
Hari sudah mulai malam dan pada malam ini Raihan mengajak Adisty untuk belanja beberapa peralatan untuk dekorasi, tadinya Adisty minta besok saja tapi Raihan tidak bisa karena besok ia harus kerja jadinya malam ini saja.
"Mah aku pergi dulu yah, " pamit Adisty sambil nyelonong keluar tanpa mau berpamitan langsung pada ibunya.
"Mau kemana lagi sih? " tanya ibunya Adisty yang merasa Adisty sekarang ini sering sekali bepergian.
"Mau belanja buat dekorasi panggung sama Raihan, " balas Adisty yang sudah berada di luar rumah.
"Oh, kok sama Raihan sih, " gumam ibunya perlahan.
"Ah tapi gak papa lah itu kayaknya bagus, " ucap ibunya sambil tersenyum dan berharap Adisty akan kembali bersama Raihan.
Entahlah ibunya Adisty sangat mendukung Raihan dan ingin Adisty menikah dengan Raihan bukannya dengan Kelvin. Ibunya rasa Raihan lebih bisa melindungi Adisty di bandingkan Kelvin, di liat dari perjuangan pun mereka benar-benar penuh dengan perjuangan.
"Mana sih tuh anak lama banget, " ucap Adisty sambil melihat jam tangannya.
Suara klakson mobil pun berbunyi dan membuat Adisty kaget, " Eh ayam-ayam, " latah Adisty sambil menatap kesal mobil yang berhenti di hadapannya.
"Masuk, " titah Raihan sambil membuka jendela kaca mobilnya.
Adisty pun langsung masuk dan duduk di samping Raihan, Raihan kembali memajukan mobilnya dan pergi ke sebuah mall yang jaraknya lumayan jauh dari sini.
"Pacar kamu mau kemana kemarin? " tanya Adisty yang memecahkan keheningan, sebenarnya Adisty ragu untuk bertanya pada Raihan kali ini.
"Rossy? " tanya balik Raihan.
"Ya iya lah emangnya pacar kamu siapa selain Rossy? " balas Adisty.
"Dia mau ngurusin beberapa kerjaan di Malaysia, " jawab Raihan tanpa menatap Adisty, pria itu masih fokus melihat ke depan.
"Oh kapan dia pulang? dia mau ikut reuni gak? " tanya Adisty lagi.
"Enggak deh kayaknya, tapi tau sih, " balas Raihan yang tidak tau kapan Rossy pulang pastinya.
"Kalau pacarmu bagaimana? dia mau ikut? " tanya Raihan.
__ADS_1
"Kayaknya dia gak bakalan ikut deh, soalnya ia harus pulang lagi ke Amerika besok. Yah walaupun cuman beberapa hari, " balas Adisty yang mendapat kabar kalau Kelvin besok harus pulang ke Amerika.
"Bagus deh kalau gitu, " ucap Raihan sambil tersenyum hangat.
"Kok bagus sih? oh iya kapan kita latihan musik buat tampil di acara nanti? " tanya Adisty yang teringat kalau dirinya harus tampil bersama dengan Raihan.
"Besok malam aja gimana? kamu ke rumah ku, " balas Raihan.
"Ke rumah mu? emangnya gak papa, " tanya Adisty yang merasa kali ini rasanya ia tak pantas untuk ke rumahnya Raihan.
"Emangnya siapa yang larang, ibuku juga sering menayangkan kamu, " balas Raihan sambil tersenyum, ternyata tak banyak yang berubah dari Adisty.
"Yang benar? aku juga udah rindu sebenarnya sama ibumu, ya udah besok malam aku ke rumah mu saja, " Adisty akhirnya menyetujui ajakan Raihan untuk ke rumahnya.
"Rindunya cuman sama ibuku doang nih, sam akunya enggak? " goda Raihan sambil menatap Adisty.
"Apaan sih kamu? ingat udah punya orang lain loh, " balas Adisty sambil tersipu malu.
"Aku gak nyangka yah kita bakal seasing ini, bahkan rasanya untuk menyapa saja susah, " Raihan benar-benar tidak menyangkan hari ini akan terjadi padanya.
