Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
Acara Perpisahan


__ADS_3

Hari sudah mulai pagi dan pada pagi ini di luar masih ada acara perpisahan, yang di pimpin oleh April sebenarnya yang harusnya menjadi ketua itu adalah Raihan. Karena kan dulu Raihan adalah ketua OSIS tapi Raihan malah menolaknya dan tak mau melakukan hal itu.


Jadi mau tak mau harus ada yang menggantikan nya dan pada saat itu April mau menjadi pengganti Raihan menjadi ketua.


Adisty juga berada di sana, pagi ini tubuhnya membaik dia saat ini di temani oleh Kelvin dan yang lainnya. Adisty duduk di kursi yang di bawa oleh Max dari dalam villa, ia khusus membawakan kursi itu untuk Adisty.


"Dingin banget ih gila, " ucap Lily sambil memeluk Liana.


Adisty juga menggunakan jaket yang sangat tebal, karena entah kenapa pagi ini udaranya lebih dingin dari pagi kemarin.


"Iya gue juga ngerasa dingin pagi ini, " ucap Max yang juga merasa kedinginan.


Raihan dan Rossy juga berada di sana bersama dengan yang lainnya, sedari tadi Raihan terus merangkul Rossy yang juga tengah kedinginan.


Kelvin berjongkok di depan Adisty, " Kamu dingin gak? " tanya Kelvin lembut.


"Gak terlalu kok, " balas Adisty yang merasa tak terlalu dingin, karena dia juga kan pakai jaket tebal kali ini. Menurutnya itu sudah cukup membuatnya hangat.


"Kalau masih dingin kamu bilang aja yah, nanti kita masuk aja, " ucap Kelvin yang kembali bangun dan memegang pundaknya Adisty.


"Baiklah semuanya, kita mulai saja acara penutupan kita hari ini, " ucap April yang sudah berada di panggung dengan menggunakan pengeras suara.


"Untuk kalian yang hadis di sini saya selaku ketua acara ini mengucapkan Terima kasih yang sebanyak-banyaknya tanpa kehadiran kalian semua ini tak akan berjalan dengan lancar, " pertama-tama April berterimakasih pada mereka yang datang ke tempat ini.


"Dulu saat masa sekolah banyak sekali kenang-kenangan yang tak mudah kita lupakan, entah itu tentang pertemanan, percintaan dan juga masih banyak lagi kenangan manis kita saat di sekolah, " lanjut April.


Saat April mengucapkan kata percintaan Adisty dan Raihan tak sengaja saling tatapan, namun mereka kembali mengalihkan tatapannya.


"Percintaan kalian, atau persahabatan kalian ada juga yang sampai sekarang, saya doakan kalian cepat menikah dan hidup bahagia. Bagi yang belum menikah yah, tapi yang udah nikah juga gak papa kok kalau di bolehin mah nikah lagi, " canda April yang membuat mereka yang mendengar itu tertawa.


"Kepada ketua OSIS adalah yang mau di sampaikan di sini, eh maksud ku mantan ketua OSIS, " ucap April sambil menatap Raihan.

__ADS_1


Semua mata kini menatap Raihan dan berharap Raihan akan bicara sepatah kata apapun itu, tapi Raihan sendiri malah menatap ke arah Rossy.


"Bicara saja, " ucap Rossy yang mempersilahkan Raihan untuk bicara di depan.


"Tapi aku gak mau, " balas Raihan yang tak mau bicara di depan.


Tapi ia menatap sekilas pada Adisty dan Adisty tersenyum sambil mengedipkan matanya, lalu Raihan mendadak mau bicara di depan.


"Katanya tadi gak mau? " tanya Rossy yang melihat Raihan berjalan menuju panggung.


Setelah berada di panggung Raihan langsung menatap mereka yang memperhatikannya, ada rasa sedih tersirat di hatinya Raihan saat ini tapi ia juga tak tau rasa sedih itu karena apa.


Entah karena ini akan selesai dan mereka akan berpisah hari ini, ataukah ia sedih karena hari ini ia akan kembali berpisah dengan Adisty lagi. Sebelum ia berbicara ia menarik nafasnya dalam-dalam dan mulai bicara.


