Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
Latihan Musik


__ADS_3

Hari sudah mulai malam dan malam ini Adisty sedang bersiap untuk pergi ke rumahnya Raihan, rasanya mereka perlu latihan bernyanyi lagi karena mungkin saja mereka lupa, karena kan sudah lama mereka tidak tampil bareng.


Adisty sudah menunggu Raihan di depan rumahnya, Raihan bilang ia akan menjemput dirinya di sana. Setelah menunggu beberapa menit kemudian pria itu datang dan langsung berhenti di hadapan Adisty.


"Masuk, " titah Raihan datar.


Adisty pun langsung masuk ke mobilnya Raihan, setelah Adisty masuk Raihan langsung memajukan mobilnya tanpa bicara papua lagi.


"Aku malu ketemu ibumu, " Tiba-tiba Adisty berkata seperti itu pada Raihan.


"Malu? bisa juga kamu punya rasa malu, " balas Raihan sambil menahan tawanya.


"Yeh serius aku, " ucap Adisty yang benar-benar serius dengan ucapannya.


"Tapi aku juga serius, sejak kapan kamu punya rasa malu? biasanya juga kamu mah malu-maluin, " balas Raihan yang merasa aneh Adisty malu.


"Ih sekarang itu beda lagi, " ucap Adisty yang semakin kesal pada Raihan.


"Iya aku juga tau sekarang kamu udah lebih dewasa, tapi aku masih suka kamu yang dulu," balas Raihan sambil menatap sekilas Adisty.


"Iya tapikan sekarang aku bukan lagi aku yang dulu jadi kamu gak suka sama aku, " ujar Adisty sambil tertawa.


"Ke pameran dulu yuk, " ajak Raihan sambil menatap Adisty.


"Katanya mau latihan, " balas Adisty yang juga menatap Raihan.


"Masalah latihan mah gampang, mau gak ke pameran? kita beli permen aja, " ajak Raihan kembali sambil bercanda.


"Ya kali beli permen doang, tapi aku juga lagi mau beli makanan nih. Ya udah deh ayok, " Adisty setuju dengan ajakan Raihan untuk pergi terlebih dahulu ke pameran yang berada di lapangan jalan Kemangi.


Beberapa menit berlalu akhirnya mereka sampai di pameran tersebut, Adisty dan Raihan langsung turun dari mobilnya. Mereka berjalan berdampingan masuk ke pameran yang di sana banyak sekali orang yang sedang pacaran.


"Mau kemana sekarang? " tanya Raihan sambil menatap matanya Adisty.


"Sebentar, " balas Adisty yang hendak berpikir terlebih dahulu.


"Ya ampun pake mikir segala lagi, " ujar Raihan yang melihat Adisty malah berpikir hanya untuk memutuskan akan kemana dulu mereka sekarang.


"Yeh terserah aku dong, " balas Adisty tak mau di salahkan.


"Iya deh iya, ya udah. Udah belum mikirnya? " tanya Raihan.


"Aku lapar beli makanan dulu yuk, aku mau beli telor gulung, " balas Adisty yang sudah tau mau kemana dirinya saat ini bersama dengan Raihan.


"Ya udah, " Mereka berdua pun pergi ke tempat penjual telor gulung.


"Pak mau telor gulung nya 10, " Adisty langsung memesan telor gulung tersebut.


"Ok neng, " balas penjual telor gulung itu dengan semangat.


"Abis ini naik itu yuk, " Raihan mengajak Adisty untuk naik wahana yang berada di sana.


"Enggak mau ih, tadi kamu kan bilangnya juga cuman mau beli makanan doang, " Adisty menolak ajakan Raihan.


"Kalian berdua serasi banget sih, saya jadi iri, " goda penjual telor gulung tersebut sambil tersenyum ke arah Adisty dan Raihan.


"Emang apanya yang buat kita serasi? " tanya Adisty sambil menatap penjual nya.


"Muka kalian mirip, terus kalian kayaknya romantis banget sih, sama-sama cocok lagi. Dulu juga saya sama istri saya masa mudanya sama kayak kalian berdua, " jelas penjual tersebut.


"Tapi kita gak-" Ucapan Adisty di potong oleh Raihan.


"Iya emang kita cocok kok, " potong Raihan sambil merangkul Adisty.


Adisty menatap tajam pada Raihan atas apa yang ia lakukan barusan, " Iya maaf deh, " ucap Raihan yang di tatap tajam oleh Adisty.


"Nih neng, " penjual itu memberikan telor gulung nya pada Adisty.


Saat Adisty akan membayarnya tiba-tiba Raihan mengeluarkan uang dan membayar telor tersebut.


" Kembaliannya ambil aja, " Ucap Raihan pada penjual tersebut.

__ADS_1


"Sekarang mau kemana lagi? " tanya Raihan.


"Mau beli minuman, " balas Adisty.


