Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
Masih Suka Berubah Pikiran


__ADS_3

Setelah berada di sana agak lama kini mereka mulai tidak bersedih lagi mereka semua saat ini sedang bercanda.


"Kak, mereka berdua ini siapa? " tanya seorang anak laki-laki sambil menunjuk Kelvin dan Rossy.


"Oh ini pacar kakak dan ini pacarnya kak Raihan, namanya Kak Rossy sama kak Kelvin, " Adisty memperkenalkan mereka berdua pada anak-anak itu.


"Oh kak Adisty udah gak sama kak Raihan lagi? " tanya anak lainnya sambil menatap Adisty dan Raihan dengan tatapan sedih.


"Iya kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi, tapi kita tetep temenan kok gak musuhan kalian tenang aja, " balas Raihan yang membantu pertanyaan mereka.


"Ah gak seru ah, " kecewa mereka.


"Ih kalian itu gimana sih? kita yang jalanin kok kalian yang sedih. Padahal kita gak sedih tau gak, " balas Adisty sambil menatap mereka sinis, tapi itu hanya bercanda saja.


"Ya kita sedih lah, kalian kan pasangan yang serasi tau gak, " ucap anak jalanan itu sambil melipat tangannya di dada.


"Hey ya gak gitu lah, " balas Adisty sambil mencubit gemas anak itu.


"Ah sakit tau gak kak, " ucap anak itu sambil menegang pipinya.


"Lebay kamu, " balas Raihan yang juga ikut mencubit pipi anak itu.


"Ah kalian mah malah siksa aku, " rintis anak itu sambil menidurkan badannya di lantai.


"Udah ah kakak mau pulang yah, " pamit Adisty sambil berdiri.


"Kok pulang sih kak? " tanya yang lainnya.


"Ini udah malam tau gak, " balas Adisty.


"Kak sini deh, aku mau bicara sesuatu. Tapi rahasia yah, " salah satu anak wanita di sana ingin bicara pada Adisty.


Adisty mendekatkan telinganya ke arah anak itu, lalu anak itu mulai berbisik pada Adisty.


"Kak, nanti kalau ada waktu kakak ke sini lagi yah. Tapi jangan sama kak Kelvin, kakak kesini yah sama kak Raihan aja yah, aku mohon, " pinta anak itu.


Setelah berbisik Adisty langsung menatap anak itu, " Baiklah nanti kakak usahain deh, " balas Adisty yang tak mau ambil pusing.


"Ya udah kakak pulang yah, " pamit Adisty sekali lagi sambil berdiri bersamaan dengan Kelvin.


"Kalian mau pulang sekarang juga? " tanya Adisty pada Raihan dan juga Rossy.


"Iya, kita juga mau pulang sekarang, " balas Rossy sambil tersenyum ramah ke arah Adisty.

__ADS_1


"Ya udah kita duluan yah, " ucap Adisty yang keluar duluan.


"Iya, " balas Rossy.


Adisty dan Kelvin kini sudah naik ke mobil dan pergi pulang ke rumahnya Adisty, malam ini adalah malam terakhir Kelvin berada di Indonesia, maksudnya sebelum pulang dulu ke Amerika.


"Sayang, " panggil Kelvin.


"Iya apa? " tanya Adisty tanpa menatap Kelvin, Adisty malah asik melihat kendaraan yang berlalu-lalang di jalan.


"Kamu cinta sama aku? " tanya Kelvin.


Adisty langsung menatap Kelvin sambil tersenyum, " Kamu tuh aneh-aneh aja nanya kayak gitu, " balas Adisty.


"Aku beneran tanya sama kamu, kamu beneran cinta gak sama aku? " Kelvin kembali bertanya hal itu pada Adisty.


"Ya aku cinta lah, kalau aku gak cinta sama kamu mana mungkin aku mau tunangan dan nikah sama kamu, aneh deh, " balas Adisty yang merasa Kelvin aneh malam ini.


"Bagus deh, " ucap Kelvin datar.


"Dih kamu mah gak jelas, ngapain coba nanya hal itu sama aku? " balas Adisty.


"Cuman mau tau aja emangnya gak boleh? " tanya Kelvin sambil menatap manja Adisty.


