Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
42,Keributan di kantin Sekolah


__ADS_3

"Ah lu mah malah liatin mulu, WOY YANG DI LUAR TOLONGIN NAPA! " teriak Adisty ia sudah sangat benar-benar takut.


Tiba-tiba Max datang dengan panik ke ruangan itu, "Ada apa? " Tanya Max yang sudah sangat panik, ia pikir Adisty jatuh atau kondisi nya drop.


Namun saat Max masuk ia sangat keheranan melihat keadaan di dalam sana, dimana Adisty tengah berdiri di atas kasur sedang di depannya ada Reihan yang sedang cengengesan melihat Adisty.


"Itu ada kecoa di sana, " Adisty menunjukkan kecoa yang berada di dekat lemari kayu di pinggir tempat tidur.


Tanpa bicara Max langsung mengambil kecoanya dan membuangnya ke tong sampah, sementara itu Reihan masih kesal dengan Max, ia langsung keluar dari ruangan itu dengan gaya sombongnya.


Setelah Reihan keluar Adisty kembali duduk di kasurnya sambil bernafas lega, " Dasar cowok rese, " umpat Adisty pada Raihan.


Max duduk di depan kasur Adisty dan menatap nya, " Kenapa ada apa lagi sih? " tanya Max.


"Ah tau rese tu anak, masa aku minta tolong dia gak mau, aku kan jadi kesel, nama dia cuman liatin doang lagi, apa emang dia udah benci banget yah sama aku, " Ucap Adisty kesal sambil memoyongkan bibirnya.


"Udahlah, kamu mau tidur? atau mending pulang aja? " balas Max.


"Aku mau ke kantin aja lah laper, lu kok gak masuk? "


"Tau gurunya lagi rapat kali, " Balas Max.


"Ya udah ke kantin aja lah yuk, mumet rasanya di sini sendirian, " Ajak Adisty, sambil turun dari kasur nya.


"Muka lu pucet banget, gak lemes apa? " Mac khawatir dengan kondisi Adisty, karena ia terlihat sangat pucat hari ini.

__ADS_1


" Bentar, " Adisty pergi ke depan cermin yang berada di samping lemari kayu, lalu ia mengeluarkan lipbalm yang agak berwarna merah muda sedikit, lalu ia mengoleskan itu pada bibirnya.


Sementara itu di tempat lain Reihan sudah berada di kantin lebih dulu, tentunya bersama dengan Dilla, namun kali ini di temani oleh Andra.


"Lu kenapa sih Rei? " tanya Andra, ia rasa Raihan sedang kesal.


"Gue gak nyangka temen gue yang udah gue anggap sebagai sahabat, malah nusuk gue dari belakang, " balas Raihan tanpa melihat ke arah Andra, sambil tersenyum kecut, ia saat ini sangat benar-benar kesal dengan Max dan juga Adisty. Bagaimana bisa Adisty selingkuh di belakang nya? ia yakin kalau Adisty memang sedang selingkuh dengan Max.


"Lu tanya dong mereka baik-baik, mungkin aja mereka gak kayak yang lu pikirin, " Usul Andra, ia mencoba Raihan untuk berpikir positif saja.


"Gimana kita gak mau berpikir positif orang mereka berpelukan kok di taman belakang sekolah, " balas Dilla mengompori Reihan.


Sekarang Raihan menjadi semakin yakin, karena ia juga melihat Adisty dan Max berjalan bersama menuju kantin, sambil Max merangkul Adisty lagi.


"Udahlah Rey gak usah mikirin wanita itu, bisa-bisanya ia sok polos di depan kita eh tau nya dia gitu penghianat, " Timpa Dilla sambil tersenyum kecut dan juga melihat Max dan Adisty.


Namun entah kenapa Andra yakin kalau Max dan Adisty tidak mungkin melakukan itu, namun ia juga tidak punya bukti untuk membela mereka di sini, jadi ia memilih untuk diam saja. Max dan Adisty duduk di meja yang berada tidak jauh dari tempat Reihan duduk, Raihan terus menatap tajam mereka.


