
Acara demi acara sudah selesai bahkan para tamu undangan sudah mulai pulang dari rumahnya Mira, Adisty, Raihan, Lily dan Andra pun sudah pamit pulang pada Mira dan Max.
Adisty saat ini sedang bersama Raihan di sebuah taman, mereka masih belum mau pulang. Adisty juga masih belum menganti pakaiannya, Adisty sedang menyenderkan kepalanya pada dada Raihan.
Sedangkan Raihan saat ini merangkul pundaknya Adisty, mereka sedang duduk di sebuah kursi panjang yang memperlihatkan banyak bunga-bunga indah di depan mereka.
"Bagaimana bunganya cantik kan? " tanya Raihan sambil menatap ke arah bunga.
"Cantik banget, aku terkadang selalu ingin menjadi bunga, " balas Adisty.
"Kamu ini ada-ada saja, segala mau jadi bunga segala, " ucap Raihan yang keinginan Adisty terlalu tak masuk akal.
"Yah kan aku cuman berfantasi aja, " balas Adisty sambil menatap ke arah Raihan.
"Iya deh terserah kamu, " ucap Raihan.
Adisty langsung duduk dengan tegak di samping Raihan, " Rey, aku mau semuanya gak udah di tunda-tunda lagi, " Tiba-tiba Adisty berkata seperti itu pada Raihan.
"Maksud kamu tentang pernikahan kita? " tanya Raihan yang saat ini menatap Adisty dengan tatapan yang serius.
"Iyalah memangnya tentang apa lagi " balas Adisty.
"Ya sudah besok aku akan datang ke rumah mu dan bicarakan hal ini pada mereka, aku berharap mereka setuju dengan permintaan kita, " Raihan setuju dengan apa yang Adisty ucapkan.
"Ya udah pulang yuk, udah mau gelap nih, " Adisty mengajak Raihan untuk pulang.
"Baiklah, " Raihan pun saat ini kembali masuk ke mobilnya untuk mengantar Adisty pulang ke rumahnya.
Sementara itu di rumah sang pengantin baru Mira dan Max sedang makan, sedari dari pagi ia baru makan sedikit. Akibat terlalu gugup mereka jadi hanya memakan beberapa suap nasi saja, tapi saat ini mereka sudah lega dan mulai makan dengan lahapnya.
"Yang kamu tadi sadar gak kalau Adisty dan Raihan pakai cincin pertunangannya lagi? " tanya Mira yang tadi menyadari kalau Raihan dan Adisty kembali menggunakan cincin pertunangannya.
__ADS_1
"Aku gak liat ah, emang beneran mereka pakai cincinnya lagi? " tanya balik Max yang merasa tak melihat cincin di tangannya Adisty ataupun Raihan.
"Ih beneran tadi aku liat sendiri, tapi aku tadi gak sempet nanya sama mereka, " balas Mira yang memang melihat kalau Adisty dan Raihan memakai cincin pertunangannya.
"Ya udah besok kita tanya ada sama mereka nya langsung, apakah memang mereka udah beneran balikan atau bagaimana? " usul Max pada Mira sambil terus melanjutkan makannya.
"Kayaknya emang harus kita tanya deh, " setuju Mira.
Mereka berdua pun melanjutkan makan sorenya, karena ini masih sore kalau di sebut makan malam kan belum malamnya juga. Setelah selesai makan Mira langsung mengajak Max untuk pergi ke kamarnya, ada banyak hal yang ia lakukan dengan Max hari ini.
Tapi mereka harus tetap mengunggu nanti malam, jadi untuk kali ini mereka hanya akan main-main biasa di kamar, tak akan berbuat apapun dulu. Kini mereka sudah sampai di kamar, Mira langsung tidur di dadanya Max.
"Hari ini aku seneng banget, " ucap Mira yang memang tak bisa mengungkapkan seberapa senangnya ia saat ini.
"Aku juga seneng akhirnya aku berhasil menepati janjiku dulu padamu, " balas Max yang tak kalah senang dengan Mira.
