
Raihan sebenarnya tak mau acara pertunangannya di percepat apalagi bertepatan dengan pertunangan Adisty, ia mau menghadiri pertunangan Adisty itu.
Raihan saat ini sedang berada di kantin bersama dengan Rossy, ada beberapa hal yang ingin ia tanyakan pada Rossy tentang kenapa pertunangannya malah di percepat.
"Pertunangan kita kenapa di percepat? " tanya Raihan sambil menatap Rossy.
Rossy menghentikan makannya lalu menatap Raihan, " Papah ku bilangnya karena minggu depan dia gak bisa hadir, " balas Rossy.
"Emang gak bisa gitu hari sabtu nya? " tanya Raihan kembali.
"Aku gak tau kalau masalah itu, " balas Rossy yang tak tau kenapa ayahnya mau pada hari minggu nya.
"Kamu bisa bilang gak sama papah mu untuk hari sabtu nya aja, " pinta Raihan.
"Aku gak bisa Rey, soalnya setau aku ibuku udah mesan semua nya itu pada hari minggu. Aku gak mungkin buat ibuku kembali mengerjakan hal itu, " ucap Rossy yang tak bisa menganti hari pertunangan nya lagi.
"Ya sudahlah kalau memang gak bisa, " balas Raihan yang kembali melanjutkan makannya.
"Emangnya kenapa kamu gak mau hari minggu? " tanya Rossy yang heran dengan permintaan Raihan.
"Gak kenapa-napa, " balas Raihan yang sepertinya Rossy tak perlu tau akan alasannya.
"Ya udah, " Rossy kembali melanjutkan makannya. Yah walaupun ia masih penasaran dengan alasan Raihan kenapa tak mau hari minggu, tapi ia juga tak bisa berharap kalau Raihan akan memberi tahunya.
Setelah beberapa menit berlalu akhirnya mereka selesai makan dan kembali ke tempat mereka bekerja, malam ini Rossy mengajak Raihan untuk pergi ke mall. Ada beberapa hal yang ingin Rossy beli di mall, ia juga ingin main di mall nanti.
"Rey, " panggil Rossy sebelum akhirnya mereka akan berpisah, karena tempat mereka bekerja itu terpisah.
"Iya apa? " tanya Raihan sambil menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Rossy.
"Nanti malam ke mall yuk, " ajak Rossy.
"Ok, " balas Raihan singkat.
"Ya udah, nanti aku tunggu, " ucap Rossy yang kembali melanjutkan langkahnya.
Raihan pun ikut melanjutkan langkahnya karena jam makan siang seperti nya akan segera berakhir, Raihan harus kembali bekerja. Orang tua Rossy berjanji kalau Raihan sudah menikah dengan Rossy ia akan menaikan jabatan Raihan menjadi sama dengan Rossy.
Di tempat lain Lily saat ini sedang bermain dengan Liana, Lily saat ini sedang bahagia karena pada akhirnya Liana sudah bisa bicara yah walaupun hanya beberapa kata saja, tapi itu pun sudah membuat Lily sangat senang.
__ADS_1
Kemarin Lily dan Andra sudah membelikan beberapa mainan untuk Liana, beberapa boneka dan juga pakaian bonekanya.
"Hay sayang ku, nih kamu liat mamah belikan kamu mainan, " ucap Lily sambil menunjukkan boneka Barbie pada Liana.
"Ma-mamah, " ucap Liana kegirangan.
"Ah aku harus cepat bilang sama Andra, kalau misalkan Liana udah bisa bicara, " ujar Lily kegirangan.
"Bo-beneca, " ucap Liana kembali sambil mengangkat-ngangkat bonekanya.
Di tempat lain Adisty dan Kelvin pun sudah pulang, saat ini mereka tengah berada di apartemen yang di tempati Kelvin.
"Sayang malam ini kamu mau kemana? " tanya Adisty yang saat ini ada di pangkuan Kelvin.
Mereka sedang berada di sofa dan sedang menonton acara televisi.
"Emangnya mau apa? " tanya Kelvin sambil menatap Adisty.
"Aku mau main sama kamu, " balas Adisty.
"Main apa lagi? kita kan seharian ini udah main, " tanya Kelvin.
