Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
Malam Pertama Di Villa Menciptakan Kebersamaan


__ADS_3

Hari sudah mulai malam, sedangkan di kamar Adisty mereka masih bermain bersama Liana padahal ibunya sedari tadi malah tidur dengan lelapnya di kasur. Untung saja Liana ini anaknya pintar dan lucu jadi Adisty dan Mira mau mengasuhnya.


"Li bangun napa, udah malam nih, " Adisty meminta Lily untuk bangun karena ini sudah hampir malam.


Lily membuka matanya perlahan dan langsung duduk sambil menatap Adisty, " Emang iya ini udah malah? " tanya Lily yang tidak percaya kalau hari sudah mulai gelap.


"Makannya kalau tidur jangan ke kebo, sampah lupa waktu aja lu mah, " balas Adisty yang tidak habis pikir bagaimana bisa Lily tidur dengan pulas nya. Padahal saat ini keadaan di villa sangat berisik, karena anak-anak yang lain sedang mengobrol melepas kerinduan mereka.


"Udah ah tuh anak mu, aku mau ke Max dulu, " Mira memberikan Liana kepangkuan Lily sedangkan dirinya pergi mencari Max ke luar.


Sementara itu di tempat lain Max, Andra dan Raihan sedang menatap langit malam di teras. Mereka juga rupanya sedang melepas rasa rindu mereka, tak terasa mereka sudah lama sekali tak bertemu dan mengobrol layaknya sahabat seperti dulu.


"Kemana aja lu selama ini Rey? " tanya Max tanpa menatap Raihan, ia terus menatap langit malam ini.


"Setelah hubungan gue sama Adisty berakhir, gue ngerasa gak pantas ada di samping kalian lagi, " balas Raihan, rasanya tak ada yang perlu ia tutup-tutupi lagi pada kedua sahabat nya.


"Kenapa gitu? kitakan sahabatan sebelum Adisty hadir, kenapa lu malah ngerasa gak pantas? " tanya Andra yang tak mengerti jalan pikirnya Raihan.


"Gue ngerasa gak bisa jagain Adisty waktu itu, bahkan untuk menjelaskan sesuatu aja rasanya sudah banget, " balas Raihan menceritakan apa yang dulu pernah ia rasakan.


"Ya tapi bukan berarti lu menjauh dari kita dong, persahabatan kita akan terus berjalan apapun yang terjadi Rey, walaupun pada akhirnya lu gak sama Adisty lagi, " Max merasa Raihan salah mengartikan pertemanan mereka selama ini.


"Aku tau aku salah, tapi aku harus gimana? aku berada dalam kekacauan waktu itu, " balas Raihan kembali.


"Gue tanya sekarang sama lu, jawab dengan jujur, " Max mulai ingin bertanya serius pada Raihan bahkan sampai Max mengubah posisi duduknya jadi menghadap ke arah Raihan.


"Apa? " tanya Raihan.


Andra ikut memperhatikan Max dan Raihan. Ia tau kalau misalkan Max akan bertanya apa pada Raihan kali ini. Max memang orang yang paling bisa mengerti Raihan lebih dari siapapun.


"Lu masih suka kan sama Adisty? " tanya Max yang memulai pertanyaan pertamanya.

__ADS_1


Raihan menatap Max, " Gue gak bisa jawab, " balas Raihan yang masih bingung dengan perasaan nya.


"Lu gak perlu jawab lagi, jawaban lu barusan udah ngasih gue jawaban yang akurat, " ucap Max yang sudah tau apakah Raihan memang masih mencintai Adisty.


"Lu putusin Rossy secepatnya! " titah Max tegas.


"Ya gak bisa gitu dong, " balas Raihan tak Terima.


"Kenapa? orang lu sendiri masih bingung sama hati luh tentang perasaan lu pada Adisty, untuk apa Rossy? " ucap Max yang bermaksud baik sebenarnya.


"Tapi kan gak segampang itu, " balas Raihan.


