Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
Pertemuan Yang Indah


__ADS_3

Akhirnya sahabatnya Raihan mulai berdatangan dan mereka duduk di meja utama, karena kan mereka juga sangat berpengaruh dulu saat di sekolah. Jadi mereka di minta untuk duduk di meja utama.


"Ini udah datang semuanya kan? " tanya April yang duduk di meja utama.


"Adisty belum datang, " balas Lily sambil menatap Raihan sekilas.


"Emangnya dia ada di Indonesia, bukannya tau lalu juga dia gak ikut yah, " ucap April yang masih belum tau kalau Adisty sudah berada di Indonesia.


"Dia udah ada di Indonesia kok, tunggu bentar lagi aja. Pasti dia datang, " timpa Max yang meminta mereka untuk jangan dulu memulai acara ini.


Tak perlu menunggu waktu lama lagi, akhirnya Adisty datang dengan Kelvin yang terus saja menggenggam tangannya Adisty sedari tadi. Adisty tidak menyangkan akan sebanyak itu yang hadir di sana, sampai-sampai ia bingung mau duduk di mana.


Namun untuk saja Lily melambaikan tangannya dan menyuruh Adisty untuk duduk di samping mereka, " Adisty sini, " panggil Lily.


Adisty langsung mencari sumber suara dan matanya berpapasan dengan tatapan tajam dari Raihan membuat Adisty langsung mengalihkan tatapannya pada Lily, wanita itu langsung berjalan menuju Lily dan yang lainnya.


"Sini duduk, " ucap Andra sambil memberi Adisty dan Kelvin tempat untuk duduk.


"Baiklah kita mulai saja pembukaannya, " ucap April yang akan mulai membuka pembicaraan mereka kali ini.


"Jadi begini hari minggu kan kita sudah berencana untuk mengadakan reuni dan reuni ini akan kita adakan tiga hari dua malam, jadi kita sekarang akan menyusun beberapa tugas untuk kalian, " jelas April.


"Kita udah punya tempatnya belum? " tanya Adisty yang memastikan apakah mereka ini sudah punya tempat.


"Untuk masalah itu kita sedang cari Villa yang ukuran nya besar dan muat menampung kita semua, kemarin Daniel udah cari tapi belum nemu yang beneran pas, " balas April menjawab ucapan Adisty.


"Kalau kalian mau sih aku punya Vila, yah bukan punya ku sih. Tapi kayaknya menurutku cocok buat kita semua, di sana juga ada beberapa rumahnya gak cuman satu, tempatnya juga lumayan besar. Cukuplah buat kita pasang panggung di sana, " Adisty menawarkan Villa milik ayahnya yang berada di bogor.


"Tempatnya di mana? " tanya Dika sambil menatap Adisty.


"Di bogor, " balas Adisty.


"Asik tuh kayaknya, di tambah tempatnya gratis kan, " Dika setuju dengan pendapat Adisty mengenai villa nya.


"Ya udah nanti kita liat aja ke sana, ok sekarang masalah tempat udah selesai. Sekarang kita pindah ke yang lainnya, " Ucap April yang sudah merasa senang karena masalah tempat sudah selesai.

__ADS_1


"Lu mah mau nya gratisan aja, " ledek Mila pada Dika.


"Ok, siapa di sini yang mau tampil di panggung? " tanya April sambil menatap mereka yang datang.


Semuanya serentak mengatakan ingin Adisty dan Raihan yang tampil dan menyanyi di atas panggung, Adisty menatap Kelvin, ia takut Kelvin akan marah karena hal ini.


Tapi rupanya Kelvin tidak masalah akan hal itu, lagian ia sudah percaya kalau Adisty saat ini hanya miliknya. Kelvin mendukung Adisty jika ia mau tampil bersama dengan Raihan nanti.


"Kamu boleh kok tampil sama Raihan, " ucap Kelvin sambil menatap Adisty dan tersenyum ke arahnya.


"Kamu gak marah kan? " tanya Adisty memastikan Kelvin tak akan marah padanya.


"Sudah jangan pada ribut, kita hargai sekarang kan mereka sudah bukan siapa-siapa lagi, jangan terlalu berharap, " terbaik April memenangkan mereka yang malah ribut.


"Bagaimana Adisty kamu mau? " tanya April sambil menatap Adisty.