Ponsel Kelvin berbunyi, namun Kelvin saat melihat siapa yang menelponnya malam mematikan telpon itu bahkan sampai mematikan ponselnya.


"Gak penting, " balas Kelvin santai, seperti memang telpon itu tak penting baginya.


"Oh, " ucap Adisty yang memang percaya telpon itu tak penting bagi Kelvin.


Di mobil lain saat ini Raihan pun sedang mengantarkan Rossy pulang ke rumahnya.


"Kamu dulu sering ke rumah itu? " tanya Rossy.


"Sering, " balas Raihan seadanya.


"Sama Adisty? " tanya Rossy lagi.


"Iya, " balas Raihan yang kembali singkat.


"Kayaknya banyak banget yah masa lalu yang kamu lalui sama Adisty, " ucap Rossy yang sudah mulai merasa khawatir dengan Raihan.


"Ya begitulah, " balas Raihan singkat lagi.

__ADS_1


"Kamu beneran udah lupain Adisty? " tanya Rossy kembali.


Raihan mendadak terdiam ia bingung mau menjawab dengan ucapan apa pada Rossy, seakan-akan ia tak punya jawaban akan hal itu.


"Ngapain bahas itu sih? " tanya balik Raihan yang tak punya jawaban akan hal itu.


Sejak dulu Raihan sering bertanya itu pada dirinya sendiri, tapi ia tetap tak punya jawaban akan hal itu. Jadi kali ini pun ia masih tak punya jawaban akan hal itu.


"Aku cuman khawatir aja, " balas Rossy yang memang benar cuman khawatir.


"Sudahlah kamu percaya aja, " ujar Raihan yang meminta Rossy percaya pada dirinya.


Padahal pada kenyataannya ia masih saja sering tak yakin dengan keputusannya, terkadang ia sempat sangat yakin namun tiba-tiba ia akan kembali bingung dengan keputusannya ini.


"Baiklah aku akan percaya saja padamu, " Rossy akan percaya pada Raihan, lagipula Rossy ingat kalau Adisty juga akan segera bertunangan dan menikah lalu apa yang perlu ia khawatirkan lagi.


"Aku sayang kamu, " ucap Raihan hangat sambil memegang kelapanya Rossy.


"Aku sudah sering mendengar kata sayang yang keluar dari mulutmu, tapi aku hampir tak pernah mendengar kata cinta yang kau ucapkan untukku, " gumam Rossy.


Di tempat lain saat ini Lily sedang bersama dengan keluarga kecilnya, Lily baru saja menidurkan Liana di kamar Liana kini Lily sedang makan bersama dengan Andra di meja makan.


Ceritanya mereka berdua sedang makan malam, " Sayang, " panggil Lily.


"Apa? " tanya Andra sambil menatap Lily, namun ia juga sambil makan.


"Anak kita udah mulai bisa bicara tau gak, " Lily memberitahu Andra kalau anaknya saat ini sudah mulai bisa bicara.


"Ah benarkah? aku sudah tak sabar menunggu dia bangun dan mendengar suaranya, " ucap Andra yang sudah tak sabar ingin mendengar suara indah yang di keluarkan anaknya.


"Kau tunggu saja sampai besok dia bangun, " balas Lily.


"Kata apa yang pertama ia ucapkan? " tanya Andra.


"Ya dia memanggil ku lah, " balas Lily sombong karena dirinyalah yang pertama kali anaknya sebut.


"Yah, dia udah bisa panggil aku gak? " walaupun Andra sedih karena bukan dirinya yang pertama di sebut Liana tapi ia tetap bahagia dengan tumbuh kembang anaknya.


"Udah kok, tadi malahan dia panggil-panggil kamu terus, " balas Lily.


"Ah aku senang sekali, " ucap Andra kegirangan.


"Sudah ah bicaranya, gak bagus tau kalau lagi makan kita banyak bicara, " balas Lily yang meminta Andra untuk berhenti bicara.

__ADS_1


"Orang kanu yang mulai duluan, " ucap Andra.


"Ya udah iya, tapi sekarang udah dulu jangan banyak bicara, " balas Lily kembali.


__ADS_2