Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
47,Penjelasan


__ADS_3

Reihan dengan keadaan terburu-buru pergi ke rumah Adisty, namun di sana hanya ada pembantu rumah tangganya, dan pembantu nya bilang kalau ia tidak tau kemana pergi majikan nya.


Reihan kembali naik ke mobilnya di dalam mobil ia terus memukuli setir mobil, ia hari ini benar-benar kesal, kenapa ia tidak sadar dan tau ini sejak dulu, ia merasa kesal dengan dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga Adisty.


Ia menyesal kenapa ia tidak cari tau ini sejak dulu, kenapa harus sekarang ini ia tau, Reihan menarik nafasnya Dalam-dalam dan mulai mencari cara untuk bisa bertemu dengan Adisty.


Hingga akhirnya ia menemukan ide, ia harus pergi mencari Max karena hanya dia satu-satunya harapan ia saat ini, karena kalau menelpon atau mengajak Adisty nya langsung, Adisty tidak akan mau.


Raihan mengajak Max untuk bertemu dan membicarakan tentang Adisty, setelah ia berhasil menelpon Max, kini ia mulai pergi sebuah taman, ia rasa kalau di tempat terbuka akan jauh lebih enak.


Setelah sampai di taman, Raihan langsung duduk di kursi taman ia menunggu kedatangan Max, selang beberapa menit berlalu akhirnya Max datang, Max sebenarnya tau apa yang akan Raihan katakan. Karena sebelum ini Mira memberitahu Max kalau Mira bicara semuanya pada Raihan.


Tanpa bicara Max langsung duduk di samping Raihan, beberapa detik berlalu mereka saling membisu tak ada yang mau memulai pembicaraan terlebih dahulu.


"Lu bisa jelasin semuanya sama gue? " Ucap Raihan yang mulai membuka bicara, namun tanpa menatap ke arah Max, ia masih menatap ke arah depan dengan tatapan kosong.


"Satu tahun lalu, Adisty di vonis leukimia, ia awalnya hanya bicara pada ku dan juga Mira, ia bahkan enggan berbicara pada orang tuanya, kalau bukan karena kamu juga Adisty mungkin tidak akan bicara padaku, ia meminta ku untuk berpura-pura selingkuh agar kamu benci padanya.


Ia sudah menyerah dengan kehidupan nya, selama ini ia hanya hidup tanpa semangat, gue emang selalu liat dia ketawa, namun tak pernah liat dia sebahagia saat dulu bersama lu, lu harus tau selama ini dia selalu memperhatikan lu dari jauh, dia selalu tersenyum saat liat lu ketawa sama temen-temen lu.


Gue mau minta sama lu jaga Adisty, karena dia sangat sayang sama lu, " jelas Max sambil menepuk pundak Raihan dan menatapnya.


Reihan memeluk Max, ia meminta maaf pada Max karena telah berpikir negatif pada mereka.

__ADS_1


"Udah jangan peluk gue terlalu lama, gak enak nanti di liatin orang, takutnya banyak yang berpikiran aneh sama kita, " ucap Max sambil tertawa.


Reihan melepaskan pelukannya sambil tertawa, " Adisty dimana? " tanya Reihan.


Max memberikan alamat rumah sakit Adisty, mereka akhirnya pergi berdua melihat Adisty ke rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit Max langsung mengantarkan Reihan ke kamar rawat Adisty.


Rupanya Adisty sedang tertidur, di sana juga ada orang tua Adisty, Raihan bersalaman dengan kedua orang tuanya, Raihan menatap Adisty dari balik kaca besar.


Ia belum di persilahkan masuk karena Adisty sedang istirahat, takutnya menggangu istirahat nya Adisty, tanpa sadar saat Raihan menatap ke arah Adisty yang sedang tertidur lelap ia menangis, ia menjatuhkan air matanya.


Reihan di suruh duduk oleh Max, agar Raihan sedikit tenang dan tidak terlalu panik.


