
Hari sudah malam dan kini Adisty sedang bersiap-siap pergi ke restoran sendiri, tadi ia minta Raihan untuk tidak menjemputnya, ia hanya masih tak mau berbicara apapun pada Raihan karena masalah tadi.
Adisty hanya ingin Raihan tau kalau dirinya tak pernah suka di bohongi, apapun alasannya. Kebohongan sekecil apapun tetaplah kebohongan, ia tidak peduli kalau Raihan beranggapan dirinya saat ini terlalu berlebihan tapi ia hanya ingin Raihan tau saja.
"Mah aku pergi main dulu yah, " izin Adisty pada ibunya yang sedang berada di ruang keluarga bersama dengan ayahnya.
"Iya, tapi jangan pulang terlalu malam, " balas ibunya.
"Kamu gak sama Raihan sayang? " tanya ayahnya.
"Gak, " balas Adisty singkat sambil langsung keluar dan masuk ke mobilnya.
Setelah berada di dalam mobil Adisty langsung menaiki mobil itu dan pergi dari halaman rumahnya menuju restoran yang sudah ia pesan sejak tadi, saat dirinya sampai ia sudah melihat Lily dan Andra di sana.
Adisty langsung saja menghampiri mereka dan duduk di samping Lily, " Hay, " sapa Adisty.
"Hay, kok cuman sendiri sih? " tanya Lily yang heran kenapa Adisty datang sendiri.
"Mau aja, " balas Adisty yang malas membahas hal itu untuk saat ini.
"Gimana kabar lu baik? " tanya Lily mengalihkan pembicaraan, ia tau bagaimana sahabat ini. Saat ini Adisty sedang tak mau berbicara hal itu dan Lily memakluminya.
"Baik, lu sendiri gimana? udah lama kita gak ketemu yah, " balas Adisty sambil tersenyum ramah pada Lily.
"Yah gak lama-lama banget sih, cuman yah memang terasa lama aja, " ucap Lily.
Tiba-tiba Max dan Mira datang mereka langsung duduk di meja yang kosong, " Apa kabar kalian? " tanya Lily pada mereka yang baru datang.
"Dia Lily dan yang ini Andra, " Max menunjukkan Lily dan Andra pada Mira. Mira pun tersenyum dan langsung menyapa mereka berdua, sedari tadi sebenarnya Mira ingin sekali melihat Raihan.
"Raihan mana? " tanya Max sambil menatap Adisty yang malah cemberut.
"Tau, " balas Adisty singkat.
"Dih kok gitu, " ucap Max sambil menatap Adisty penuh selidik.
__ADS_1
"Lu lagi marahan sama dia? " tanya Andra.
"Tau ah, gue males bahas tuh anak di sini, " balas Adisty yang tetap tak mau membahas Raihan di sini.
Tapi setelah di pikir-pikir Adisty khawatir kenapa Raihan tak kunjung datang juga, padahal Raihan sudah janji padanya kalau misalkan ia akan datang ke sini. Terlebih lagi inikan acara dirinya, kenapa ia malah tidak datang.
"Harusnya kan gue yang marah dan gak datang, kenapa malah dia sih, " gumam Adisty dalam hati sambil memperhatikan pintu masuk, berharap Raihan datang.
"Eh kalian tau gak kalau misalkan geng motor kalian masih aktif? apa jangan-jangan kalian masih aktif juga yah, " tanya Adisty sambil menatap Andra dan juga Max.
"Geng motor? gue denger-denger sih katanya masih aktif tapi tau deh, " balas Max yang benar-benar sudah tidak tau dengan hal itu.
"Gue juga gak tau tuh soal itu, soalnya anak-anak udah jarang hubungi gue lagi, " Andra juga tidak tau soal itu.
"Oh, " balas Adisty sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
"Ya udah kalian pesan dulu makanan! " titah Mira.
Mereka pun memesan makanan, sedangkan Adisty masih berharap Raihan datang. Namun sayang sampai saat ini Raihan belum juga datang atau mungkin Raihan memang tidak akan datang sama sekali, dan itu akan membuat Adisty semakin kesal sama Raihan.
"Entahlah gue gak peduli, " balas Adisty tak peduli, padahal hatinya sangat peduli dengan hal ini.