Mereka saat ini berjalan menuju tempat jus, Adisty langsung memesan dua jus untuk dirinya dan juga untuk Raihan. Setelah selesai membeli jus dan beberapa makanan tambahan kini mereka sedang duduk di kursi yang berada di pinggir lapangan.


"Kapan terakhir kamu ke pameran? " tanya Adisty sambil memakan makanan yang tadi ia beli.


"Udah lama banget, sampai-sampai aku gak inget lagi, " balas Raihan yang tak ingat kapan terakhir kali dirinya pergi ke pameran.


"Besok kamu berangkat sama siapa ke villa? " tanya Raihan tanpa menatap Adisty.


"Kayaknya sendiri deh, soalnya Kelvin pergi lagi ke Amerika, " balas Adisty yang masih sibuk makan.


"Sama aku aja bareng, " ajak Raihan.


"Gak ah nanti pacar mu marah, " tolak Adisty yang tak mau terkena masalah akibat hal itu.


"Ya enggak lah, dia mah gak gampang marah gak kayak kamu dulu, " balas Raihan yang kembali membandingkan Adisty dan pacarnya.


"Iya aku tau pacarmu yang sekarang emang sempurna, " Sinis Adisty yang selalu saja di pojok kan.


"Terus mau gak satu mobil? " Raihan kembali menanyakan hal itu pada Adisty.


"Iya deh iya, aku mau satu mobil sama kamu, " Adisty akhirnya mau satu mobil dengan Raihan besok.


"Udah belum makannya? " tanya Raihan.


"Belum, emangnya mau kemana sih? " tanya balik Adisty.


"Mau latihan lah, " balas Raihan.


"Ya bentar napa, " Adisty rupanya belum selesai makan.


"Emang yah kalau soal makan kamu mah dari dulu jagonya, " Ujar Raihan sambil menatap Adisty.


"Emang iya lah, perut ku lebih berharga dari pada apapun, makannya kalau mau buru-buru jangan ajakin aku makan dulu, " balas Adisty sambil menatap sinis Raihan sekilas. Kini dirinya kembali menatap ke arah depan dan meneruskan makannya.


Setelah berada di sana Adisty dan Raihan langsung berjalan menuju pintu utama dan membunyikan bel rumah tersebut.


Tak lama kemudian ibunya Raihan membukakan pintu untuk mereka.


"Adisty, ini beneran kamu kan? " tanya ibunya Raihan yang terkejut atas kedatangan Adisty kembali ke rumahnya.


"Iya tante ini aku, " balas Adisty sambil tersenyum.


"Ah tante udah kangen banget tau gak sama kamu, akhirnya setelah sekian lama kamu ke sini lagi. Tante pikir kamu udah lupa aja sama tante, " ucap ibunya Raihan sambil memeluk erat Adisty.


"Lebay amat sih, " sindir Raihan yang melihat ibunya dan Adisty terlalu lebay.


"Eh anak kurang ajar, masa sama ibunya sendiri bilang lebay, " ibunya Raihan memukul lengan anaknya karena berkata lebay padanya.


"Iya anak kurang ajar kamu, " timpa Adisty yang juga memukul Raihan sambil tertawa.


"Sakit tau kalian mah, " ucap Raihan manja sambil memegang lengan kanannya yang di pukul oleh Adisty dan ibunya.


"Kamu juga lebay, " balas Adisty yang melihat Raihan lebay.


"Ah udah ah masuk yuk, tante punya banyak makanan untuk kamu, " ucap ibunya Raihan yang mempersilahkan Adisty untuk masuk.


Adisty dan yang lainnya langsung masuk ke dalam rumah itu dan duduk di ruang tamu, sedangkan ibunya Raihan pergi ke dapur menyiapkan makanan ringan untuk Adisty.


"Eh kita kan mau latihan bukan mau makan lagi, " ucap Raihan yang melihat Adisty malah mau makan lagi, padahal kan mereka mau latihan malam ini.


"Ih aku gak mau buat ibumu kecewa dengan tidak memakan apa yang ibumu suguhkan, " balas Adisty sok dramatis sambil menatap Raihan dengan tatapan memelas.


"Bilang aja doyan makan, gak usah segala kamu sebut, " ucap Raihan yang tau itu hanya alasan Adisty saja.


"Iya deh aku masih lapar, " Akhirnya Adisty mengatakan yang sebenarnya, bahwa dirinya masih lapar.


"Aku tuh heran sama kamu yah, makan aja banyak tapi tetep aja kurus, " Sindir Raihan yang melihat Adisty terus makan tapi tetap saja kurus.

__ADS_1


"Eh biarin napa, aku lebih suka badanku yang sekarang ini. Dari pada aku gendut nanti gak ada yang suka sama aku, " balas Adisty.


Tak lama kemudian ibunya Raihan pun datang dan langsung menyimpan makanan yang ia bawa di depan Adisty.


"Kamu mau ngapain ke sini? " tanya ibunya Raihan yang kini sudah duduk di sofa.