"Saya sebagai ketua OSIS kalian dulu, saya hanya ingin berterimakasih atas keberhasilan reuni tahun ini. Saya juga ingin minta maaf pada kalian kalau dulu saya agak terlalu dingin pada kalian, " ucap Raihan.


"Bukan agak dingin lagi, udah kayak kulkas berjalan tau gak lu Rey dulu, " ucap seseorang yang berada di bawah.


"Sudah saya ke sini cuman mau menyampaikan hal ini, " sambung Raihan.


"Gak mau cerita kisah cinta kakak gitu, sekalian flashback sama masa lalu. Kita kangen masa-masa saat itu loh, " ucap seorang wanita yang berharap Raihan akan bercerita.


Raihan menatap Adisty yang saat ini tengah tersenyum padanya.


"Kalau aku cerita di sini, nanti tiba-tiba ada produksi yang bakal ngangkat cerita kita lagi kan gawat kalau gitu, " balas Raihan sambil bercanda.


"Ah padahal seru tuh kalau beneran di buatkan filmnya, gue kayaknya bakal masuk banget dalam cerita itu, " ucap yang lainnya.


"Ah sudahlah, aku sudah tidak kuat berdiri di atas panggung aku mau turun saja, " balas Raihan yang langsung turun dari panggung.


Adisty menatap Raihan, " Sudah banyak hal yang berubah dari kamu yah, sekarang kamu jadi lebih hangat lagi sama orang, " gumam Adisty yang senang akan perubahan Raihan.

__ADS_1


"Aku harus benar-benar keluar dari dunia lama ku, sekarang ini lah dunia ku dan Rossy lah masa depan ku, " batin Raihan pun berbicara sambil berjalan dan menghampiri Rossy kembali.


"Aku jadi ingin tau cerita kisah cinta kamu sama Adisty waktu sekolah, " ucap Rossy yang benar-benar ingin tau bagaimana kisah cinta mereka.


"Sudahlah itu akan menjadi kisah cinta yang agak norak dan terlalu ketinggalan jaman, " balas Raihan yang tak mau menceritakan itu kembali, biarlah itu semua tersimpan rapih di hatinya dan juga hatinya Adisty.


Acara penutupan pun selesai, kini semua tengah sibuk membereskan halaman villa tersebut yang saat ini di sana ada banyak sampah dan beberapa kertas yang berjatuhan bekas semalam.


"Aku minta maaf yah soal semalam, " ucap Adisty sambil menatap semua sahabatnya bergantian.


"Minta maaf soal apa? " tanya Mira yang tak tau apa kesalahan Adisty.


"Iya aku minta maaf karena semalam gak bisa tampil dan malah sakit, " balas Adisty.


"Udahlah lagian itu bukan kemauan kamu juga kan? " ucap Max yang menganggap itu bukanlah kesalahan Adisty.


"Tapi aku masih merasa bersalah, " balas Adisty yang tetap merasa bersalah.


"Gak udah lebay deh, kita gak papa kok, " ucap Andra agak sarkas.


"Oh iya hari minggu depan kalian kan libur kerja di kantor, bagaimana kalau kalian datang ke pesta pertunangan ku bersama dengan Adisty? " ucap Kelvin memberitahu mereka kalau dirinya akan segera bertunangan dengan Adisty.


"Benarkah? ini beneran kan? " tanya Lily tak percaya.


"Ia bener kok, apa yang di ucapkan Kelvin memang benar. Aku mempercepat hari pertunangan ku bersama dengan Kelvin, " balas Adisty yang membantu menjawab pertanyaan Lily.


Raihan yang mendengar itu sedikit merasa sakit hati, namun ia harus berpura-pura tak ada yang terjadi. Ia sudah memiliki Rossy dan pada kenyataannya mereka juga akan segera menikah.


"ternyata kita udah gak muda lagi yah, udah gak remaja lagi, " ucap Andra.


"Ya pada akhirnya kita akan memilih pasangan hidup kita masing-masing, " balas Lily sambil menatap Andra.

__ADS_1


__ADS_2