"Tunggu-tunggu cincin lu mana? " tanya Lily yang sadar kalau cincin pertunangan Adisty dan Raihan tak ada di jarinya Adisty.
"Cincin? " mereka yang berada di sana langsung menatap ke arah Adisty memastikan apa yang di ucapkan Lily.
"Lu punya masalah apa sih? masalahnya emang berat banget yah? " tanya Max yang khawatir dengan hubungan Adisty dan Raihan.
Adisty langsung menatap ke arah mereka, sebenarnya ia ingin bercerita banyak hal saat ini tapi ia tidak mau merusak acara malam ini. Ia tidak mah mengacaukan semuanya, jadi ia lebih memilih ceritanya lain waktu saja.
"Jangan malam ini yah, nanti aku cari waktu yang tepat buat cerita sama kalian. Aku gak mau merusak suasana malam ini kalau sampai aku cerita, " balas Adisty.
"Baiklah kita ngerti kok, " mereka akhirnya mengerti dan tak mau memaksa Adisty untuk bercerita malam ini juga, bagaimana pun itu adalah masalah pribadinya.
Di tempat lain sebenarnya Raihan baru saja selesai membalaskan dendam Akmal, mereka baru menyerang orang yang membuat Akmal meninggal dan kali ini Raihan sedang bersama dengan seorang wanita yang bisa di bilang temannya dalam geng motor ini.
__ADS_1
Mereka sedang duduk di bangku jalan, " Lu kenapa sih malam ini kayaknya sedih banget? " tanya wanita itu sambil menepuk pundaknya Raihan.
"Pacar gue mau masing-masing dulu, " balas Raihan yang tak tau harus cerita sama siapa lagi tentang ini.
"Yang sabar aja napa sih, " ucap wanita itu yang bernama Alya.
"Gue butuh dia saat ini, tapi dia malah gak ada di samping gue. Kehilangan teman sekaligus sahabat itu sangatlah menyakitkan, " balas Raihan.
"Tumben lu melow, ya udahlah mau gimana lagi. Ini semua itu udah takdir dan jalannya Akmal, kita semua bakalan mati. Cuman kita gak tau aja kita kapan mati dan gimana matinya, " Alya mencoba menenangkan Raihan.
"Iya gue tau itu, tapi Adisty gak bakalan mau ngerti semua ini. Gue gak bisa ninggalin ini, tapi Adisty pasti maksa gue buat ninggalin semuanya, " balas Raihan.
"Gue tau cewek itu cuman gak mau lu kenapa-napa, dia cuman gak mau lu bernasib sama kayak Akmal, tapi gue juga tau itu berat untuk lu kalau harus ninggalin ini semua, " Alya mencoba tidak mendukung siapapun kali ini.
"Makasih yah udah mau dengerin gue, gue bakal coba bujuk Adisty deh kalau gitu, " Raihan tiba-tiba memeluk Alya membuat gadis itu mendadak membeku bagaikan es.
"Ya ampun gue lupa, " Raihan menepuk Jidatnya sendiri.
"Ada apa? " tanya Alya.
"Malam ini gue ada janji sama Adisty, " balas Raihan, saat Raihan akan berbalik dan pergi ke restoran ia melihat Adisty sudah berada di belakangnya sedang menangis menatap Raihan.
"Adisty, " ucap Raihan sambil berdiri di hadapan Adisty.
"Aku gak nyangka, " ucap Adisty sambil menghapus air matanya menggunakan punggung tangan.
"Ini gak sama dengan apa yang kamu pikirkan, " Raihan mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Aku pikir kamu gak berubah, tapi ternyata kamu berubah, " balas Adisty yang enggan mendengarkan ucapan Raihan.
"Adisty, tolong dengarkan dulu aku, " Raihan memegang tangannya Adisty menahan agar wanita itu tidak kabur.
"Lepasin tangan aku atau aku teriak sekarang juga, " ancam Adisty.
"Baiklah aku akan melepaskannya, " Raihan melepaskan tangannya Adisty karena tak mau orang lain yang berada di sana beranggapan aneh jika sampai Adisty teriak.
__ADS_1
Adisty masuk kembali ke dalam mobilnya, lalu memajukan mobilnya pergi dari sini. Raihan langsung mengejar mobil Adisty, ia tau Adisty akan ke rumahnya, ada hal yang perlu ia luruskan saat ini kada Adisty.