"Lu mau pesen apa?" tanya Max sambil tersenyum ke arah Adisty, ia tau kalau Raihan ada di sana dan tengah memperhatikan mereka, jadi tadi Adisty meminta Andra untuk berprilaku seperti seseorang yang sedang pacaran.


"Mau jus doang deh, eh tapi sama snack nya dua," Balas Adisty.


"Ya udah aku pesenin kamu tunggu di sini, jangan ngilang kamu kan kecil nanti aku susah nyarinya, " Ucap Max sambil tersenyum dan pergi meninggalkan Adisty.


Saat Raihan mengalihkan pandangan nya, Adisty melirik nya sebentar, tanpa sadar ia menjatuhkan air matanya, namun dengan cepat ia langsung menghapus air mata itu menggunakan punggung tangannya sebelum ada orang yang tau.

__ADS_1


"Idih udah pasti ini mereka selingkuh, " Ucap Dilla pada Raihan, rupanya Dilla juga memperhatikan mereka.


"Gue samperin tuh cewek yah? harus gue beri pelajaran tuh kayaknya gak terima gue sahabat gue digituin, " Dilla berdiri dari tempatnya, namun Andra menahannya.


"Gak usah napa sih, ini bukan urusan lu, lagian si Reihan nya aja gak papa kok, " Andra mencoba menahan Dilla agar tidak pergi.


"Rei, gak papa kan kalau gue marahin dia? lagian seenaknya sih tu cewek, " Bukannya menjawab ucapan Andra, Dilla malah bertanya pada Raihan.


Tanpa di sangka, Raihan mengangguk pertanda kalau Dilla boleh memarahi Adisty.


"Lu bisa liat kan, " Dilla berbalik ke arah Andra lalu melepas tangannya dengan kasar.


Dilla berjalan mendekat ke arah meja Adisty, sementara itu Andra benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang Raihan lakukan kali ini.


"Lu gila yah?" tanya Andra tak habis pikir kenapa Raihan langsung seperti ini, kenapa ia tidak berpikir dewasa kalau benar-benar Adisty tidak mencintai nya kenapa tidak pergi dari dulu, saat Adisty tau kalau Raihan masih mencintai Bulan.


"Ngapain lu bilang gue gila, gue gak gila, dia yang gila, toh dia kok yang selingkuh dia berhak mendapatkan hinaan, dia juga udah ngehina gue kok walaupun tidak langsung, " Balas Raihan kecut, ia juga saat ini tengah memperhatikan Dilla dan Adisty.


Dalam hati kecilnya ia memperhatikan ini bukan untuk melihat Adisty di hina oleh Dilla melaikan, kalau Dilla sudah sangat keterlaluan maka ia akan membawa nya dan melerai nya. Andra kembali duduk dan melihat ke arah mereka, rupanya Andra juga tidak bisa apa-apa, lagian Andra juga tau kalau Adisty bukan wanita lemah.


Adisty tengah memainkan ponsel nya, Tiba-tiba seseorang berdiri di sampingnya dan mengambil ponsel Adisty, Adisty hanya menatap orang itu dengan tatapan datar.


"Bagus yah, muka aja polos tapi kelakuan kayak orang yang gak berpendidikan, terus lu selama ini sekolah ngapain aja? " ucap Dilla dengan sinis, sambil menatap Adisty kecut dan tersenyum meremehkan.


Semua orang kini tengah menatap mereka, mereka pikir akan ada pertunjukan yang hebat saat ini, apalagi guru sedang rapat jadi mereka tidak akan ada yang merelai. Sementara itu Max yang tengah membeli snack pun langsung berlari ke arah mereka, ia juga mendengar orang-orang sudah mulai membicarakan mereka. Max berdiri di samping Adisty, ia menaruh makanan dan juga jus nya terlebih dahulu di meja.

__ADS_1


__ADS_2