Mereka berdua pun sampai di mall dan mereka sudah mulai mencari beberapa barang yang sudah Raihan tulis di buku. Jadi kali ini mereka hanya tinggal mencari barang-barang itu.
"Aku ke sana yah, " Adisty berjalan ke arah kanan sedangkan Raihan ke sebelah Kiri.
Setelah beberapa menit berlalu akhirnya mereka selesai membeli peralatan untuk mendekorasi villa, saat ini Adisty dan Raihan sedang berdiam di kedai kopi yang berada di mall tersebut. Mereka sedang menikmati malam ini terlebih dahulu.
"Gimana kamu udah bahagia? " tanya Raihan sambil menatap Adisty.
"Bahagia? " tanya balik Adisty.
"Iya bahagia, " balas Raihan memperjelas ucapannya.
Adisty malah tertawa mendengar itu.
"Kok ketawa sih? " tanya Raihan sambil menatap Aneh pada Adisty.
__ADS_1
"Aku bahagia kok, kamu tenang aja. Aku pikir kamu bakal jadian sama Alya, " balas Adisty yang beranggapan kalau Raihan akan pacaran dengan Alya.
"Aku kan udah bilang sama kamu, kalau aku gak punya hubungan apapun sama Alya waktu itu. Tapi kamu malah langsung pergi ninggalin aku gitu aja, " ucap Raihan.
"Iya, tapi kayaknya sekarang semuanya udah terlambat yah? " tanya Adisty sambil menatap hangat Raihan.
"Terlambat apa? " tanya balik Raihan.
"Iya, kalaupun sekarang aku percaya kamu gak ada hubungan apapun sama Alya itu udah terlambat kan? " Adisty memperjelas pertanyaannya.
"Oh masalah itu, kayaknya memang terlambat, dulu kamu gak kasih aku waktu untuk bicara sih, " balas Raihan yang merasa Adisty tak memberinya waktu untuk bicara dan menjelaskan semuanya.
"Aku dulu padahal tungguin kamu di bandara, aku berharap kamu dulu tahan aku, tapi kenyataan kamu gak datang jadi ya sudahlah sekarang kita sudah memilih jalan kita masing-masing, " ujar Adisty yang merasa tak ada yang perlu mereka ubah lagi.
"Apa yang kamu ucapkan memang benar, tak ada yang dapat kita ubah saat ini. Aku akan membiarkan takdir berjalan untuk saat ini, aku yakin Tuhan tau yang terbaik untuk kita kedepannya, " balas Raihan yang saat ini menyerahkan hidupnya pada takdir.
"Aku juga percaya akan hal itu, pulang yuk udah malam, " Adisty mengajak Raihan untuk pulang karena hari sudah mulai malam.
"Yuk, " Raihan bangun dari duduknya lalu pergi mendahului Adisty.
Mereka saat ini mulai berjalan berdampingan menuju mobil Raihan, dengan membawa beberapa keresek yang berisikan bahan-bahan dekorasi mereka.
"Kamu sadar gak mereka malah membuat kita kembali menjadi dekat? " tanya Raihan.
"Siapa? " tanya balik Adisty.
"Iya mereka, Teman-teman kita. Aku yakin mereka sengaja melakukan ini, " balas Raihan.
"Apa yang kamu ucapkan memang ada benarnya kalau sudah di pikirkan, aku kan tidak terlalu baik dalam mendekorasi tempat, tapi mereka tetap memintaku mendekorasi tempat itu, " ujar Adisty yang setuju dengan ucapan Raihan.
"Memangnya mereka semau itu kita kembali bersama, " balas Raihan sambil tertawa.
"Iya sampai segitunya, padahal itu adalah hal yang tak mungkin kan. Sekarang kita sudah punya hati yang harus kita jaga dengan baik, " ujar Adisty.
"Iya kamu benar, kita udah bukan remaja lagi yang memikirkan masalah seperti itu. Oh iya kapan kamu mau nikah sama pacarmu? " Tiba-tiba Raihan bertanya itu pada Adisty membuat Adisty menghentikan langkahnya karena terkejut.
__ADS_1
"Nikah? ah masih lama, aku masih kepikiran soal itu, " balas Adisty sambil tertawa.