
Hari sudah mulai malam dan karena kondisi Adisty yang malah semakin memburuk membuatnya tak bisa tampil bersama dengan Raihan, saat ini ia di kamar sedang bersama Raihan. Sedangkan yang lainnya sedang menikmati acara reuni ini di luar, yah walaupun Max, Mira, Lily dan Andra tetap mencemaskan Adisty.
Tapi tadi Adisty meminta mereka untuk pergi saja, tadi juga Adisty sudah meminta Raihan untuk pergi dari kamarnya ia tak enak karena di sana masih ada Rossy.
"Aku boleh bicara berdua aja sama Raihan gak? " tanya Adisty sambil menatap Rossy.
"Baiklah, " Rossy berjalan keluar dari kamar itu dan berdiri di pinggir pintu untuk menunggu mereka selesai bicara.
Sebenarnya Rossy penasaran dengan apa yang akan mereka bicarakan kali ini, ia berharap dirinya bisa mendengar percakapan mereka dari luar.
"Lu mau bicara apa lagi sih? " tanya Raihan sambil menatap datar Adisty.
"Aku cuman mau bilang jauhi aku mulai malam ini! " titah Adisty tanpa mau menatap wajahnya Raihan.
" Kenapa? bukannya selama ini juga baik-baik aja yah? memangnya ada yang salah sama aku? " tanya Raihan yang tak tau kenapa Adisty malah memintanya untuk menjauh dari Adisty.
"Rey, kita udah bukan siapa-siapa lagi saat ini, kita sudah memilih jalan kita masing-masing. Kamu dari dulu emang gak pernah ngertiin perasaan wanita yah Rey, sampai kapan kamu akan seperti ini Rey? sampai kapan? " balas Adisty mencurahkan apa yang saat ini ia ingin ucapkan.
"Tapi aku cuman mau jadi sahabat yang baik buat kamu, sama seperti Max menjaga mu, aku juga tau kita saat ini bukan lagi sepasang kekasih aku itu, " ucap Raihan.
"Rey, mungkin aku sama kamu memang beranggapan begitu tapi bagaimana dengan pasangan kita? apakah mereka mau mengerti dengan semua ini? itu sangat kecil kemungkinan nya, karena kita dulu pernah menjalin sebuah hubungan percintaan, kalau kota memang sahabat dari dulu itu sangat mungkin mereka mengerti, " jelas Adisty.
"Ya kita tinggal bilang aja kalau memang kita gak punya hubungan apapun saat ini, kota cuman belajar damai dengan masa lalu, " balas Raihan.
"Kamu pikir berada dalam posisi mereka itu mudah, dengan gampangnya kamu bicara seperti itu? aku gak ngerti lagi sama pikiran kamu, apa sih yang kamu pikirkan tentang hubungan percintaan? Rey kamu udah dewasa, jangan berpikiran seperti remaja yang baru mengenal cinta, " Adisty kembali menjelaskan sebuah hal pada Raihan.
Namun dasar nya batu Raihan tak mau mendengarkan apa yang Adisty ucapkan, pokoknya apa yang menurutnya benar itu adalah benar.
__ADS_1
"Kamu bilang aja sama aku kalau kamu gak mau lagi berhubungan sama aku, gampang kan gak usah berbelit-belit ke sana kemari, " Raihan malah menyimpulkan hal lain tentang pembicaraan mereka kali ini.
"Aku tidak bermaksud seperti itu, Rey tolong dengan kan aku. Tak ada wanita yang baik-baik saja saat melihat orang yang ia cinta lebih dekat dengan wanita lain, apalagi itu mantannya, aku pernah mengalami hal itu dan kamu tau rasa sakitnya seperti apa? " balas Adisty sambil menjatuhkan air matanya.
"Kamu gak bakal tau sih bagaimana rasa sakitnya, asal kamu tau itu sangatlah menyakiti, kita di tuntut untuk tetap tersenyum dan memperlihatkan pada semua orang kalau kita baik-baik saja, padahal kenyataan hatiku hancur, " sambung Adisty, ia jadi mengingat masa lalunya saat bersama Bulan.