"Iya deh aku mau, tapi mainnya kemana? " Akhirnya Kelvin menyetujui ajakan Adisty untuk main.
"Kemana aja lah, yang penting kita nanti malam pergi ke luar, " balas Adisty sambil kembali tersenyum ke Kelvin.
"Iya, " jawab Kelvin singkat.
Kini mereka kembali melanjutkan acara nonton televisinya.
Beberapa jam kemudian, tadinya Adisty mau pulang dulu tapi ia malah malas untuk pulang. Jadinya ia malah tidur di apartemen Kelvin.
Ponsel Kelvin mendadak berbunyi, Kelvin buru-buru ke kamar mandi untuk mengangkat telpon itu.
"Ada apa sih? " tanya Kelvin pada orang yang berada di sebrang telponnya.
"Kapan kau akan kembali ke Amerika? " tanya balik orang itu.
"Aku sudah bilang padamu, kalau aku akan kembali besok, " balas Kelvin. Namun terlihat dari raut wajahnya Kelvin saat ini sedang kesal.
__ADS_1
"Aku tunggu kau di sini, " ucap orang itu kembali sambil mematikan telponnya.
Kelvin kembali keluar dari kamar mandi tersebut dan langsung duduk di samping Adisty yang masih tertidur pulas, " Aku minta maaf padamu, " ucap Kelvin pada Adisty.
Setelah beberapa menit kemudian Adisty membuka matanya dan memeluk Kelvin yang berada di sampingnya, " Sayang sekarang jam berapa? " tanya Adisty sambil menatap Kelvin.
"Udah mau sore yang, " balas Kelvin.
Adisty melepaskan pelukannya lalu dirinya duduk di sebelah Kelvin, " Malam ini jadi kan? " ucap Adisty yang menanyakan hal itu lagi pada Kelvin.
"Iya sayang jadi kok kamu tenang aja, " balas Kelvin.
"Ya udah aku mandi dulu yah, " Adisty turun dari kamar itu lalu pergi ke arah kamar mandi.
Sedangkan saat ini Kelvin malah tidur di kasur itu, entah kenapa rasa kantuk nya saat ini malah terasa.
Di tempat lain Raihan dan Rossy sedang berada di perjalan pulang, Raihan mengantarkan Rossy ke rumahnya.
"Nanti malam aku tunggu yah, jam 7 malam, " ucap Rossy yang kembali mengingatkan itu pada Raihan ia hanya tak mau Raihan lupa akan hal itu.
"Iya aku ingat kok, aku kan gak mungkin lupa akan hal seperti itu, " balas Raihan.
"Baiklah, " ucap Rossy senang.
Setelah perjalan yang cukup jauh akhirnya Raihan sudah sampai di depan rumahnya Rossy, Rossy langsung turun dari mobil Raihan.
"Kamu gak mau ke rumah ku dulu? " tanya Rossy sambil melihat Raihan dari jendela kaca mobil.
"Gak usah, aku mau mandi dan siap-siap untuk nanti malam, " balas Raihan sambil tersenyum dan menatap Rossy.
"Baiklah kalau memang begitu, hati-hati di jalannya yah, " ucap Rossy sambil melambaikan tangannya ke arah Raihan.
"Dah aku pergi dulu, " balas Raihan yang juga membalas lambaian tangannya Rossy, kini Raihan sudah memajukan mobilnya dan sudah mulai ke luar dari halaman rumah Rossy.
Sebenarnya saat ini Raihan merasa sedih karena tak bisa menghadiri pertunangan Adisty padahal ia ingin sekali melihat Adisty bahagia walaupun bukan dengan dirinya, tapi yah mau bagaimana lagi. Ia tak bisa memaksa Rossy untuk mengundur atau mempercepat pertunangan nya.
Sebenarnya Raihan masih tak tau apakah yang ia lakukan saat ini memang sudah tepat, tapi Max malah selalu meminta Raihan untuk berhenti dengan apa yang ia lakukan saat ini.
Max bilang pada Raihan kalau apa yang di paksakan tak banyak yang berakhir dengan kesedihan, Max juga bilang ia hanya kasihan pada Rossy. Karena kenyataan nya yang akan paling menderita nanti adalah Rossy.
__ADS_1