"Kita mau honeymoon kemana? " tanya Mita yang ingin segera honeymoon bersama dengan Max.
"Aku mau ke Korea, " balas Mira, sejak dulu ia mamang sangat ingin sekali pergi ke Korea.
"Ya udah, bagaimana kalau minggu depan kita pergi ke sana, sebelum tante dan Om ku memberikan semua perusahaan peninggalan ayahku padaku, kalau kalau itu sudah di berikan padaku aku bakalan jadi orang sibuk, " ucap Max.
"Aku setuju dengan ucapan mu, " Mira setuju dengan apa yang Max katakan barusan.
Di tempat lain pun Lily tak kalah bermesraan nya dengan Andra, " Sayang malam ini Max dan Mira bagaimana yah? " tanya Lily pada Andra.
Mereka sedang duduk di ruang tamu sambil menonton film laga Bollywood, mereka memang pecinta film laga apalagi yang dari Bollywood.
"Aku merasa mereka masih akan sama-sama canggung, " balas Andra tanpa menatap Lily.
"Canggung yah? tapi aku gak percaya kalau Max bakalan canggung, Max sepertinya pria yang mesum, " ucap Lily tak percaya kalau Max akan canggung dengan hal itu.
__ADS_1
"Dih Max itu pria baik-baik, mana mungkin melakukan hal itu. Kayaknya ini memang kali pertamanya dia melakukan hal itu deh, " balas Andra yang percaya kalau Max adalah pria baik-baik.
"Baiklah aku percaya hal itu padamu, " ucap Lily yang percaya dengan ucapan Andra.
Liana saat ini sudah tidur di kamarnya, Liana memang suka tidur tak terlalu malam bahkan ia bisa tidur dari sore sampai nanti bangun-bangun subuh dan itu memang hobinya Liana deh, hobi tidur nya Liana sepertinya turunan dari ibunya sendiri yang kerjaan nya memang suka sekitar tidur.
"Sayang, malam ini aku lagi datang bulan yah jadi kau tak bisa main dengan ku, " ucap Lily yang hanya memperingati Andra saja kalau malam ini dirinya tak bisa bermain.
"Padahal aku sangat ingin bermain tau, " balas Andra yang ingin bermain malam ini.
"Ya tapi aku harus apa? ini memang sudah waktunya, " ucap Lily yang memang kenyataan seperti itu.
"Baiklah tapi bilangin tuh ke si bulannya, jangan lama-lama datangnya, terus lain kali kalau datang jangan di waktu aku lagi pengen dong, " balas Andra.
"Ya gak bisa gitu lah, aku gak bisa larang ini datang begitu saja, apalagi menyuruh untuk tak terlalu lama, " ucap Lily yang tak bisa melakukan hal itu.
"Ya kau coba saja, " balas Andra.
"Permintaan mu sudah mulai tak masuk akal deh, " ucap Lily yang merasa permintaan Andra sudah tak masuk di akal otaknya.
"aku hanya bercanda, " balas Andra yang menang bercanda dengan ucapannya.
"Sudahlah aku mau ke kamarnya Liana dulu mau liat dia, " ucap Lily sambil turun dari sofa lalu pergi ke kamarnya Liana untuk melihat Liana, takutnya Liana terbangun.
"Ya sudah, " balas Andra tanpa menatap Lily.
Terkadang jodoh itu memang tak akan kemana, walau kita pergi sejauh apapun tapi jika orang yang kita tanggalkan itu jodoh kita, pada akhirnya kita akan kembali di pertemukan dengan hal yang tak terduga.
Begitupun kebalikannya, sekuat apapun kita mengikat pasangan kita agar tak pergi dari kita kalau memang bukan jodoh pada akhirnya akan berpisah dengan cara apapun, walau pada kenyataan cara itu sangat tak masuk akal.
Itulah yang dinamakan hukum takdir, semua tak bisa mengubah takdir tentang perjodohan bahagia pun caranya.
__ADS_1