"Ya gue tau itu gak gampang, tapi maksud gue baik kok sebenernya. Gue cuman gak mau Rossy tau kebenarannya setelah dia benar-benar jatuh cinta dan gak mau kehilangan elu, " ucap Max yang menyampaikan maksud dari perintahnya.


"Dari tatapan nya Adisty juga gue masih ngerasa ada beberapa hal yang ingin ia sampaikan sama luh, " Andra juga merasakan jika Adisty masih ingin bersama dengan Raihan. Itu hanya pendapat Andra saja yah, bukan berarti Adisty memang mau kembali bersama Raihan.


Saat Mira sudah melihat dan menemukan Max ia malah terdiam di tempatnya berdiri saat ini, ia tak mau menggangu kebersamaan mereka. Ia tau kalau hidupnya Max bukan sepenuhnya harus di habiskan bersama dengan dirinya sendiri.


"Setelah sekian lama akhirnya aku bisa melihat pemandangan indah ini lagi, " ucap Adisty sambil tersenyum menatap ke arah Raihan dan yang lainnya.


Mira yang mendengar suara Adisty pun langsung menatap ke arah Adisty, " Sejak kapan kamu ada di sini? " tanya Mira yang tak tau kapan kehadiran Adisty di sampingnya.


"Baru aja, " balas Adisty sambil menatap Mira dan tersenyum ke arah Mira.


"Aku pikir sudah dari tadi, " ujar Mira yang berpikir Adisty di sana sudah sejak tadi.


"Adisty, " teriak seseorang yang memanggil nama Adisty.


Adisty mencari sumber suara tersebut, rupanya Andra lah yang memanggil Adisty dan memintanya untuk bergabung dengan mereka.


"Ikut yuk, " Adisty menarik tangannya Mira untuk ikut dengannya.

__ADS_1


Adisty dan Mira kini duduk di tengah-tengah mereka sambil ikut menatap langit yang saat ini tengah di penuhi berbagai bintang, di langit juga ada bulan yang begitu cantik dan bulat dengan sempurna.


"Yang pasang panggung udah datang belum? " tanya Adisty sambil menatap Andra.


"Gue pikir mau bicara apa, kayaknya udah deh, lu liat sendiri aja napa, " balas Andra acuh.


"Dih sok cuek luh sama gue, kena azab tau rasa luh, " ucap Adisty yang kesal karena jawaban dari Andra sangat ketus.


"Emangnya lu siapa? sampai-sampai gue bakalan kena azab kalau gue cuek sama luh? " tanya Andra sambil menatap Adisty.


"Cucunya presiden Sukarno, " canda Adisty.


Semua yang berada di sekitar tempat itu tertawa mendengar jawaban asal Adisty, Adisty memang dari dulu anaknya selalu saja membuat mereka yang berada di sekeliling nya tertawa. Adisty tak pernah membiarkan orang lain sedih, ia selalu berusaha menghibur orang ketika sedih.


"Lu kalau ngomong ngasal amat dah, " timpa Max sambil memukul puncak kelapanya Adisty perlahan.


Adisty langsung menatap Max dengan tatapan sengit, " Makannya doakan supaya aku jadi cucu beneran nya pak Soekarno, " titah Adisty pada Max.


"Kalau lu mau jadi cucunya Soekarno lu harus lahir lagi, mau luh? " balas Max.


"Gak papa yang penting jadi cucunya pak Soekarno, " ucap Adisty enteng.


"Tapi pak Soekarno nya gak mau punya cucu kayak lu, " ledek Andra.


"Kurang ajar luh, " Adisty melempar Andra menggunakan sendal yang ia gunakan.


Dan sendal itu berhasil mengenai kepalanya Andra dan itu membuat Adisty senang sampai tertawa lepas, melihat ekspresi wajahnya Andra yang amat sangatlah membuat dirinya ingin tertawa.


"Kena hore-hore, kena-kena, " girang Adisty sambil terus tertawa.


"Gak lucu tau gak, " balas Andra yang kesal pada Adisty.

__ADS_1


Tapi itu hanyalah kesal sesaat saja, nanti juga beberapa detik kemudian dia akan kembali tidak kesal pada Adisty.


__ADS_2