"Kalau aku sih gak papa, tau Raihan nya mau apa enggak, " balas Adisty sambil menatap Raihan meminta jawaban dari pria itu.


"Gue juga mau kok, " jawab Raihan datar tanpa menatap Adisty.


"Kamu yakin mau tampil sama dia? " tanya Adisty sambil berbisik pada Adisty.


"Ya kenapa enggak, lagian ini kan cuman tampil biasa aja, " balas Adisty yang merasa kenapa harus tidak mau jika Kelvin memperbolehkan dirinya melakukan itu.


"Iya juga sih semuanya sudah berlalu yah, " akhirnya Lily mau mengerti maksud dari Adisty.


"Baiklah masalah pertunjukkan udah selesai, sekarang kita bagi-bagi tugas untuk nanti di sana, " April dan yang lainnya mulai membagi-bagikan tugas mereka.


Karena Adisty pecinta seni jadi ia di tempatkan bersama Raihan kembali untuk mengatur dekorasi panggung dan juga tempat lainnya, awalnya mereka ingin menolaknya tapi mereka sama-sama takut di katakan belum bisa move on.


Jadi terpaksa mereka menerima perintah mereka semua, sedangkan yang lainnya ada yang di bagian makanan, pertunjukan karena nanti bukan hanya Adisty dan Raihan yang akan tampil di panggung.


Ada juga yang di bagian keamanan, kebersihan dan masih banyak lagi. April sih bilang katanya ibu-ibu yang sudah menikah akan di tempatkan di bagian makanan karena mereka pasti sudah bisa masak dan masakannya pasti enak.


Kini waktunya bersantai satu persatu dari mereka sudah ada yang pulang, tapi mereka yang berada di meja utama masih komplit tidak ada yang berkurang satu pun.

__ADS_1


"Kalian belum mau pulang? " tanya April sambil menatap mereka yang berada di mejanya bergantian.


"Gak ah gue masih rindu sama kalian, " balas Adisty sambil tersenyum dan menyenderkan kepalanya di lengan Kelvin.


"Rindu sama siapa nih, " goda Dika sambil menatap Raihan dan Adisty bergantian.


"Ya rindu kalian lah, emangnya kalian gak rindu sama adik kelas kalian yang imut dan cantik ini, " balas Adisty sambil tersenyum manis.


"Udah ah nanti pada diabetes lagi, " ucap April sambil tertawa menggoda Adisty.


"Udah mulai deh tuh narsisnya, " timpa Max sambil menatap Adisty.


"Yeh emang udah dari lahir kali gue mah imut, iya kan sayang, " balas Adisty sambil menatap Kelvin.


"Iya kamu imut kok, kamu cantik juga kok. Pokoknya gak ada yang ngalahin kamu di hatiku, " ujar Kelvin memuji Adisty.


"Ah ya iyalah dia bilang kayak gitu, pasti di rumahnya nanti kalau gak bilang kayak gitu dia bakalan marah besar, " sindir Max.


"Ih apaan sih? aku gak pernah maksa dia buat bohong, soalnya kalau bohong nanti hidungnya kayak Pinokio lagi, " balas Adisty sambil tertawa.


Raihan yang melihat mereka pun ikut tersenyum, ia juga ikut menikmati kebersamaan ini hanya saja semuanya sudah berbeda sekarang.


"Rey kebiasaan deh kalau lagi ngumpul lu mah diem mulu, " ucap Andra sambil menyenggol tangannya Raihan.


"Emangnya gue harus ngapain? guling-guling di sini, " balas Raihan sambil menatap sinis Andra.


"Biasa aja kali tatapnya kek mau makan gue mulu, " ucap Andra yang takut dengan tatapan Raihan.


Hari sudah mulai sore dan mereka kini mulai berpamitan untuk pulang, " Oh iya nih, uang buat beli dekorasinya, nanti lu belanja sama Raihan yah, " ucap April sebelum pergi.


"Kok gue sih? ah gue gak mau, " Adisty tak mau kembali berurusan dengan Raihan.


"Gue gak mau, orang tadi lu udah setuju kan buat satu kelompok sama Raihan. Udah ah jangan bikin gue pusing, " balas April sambil meninggalkan Adisty sendirian di sana.


Tadi Kelvin pergi duluan ke mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2