
Hari sudah mulai pagi dan pada pagi ini semuanya sudah mulai kembali sibuk mempersiapkan pernikahan Adisty, Adisty juga saat ini sedang merias dirinya di bantu oleh beberapa MUA profesional.
Adisty minta make-up nya agar tak terlalu tebal, ia mau biasa saja. Saat ini waktu baru menunjukkan jam setengah enam sore, Lily dan Mira juga sedang merias dirinya di bantu oleh Asisten-asisten MUA tersebut.
Semua memakai pakaian yang sudah di sediakan tim yang mengurus pernikahan ini, jadi mereka semua hanya tinggal memakainya. Tapi tidak dengan gaun yang Adisty pakai, gaun itu di kirim langsung dari Perancis tantenya Adisty yang seorang desainer memberikan itu untuk kado pernikahan Adisty dan Raihan.
Dia barengi dengan jas yang akan di pakai Raihan juga sama dari Perancis, jas beserta celana dan kemejanya berwarna putih sedangkan dasinya berwarna hitam pekat.
Sedangkan gaun Adisty berwarna biru dan putih, namun lebih identik warna putihnya di bandingkan warna biru. Sedangkan warna dekorasi tempat pernikahan Adisty dan Raihan berwarna biru langit dan warna putih namun ada beberapa balon yang juga berwarna hitam.
Adisty sebenarnya mau semuanya berwarna hitam, tapi ayahnya melarang hal itu akhirnya Adisty minta warna biru, putih dan hitam, tapi hitamnya hanya sebagai pelengkapnya saja bukan warna utamanya.
Di kamar Adisty ia masih terus di rias, ia belum menggunakan gaun pengantinnya, "Mba kayaknya calon suami nya baik banget yah, " ucap sang MUA yang saat ini merias Adisty.
"Raihan emang baik banget, aku sangat beruntung mendapatkan dia, " balas Adisty yang memang sangat beruntung mendapatkan Raihan.
"Saya saja yang baru melihat Raihan sekilas sudah bisa menebak kalau ia baik sama mba, tau tapi kalau sama orang yang bakalan nyakitin mba, kayaknya dia bakalan mendadak jadi jagoan deh, " ujar wanita itu kembali yang mencoba membuat suasana ini menjadi tak terlalu canggung.
"Bisa aja sih, " balas Adisty sambil tersenyum ia menganggap ucapan wanita itu terlalu berlebihan.
"Nama kamu siapa? " tanya Adisty.
"Nama saya Intan, " balas Intan.
"Oh intan yah, kamu udah punya suami? " tanya Adisty kembali.
"Enggak saya masih singel, " balas Intan sambil tersenyum.
"Saya harap suatu hari nanti kamu kamu cepetan nyusul aku, " ucap Adisty.
"Doakan saya yah mba, semoga saja aku memang akan segara mendapatkan jodoh seperti mba mendapatkan Raihan, " balas Intan yang memang sudah berharap punya pacar.
"Iya nanti saya doakan, " ucap Adisty.
"Sepertinya mba memang beruntung yah bisa dapatkan pria seperti Raihan? " tanya Intan kembali sambil terus merias wajahnya Adisty.
"Saya tak bisa membantah hal itu, saya memang sangat beruntung karena telah mendapatkan Raihan, " balas Adisty yang memang beruntung bisa mengenal dan menjadikan Raihan sebagai suaminya.
__ADS_1
"Semoga semuanya lancar, " ucap Intan.
Di kamar lain saat ini Raihan juga sedang bersama dengan orang yang membuat Raihan menjadi tambah tampan.
"Mas kayaknya calon istri mas cantik sekali yah, " ucap orang yang membantu Raihan tersebut.
"Iya, " balas Raihan singkat, jika boleh jujur ternyata saat ini Raihan pun merasakan yang namanya grogi.
"Rey udah siap belum? " tanya kedua temannya yang langsung duduk di sofa sambil memperhatikan Raihan yang sedang berganti pakaian.
"Belum, " balas Raihan seadanya.
"Max, lu liat deh mukanya. tegang bener, " ucap Andra pada Max sambil menunjuk wajahnya Raihan yang saat ini sedang tegang.
"Bukan main, " balas Max sambil tertawa kecil.
"Ternyata tuh orang bisa tegang juga yah? " tanya Andra.