"Aku mau latihan musik tante sama Raihan, " balas Adisty sambil mengambil makanan ringan yang ibunya Raihan sediakan untuk dirinya.


"Tante pikir mau ngapain kamu ke sini, kalian pacaran lagi? " tanya ibunya Raihan kembali.


"Pacaran? " ucap Raihan sambil tertawa.


Adisty memukul perutnya Raihan agar pria itu tak tertawa lagi.


"Sakit tau, " ucap Raihan sambil memegang perutnya dan menatap Adisty.


"Makannya jangan ketawa, " balas Raihan yang tak mau kalah.


"Enggak kok tante kita gak pacaran lagi, Raihan kan udah punya pacar baru, " Adisty menjawab ucapan ibunya Raihan sambil tersebut.


"Yah tante pikir kalian balikan lagi, padahal tante bakalan seneng tau kalau itu benar-benar terjadi, " balas ibunya Raihan yang akan senang jika mereka kembali bersatu.


"Adisty nya juga udah punya pacar, " Tiba-tiba Raihan bicara.


"Oh kamu juga udah punya pacar? " tanya ibunya Raihan lagi.


"Iya tante, " balas Adisty sambil tersenyum.


"Ya udah ah udah malam banget, kita harus latihan musik, " tiba-tiba Raihan menarik tangannya Adisty untuk ke kamarnya, karena kan mereka akan latihan musik.


Kalau menunggu Adisty makan itu pasti sampai besok pagi.


"Aku yakin pada suatu hari mereka akan kembali mempersatukan cinta kalian, " entah kenapa Ibunya Raihan masih sangat berharap kalau anaknya dapat kembali bersama dengan Adisty.


Di kamar Raihan langsung menempatkan Adisty untuk duduk di kursi sedangkan dirinya duduk di kursi yang berada di depan Adisty.


"Aku kan masih mau makan, " ucap Adisty kesal.


"Kamu kalau mau makan nanti aja kalau ini udah selesai, kamu gak bisa liat jam ini udah jam berapa? " tanya Raihan tegas.


"Ya gak udah marah juga kali, " balas Ada yang merasa Raihan marah padanya, terdengar dari nada bicara Raihan yang tinggi dan tegas.


"Aku gak marah cuman kesel aja, kamu ini dari dulu gak pernah berubah yah. Sukanya bikin aku kesel dan abis kesabaran aja ngeladenin kamu, " ucap Raihan.


"Iya udah ah, kita mulai aja latihan musik nya," ucap Adisty yang tak mau kena amuk Raihan lagi. Lebih baik latihannya segera di mulai.


Mereka berdua pun langsung berlatih dan memilih lagu mana yang akan mereka nyanyikan di malam itu, latihan mereka berjalan sangat lama sampai tak terasa waktu begitu cepat berlalu.


Saat Raihan akan mengambilkan Adisty minum Raihan malah melihat Adisty tengah tertidur di meja belajar nya, Raihan berjalan mendekati Adisty lalu menyimpan gelas yang berisikan air putih itu di samping wajahnya Adisty.


"Kamu masihlah Adisty yang dulu, Adisty yang aku kenal. Aku senang saat tau bahwa tak banyak yang berubah dari dalam dirimu, aku masih menyimpan mu bersama kenangan kita dulu dalam hatiku, " gumam Raihan sambil menatap wajahnya Adisty.


Raihan memindahkan Adisty ke kasur nya, setelah itu Raihan keluar dari kamarnya untuk tidur di sofa yang berada di lantai bawah, ia juga membawa selimut dan bantal dari lemarinya.


"Adisty mana? " tanya ibunya Raihan yang melihat Raihan berjalan menuju lantai bawah.


"Tidur, " balas Raihan datar tanpa menghentikan langkah nya, pria itu terus saja berjalan menuju lantai bawah.


"Oh bagus kalau begitu, jangan di bangunin kasian. Nanti biar mamah yang bilang sama ibunya kalau Adisty ketiduran di sini, " ucap ibunya sambil masuk ke kamarnya.


Raihan tidur di sofa sambil menatap langit-langit rumah, " Bagaimana aku bisa melupakannya jika dia kembali lagi ke hidupku, " ucap Raihan yang rasanya tak dapat melupakan Adisty lagi.


"Aku tak tau harus apa lagi saat ini, " ucapnya kembali sambil memejamkan matanya.


Di tempat lain saat ini Lily sedang tertidur di pangkuan Andra, " Sayang besok kita berangkat jam berapa? " tanya Andra pada Lily.


"Kayaknya agak siangan deh, " balas Lily yang lupa tidak melihat grup.


"Oh kalau gitu paginya kita bisa dong pergi ke supermarket dulu, ada beberapa hal yang mau aku beli, " ujar Andra.


"Iya aku juga mau beli cemilan, oh iya kitakan pakai mobil pribadi yah ke sana nya, " balas Lily.

__ADS_1


"Katanya sih iya, " ucap Andra.


__ADS_2