Di luar tiba-tiba ada seorang pria yang menghampiri Rossy yang sedang berdiam di depan pintu, " Ini kamarnya Adisty bukan? " tanya Pria itu sambil menunjuk kamar yang berada di samping kanannya Rossy.
"Iya, tapi jangan dulu masuk yah, lagi ada pembicaraan serius di dalam, " balas Rossy yang melarang pria itu untuk masuk saat ini.
"Baiklah aku akan menunggunya di sini saja, " ucap pria itu yang kini ikut berdiri di samping Rossy dan menatap ke arah depan.
Di dalam Adisty dan Raihan masih berpegang teguh pada pendiriannya masing-masing.
"Aku sudah katakan padamu tinggalkan aku, setelah semua ini selesai tolong jangan temui aku lagi, " pinta Adisty yang meminta Raihan untuk kembali menjauh darinya.
"Baiklah jika itu mau kamu, tapi kamu harus ingat. Aku akan selalu ada saat kamu butuh, setelah kamu selesai dengan duniamu aku yakin kamu akan kembali padaku, " Raihan malah mendadak yakin kalau Adisty adalah miliknya.
"Boleh aku peluk kamu untuk yang terakhir kalinya, " pinta Raihan.
Adisty pun mengangguk, ia rasa itu tidaklah masalah. Lagian ini hanya sekali, mereka memang seharusnya membicarakan hal yang dulu harusnya mereka bicarakan agar hubungan mereka tidak berhenti di tengah jalan.
Raihan melepaskan pelukannya, " Dulu aku juga ingin berterima kasih sama Alya, jadi aku meluk dia. Maaf yah kalau dulu aku gak bisa jelasin ini sama kamu, " ucap Raihan yang membicarakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Aku juga minta maaf karena mengambil keputusan secara sepihak dan tanpa bicara dulu sama kamu, aku sekali lagi minta maaf, " Adisty merasa dulu juga adalah salahnya yang tak mau mendengarkan Raihan.
"Sudahlah sekarang semuanya sudah berlalu, " Raihan berdiri dan bermaksud memanggil Rossy tapi yang masuk duluan bukanlah Rossy.
__ADS_1
"Kalian abis ngapain berduaan? " tanya Kelvin yang melihat Adisty di sana tengah berduaan bersama dengan Raihan.
"Aku abis bicara sama Raihan, menyelesaikan apa yang memang seharusnya aku selesai beberapa tahun lalu, " balas Adisty.
Kelvin tersenyum lalu duduk di samping Adisty, " Bagus deh, " ucap Kelvin.
"Aku ke luar dulu yah sama Rossy, " Raihan merangkul Rossy dan pergi meninggalkan Adisty dan Kelvin di kamar itu berdua.
"Bagaimana sekarang semua sudah selesai? apakah kamu sudah lega? " tanya Kelvin.
"Sudah jauh lebih baik, makasih yah selalu mau mengerti aku, " balas Adisty sambil memeluk Kelvin dengan sangat erat.
"Aku berencana mempercepat pertunangan kita, apakah kamu setuju? " tanya Kelvin.
"Apapun itu asalkan yang terbaik untuk kita aku setuju-setuju saja, " balas Adisty sambil tersenyum ke arah Kelvin.
"Ya sudah nanti kita bicarakan semua ini dengan kedua orang tua kita, " ujar Kelvin.
Di luar Raihan pergi ke tempat para sahabat nya yang sedang menikmati tampilan demi tampilan yang berada di panggung ini.
"Adisty sama siapa? " tanya Max sambil melihat Raihan.
"Sama pacarnya, " balas Raihan datar tanpa menatap Max, ia menatap lulus ke arah panggung.
"Oh bagus deh, " ucap Max.
"Kok aku gak liat Kelvin datang sih? " tanya Mira pada Max.
__ADS_1
"Iya aku juga gak liat dia datang, " balas Max yang juga tak tau kapan kedatangan Kelvin.
"Sudahlah itu tidak penting, " timpa Andra ketus.