"Kan ini urusannya menyangkut kehidupan masa depannya, " balas Max.
"Oh, gue jadi inget dulu kalau kita lagi mau nyerang orang. Pasti dia yang maju paling duluan tanpa rasa takut sama sekali, eh sekarang cuman mau nikah aja tegangnya minta ampun, " Andra terus saja meledek Raihan.
"Iya deh terserah lu deh, " ucap Andra sambil terus menatap wajah tegangnya Raihan.
Beberapa menit kemudian Raihan sudah selesai mempersiapkan diri, jadi akad nikah Adisty tak akan diadakan di gedung melainkan di sebuah masjid yang berada di samping penginapan tersebut.
Tapi Adisty tak akan ke sana melihat akad nikahnya, Adisty hanya akan menunggu beres di gedung yang akan menggelar acara resepsinya.
Awalnya Adisty mau menemui Raihan saat akad nikah, tapi Ayahnya melarangnya dan meminta Adisty untuk ikuti saja apa yang ia mau dan jangan banyak tanya.
"Kita mau ke mesjid sekarang, maka ikuti saya, " ucap seorang pria yang akan mengantar Raihan menuju mesjid.
"Baiklah, " balas Raihan, kini Raihan mulai berjalan menuju masjid dengan teman dan keluarganya.
Setelah sampai di sana semua saksi wali dan yang lainnya sudah menunggu Raihan, Raihan langsung duduk di depan ayahnya Adisty. Pengucapan akad nikah ini akan segera di lakukan mereka sudah tak mau menunggu waktu lama lagi.
"Baiklah karena mempelai prianya sudah berada di sini kita mulai saja semuanya sekarang, " ucap salah seorang pria yang berada di dekat Raihan.
__ADS_1
"Baiklah kita mulai saja, " balas ayahnya Adisty sambil mempersilahkan penghulu untuk memulai pernikahan ini.
Di tempat lain Adisty saat ini sedang takut, ia takut kalau Raihan akan salah bicara atau apalah semua kemungkinan buruk tentang pernikahannya saat ini menyerang otaknya.
"Adisty lu bisa diem gak? " tanya Lily yang mulai lelah melihat Adisty terus bulak balik sedari tadi.
"Aku lagi grogi diem, " balas Adisty yang tetap tak mau duduk.
Akhirnya Mira memaksa Adisty untuk duduk terlebih dahulu di kasur atau dimana pun, tapi kali ini Mira mendudukkan Adisty di kasur.
"Nanti juga kamu bakalan berdiri terus, jadi jangan buang-buang tenaga, " ucap Mira pada Adisty.
"Tapi, tapi aku takut, " balas Adisty yang tetap merasa takut.
"Kau tenang saja, semuanya akan berjalan dengan lancar, " ucap Mira meyakinkan Adisty untuk jangan terlalu banyak gerak.
"Iya nanti lu malah pingsan sebelum waktu nya, " balas Lily.
"Emang kapan waktunya pingsan? " tanya Mira sambil menatap Lily.
"Nanti malam, " balas Lily sambil tertawa.
"Lu kalau bicara gak usah ngaco deh, " ucap Adisty sambil memukul keningnya Lily.
"Sakit, " balas Lily sambil memegang keningnya.
Tiba-tiba telpon Adisty berbunyi, seseorang memberitahu kalau pernikahan Adisty sudah selesai, Raihan sudah mengucapkan akad nikahnya dengan sangat lancar bahkan hanya dengan sekali percobaan saja.
"Keren juga tuh anak, " ucap Lily yang merasa Raihan sangat hebat bisa melakukan hal itu.
Adisty akhirnya sudah merasa lega dan tenang, " Ye akhirnya aku nikah juga, " ucap Adisty kegirangan sambil memeluk Mira dan Lily.
"Ih lepasin napa, " ucap lily sambil berusaha melepaskan pelukan Adisty.
Adisty melepaskan pelukannya lalu berdiri, " Kalian berdua makasih yah udah mau nemenin aku, " ucap Adisty kegirangan.
Adisty memang saat ini sudah berada di gedung yang akan menjadi tempat resepsi pernikahannya, tadi ibunya Adisty juga mengirimkan vidio di saat Raihan mengucapkan ikrar suci itu.
__ADS_1
Adisty saat ini sudah benar-benar sangat bahagia bahkan sangat bahagia.