? aku bukan seorang penyair kata-kata, jadi aku gak bisa ungkapin apa yang ku rasakan dengan sebuah kata-kata manis dan indah, " lanjut Raihan sambil menatap matanya Adisty.
Adisty ikut membalas tatapannya Raihan, Adisty melihat begitu banyak cinta yang Raihan pancarkan padanya.
"Adisty aku mau kita kembali seperti dulu, mengikat sebuah hubungan kita. Aku ingin menjadi pengganti ia yang saat ini hilang, " ucap Raihan lagi.
Adisty tersenyum lalu memegang pipi Raihan, " Aku tau apa yang kamu inginkan, tapi kalau boleh jujur aku masih punya hati pada Kelvin. Yah walaupun otakku selalu meminta hatiku untuk tak lagi memikirkannya tapi hatiku selalu tertuju pada Kelvin, " balas Adisty mengutarakan apa yang memang ia rasakan.
"Tapi aku yakin seiring berjalannya waktu, aku akan kembali mencintai mu dan melupakan pria itu, karena sampai saat ini aku pun sudah mulai tak mau kehilangan mu, " lanjut Adisty.
"Aku akan berusaha melupakan dia dari pikiran dan hatimu, aku akan membuatmu tak akan ingin kehilangan ku lebih dalam. Cinta ku padamu akan merubah segalanya, " balas Raihan sambil memeluk Adisty.
"Aku berjanji padamu, sekarang aku akan mengabulkan apa yang dulu pernah kau minta padamu, " lanjut Raihan.
"Aku pun akan meneruskan apa yang memang seharusnya aku teruskan sejak dulu, " balas Adisty sambil membalas pelukan Raihan.
"Aku tau itu, " Raihan melepaskan pelukannya, lalu setelah itu ia mengeluarkan sebuah kotak cincin dari saku jasnya.
"Itu apa? " tanya Adisty sambil melihat kotak yang Raihan keluarkan.
__ADS_1
Raihan membuka kotak itu lalu memenangkan cincin pada jari manisnya Adisty, Adisty pun tersenyum bahagia. Kini giliran Adisty yang memasangkan cincin pada Raihan.
"Aku gak nyangka kamu ternyata masih nyimpen cincin ini, " ucap Adisty tak percaya kalau Raihan masih menyimpan cincin pertunangan mereka sambil terus menatap cincin itu.
"Karena aku yakin kalau kamu akan kembali aku dapatkan, " balas Raihan sambil tersenyum dan menaik turunkan kedua alisnya.
"Yah memang keyakinan mu itu terjadi saat ini, sudah ah kita kembali lagi ke sana yuk, mereka pasti sudah mencari kita, " Adisty mengajak Raihan untuk kembali ke acara pernikahan Mira dan Max.
Terlebih lagi mereka belum mengucapkan selamat pada pengantin baru itu, ada banyak hal yang ingin Adisty katakan pada Mira apalagi pada Max. Pria yang dulu selalu mengerti kan dirinya, lebih mengerti dari pada Raihan.
"Ya udah, " Raihan pun setuju dengan ajakan Adisty, kini mereka kembali ke halaman depan sambil bergandengan tangan.
"Lagi gak ada orang tuh, " ucap Raihan saat melihat Max dan Mira sedang terduduk. Sepertinya yang mengucapkan selamat pada mereka sudah kosong dan itu tinggal giliran mereka berdua.
Mereka langsung berjalan menuju ke tempat itu sambil bergandengan tangan.
"Sayang kamu liat deh tangannya mereka berdua, " ucap Lily pada Andra sambil menunjuk Adisty dan Raihan yang kali ini sedang berjalan ke arah pengantin.
"Ih bukan itu, kamu liat gak ada yang berkilau gitu di tangannya, " balas Lily yang melihat ada cincin yang terpasang di tangan mereka. Padahal tadi Lily liat Adisty tidak menggunakan cincin ataupun gelang.
"Jangan-jangan, " Andra sudah punya pikiran kalau mereka memang sudah balikan.
"Aku tau apa yang berada di pikiran kamu saat ini, aku juga merasa memang mereka melakukan itu, " balas Lily yang sudah tau apa yang berada di pikirannya Andra.
"Ah emang mereka itu ditakdirkan bersama sih, jadi mau dipisahkan bagaimana caranya pun mereka bakalan tetap bersama, " ucap Andra sok bijak.
"Tumben kamu pintar? " canda Lily sambil menatap Andra.
"Emang aku pintar, kalau aku gak pintar aku saat ini pasti masih berada di kelas 1 SD, " balas Andra sambil melanjutkan makannya.
"Baiklah terserah kamu aja, kamu mah emang yang paling pintar deh, " pasrah Lily yang juga melanjutkan makannya.
__ADS_1
Di pelaminan Adisty dan Raihan kini sudah berhadapan dengan Mira dan Max, Adisty mengucapkan selamat pada Mira terlebih dahulu.
"Selamat yah Mir, akhirnya semuanya berujung pada pernikahan, semua kesabaran dan kedewasaan kalian dalam menjalin hubungan ini tak sia-sia, " ucap Adisty sambil memegang tangannya Mira.
"Aku senang akhirnya ini memang bukan lagi mimpiku dulu, mimpi yang terkadang aku takut untuk melanjutkannya, " balas Mira.
"Semuanya sudah tercapaikan. Kamu jangan berpikir masalah hidupmu akan selesai sampai di sini, tapi melainkan masalah hidupmu baru akan di mulai setelah ini, " ucap Adisty.
"Aku tau kehidupan setelah pernikahan akan banyak sekali ujiannya, " balas Mira.
"Hidupmu yang sebenarnya baru akan di mulai, " ucap Adisty.
Sementara itu Raihan dan Max sedang mengobrol juga.
"Selamat yah, " Raihan bersalaman dengan Max ala pria.
"Makasih, " balas Max senang.
"Disini harusnya gue berterimakasih sama luh, banyak hal yang lu ubah dari diri gue. Mungkin kalau hidup gue tanpa lu bakalan kacau, " ucap Raihan pada Max.
"Lu tenang aja gue ini sahabat lu dan itu adalah kewajiban gue, " balas Max.
Kini sudah waktunya Adisty yang bicara pada Max, Adisty memeluk Max sambil menjatuhkan air matanya, ada banyak hal yang telah Max lakukan pada hidupnya dulu bahkan sampai sekarang.
Adisty melepaskan pelukannya, " Max makasih dan selamat, " ucap Adisty sambil menghapus air matanya.
"Aku juga mau bilang makasih sama kamu, " balas Max yang juga berterimakasih pada Adisty.
"Ada banyak hal yang kamu lakukan pada hidup ku, sampai aku benar-benar tak tau harus berterimakasih dengan cara apa agar bisa menebus semua hutang budi ku, " ucap Adisty kembali.
"Kamu gak perlu terlalu berlebihan, itu adalah kewajiban ku sebagai sahabat mu. Terlebih lagi aku sudah menganggap kamu sebagai adikku, karena kamu memang mirip dengan Bulan, " balas Max yang memang sudah menganggap Adisty adalah adiknya.
__ADS_1
"Aku sangat senang mengetahui hal itu, " ujar Adisty senang.