Sementara itu di tempat lain Lily dan Andra telah pindah ke apartemen, mereka sudah memulai hidup barunya di sana. Lily tengah memasak makanan untuk makan malam mereka berdua.


Saat Lily sedang memotong sayuran di dapur tiba-tiba Andra memeluknya dari belakang membuat Lily kaget, " kau ini buat aku kaget saja, " kaget Lily sambil melanjutkan kembali memotong nya.


Lily menghentikan pekerjaannya, ia membalikkan tubuhnya ke arah Andra kini mereka menjadi saling berhadapan dan saling bertatapan.


"Memangnya kau tidak bertemu dengan ku berapa hari, sampai membuatmu rindu padaku, " balas Lily sambil mengerutkan dahinya.


Andra memeluk tubuh Lily dengan erat, " Entahlah aku sangat rindu sama kamu, " ucap Andra sambil melepas kembali tubuh Lily.


kini mereka menjadi saling bertatapan, jarak mereka sudah sangat dekat bahkan Andra memegang pinggul Lily dengan posesif. Lily menutup matanya sedangkan Andra ia mendekatkan wajahnya ke wajah Lily.

__ADS_1


Saat jarak mereka sudah sangat dekat bahkan hidung mereka sudah beradu, Tiba-tiba ponsel milik Lily berbunyi membuat mereka menjauhkan tubuhnya, dan Lily pergi mengangkat telponnya.


"Ah ganggu aja, kenapa gak kamu bisukan aja sih, " umpat Andra kesal, acara romantis nya jadi gagal total.


"Bentar napa sayang, " balas Lily, ia kini mengangkat telponnya, namun tiba-tiba ia menjatuhkan telponnya setelah orang yang berada di sebrang telpon membicarakan maksud nya menelpon mereka.


"Kamu kenapa? " tanya Andra panik saat melihat ekspresi Lily yang kaget dan juga panik.


Lily langsung mematikan telponnya lalu menatap Andra, dengan wajah yang masih panik dan tidak menyangka. Lily menceritakan apa yang ia dengar tadi, Andra pun jadi ikut semakin kaget.


Tanpa memikirkan apapun lagi mereka langsung pergi ke rumah sakit, rupanya yang tadi menelpon mereka adalah Max, Max membicarakan apa yang sebenarnya terjadi pada Adisty, Max rasa sudah saatnya mereka tau yang sebenarnya, Max sudah tidak tega melihat Adisty yang pada dasarnya saat ini ia sangat butuh dukungan.


Sesampainya mereka di rumah sakit, Mereka langsung menghampiri Max dan juga Reihan, mereka masih menunggu Adisty yang masih belum sadar juga, rupanya di sana juga sudah ada Mira, tapi Max membawa Mira ke sana.


"Kenapa lu baru bilang ini sekarang sama kita?" ucap Lily kesal sambil menatap Max dengan tatapan kesal, ia juga memeluk Andra sambil menangis.


"Gue terpaksa gak bicara sama kalian, karena Adisty yang minta, " balas Max yang rupanya juga merasa menyesal.


"Ya lu bisa bilang sama kita tanpa Adisty tau, " balas Lily sambil terus menangis.


"Tolong jangan salahkan Max, kita berdua gak punya pilihan lain selain menyembunyikan ini, karena Adisty pernah ngancam kita kalau kita bilang sama kalian dia akan mogok minum obat, " Mira merasa ini bukan semuanya salah Max, Max hanya menbatu permintaan Adisty saja.


"Jangan ribut ini rumah sakit, " timpa Reihan dengan tegas.

__ADS_1


Tiba-tiba dokter datang dan bilang pada mereka kalau Adisty sudah bangun dan bisa di jenguk, Max masuk bersama Mira terlebih dahulu untuk coba menjelaskan kalau Raihan dan yang lainnya sudah tau tentang kondisi Adisty.


Sedangkan keluarga Adisty di suruh pulang untuk istirahat, karena mereka baru saja pulang dari kantor.


__ADS_2