Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
44,Keluar Negeri


__ADS_3

Sesampainya Max dan Adisty di rumah sakit, mereka baru saja keluar dari ruang dokter, dokter bilang kondisi nya semakin drop jadi ia di suruh untuk tidak sekolah dulu, agar kondisi nya membaik.


Mereka duduk di bangku taman rumah sakit, Adisty menangis di pangkuan Max, "Udah yah yang sabar, aku percaya kamu akan sembuh, " Ucap Max mencoba menenangkan Adisty sambil mengelus rambutnya Adisty.


"A-aku c-cuman g-gak m-mau m-mereka sedih, " balas Adisty terbata-bata, sambil menangis, ia masih menangis di pangkuan Max.


Max melepas pelukannya lalu menghadapkan Adisty ke depannya, ia memegang kedua lengan Adisty.


"Kamu harus kuat, mereka masih butuh kamu," ujar Max.


"Besok aku gak akan masuk sekolah, kalau ada yang bilang aku kemana? bilang aja aku pergi keluar negeri, " ucap Adisty sambil menghapus air matanya.


"Kamu yakin gak mau bilang semua ini sama Reihan, gue liat lu menderita banget tanpa Raihan," usul Max.


Adisty menunduk lalu menggeleng.


"Ya udah aku anterin kamu pulang yah? " Max pun mengantarkan Adisty pulang ke rumahnya.


Sementara itu di sisi lain Reihan sedang berjalan kaki menuju ke sebuah taman, ia rasa ia harus menenangkan dan menjernihkan pikiran nya, karena saat ini otaknya sedang kacau. Namun tiba-tiba saat ia melirik ke arah samping kanan ia melihat Max berjalan sendiri, Reihan pun berjalan menghampiri Max untuk menanyakan kabar Adisty padanya, jujur saja ia masih tetap mengkhawatirkan Adisty.


"Max? " panggil Reihan.


Max melirik ke asal suara, sambil menghentikan langkah nya.

__ADS_1


"Ada apa yah? " tanya Max yang melihat Raihan ada di sampingnya.


"Gue cuman mau tanya kondisi Adisty, tadi gak papa kan? " balas Raihan.


"Oh gak papa kok, tapi dia mau berangkat ke Amerika sekarang, " jawab Max.


Reihan sangat kaget mendengar ucapan yang di ucapkan Max, bagaimana bisa ia pergi ke Amerika tanpa berpamitan padanya, memang nya Adisty menganggap semua kenangan nya selama ini sebagai apa?


"Lu gak bohong kan? " tanya Reihan tak percaya.


"Ngapain gue bohong, gak ada gunanya buat gue, " balas Max meyakinkan.


Tanpa menunggu ucapan apapun lagi dari Max Reihan langsung berlari mencari taksi, untuk pergi ke bandara.


"Woy, udah pasti gak ada, " teriak Max, ia tidak menyangka Raihan akan mencari Adisty ke bandara.


Max ikut mengejar Raihan, " Rey, Adisty pasti udah gak ada di sini, ayok pulang, " Akhirnya Max dapat mengejar Reihan.


"Aku akan cari dia, " kekeh Reihan tanpa menatap ke arah Max, ia tetap celingukan mencari Adisty, ia berharap Adisty masih ada di sana.


"Percuma, lu mau cari jejak Adisty di sini, Rey udahlah jangan kayak gini, kita pulang, " bujuk Max.


Lagi-lagi Raihan sama sekali tidak peduli dengan apa yang Max katakan ia tetap mencari Adisty dengan gelisah. Setelah satu jam Reihan dan Max Berkeliling di bandara akhirnya Reihan pun menyerah ia duduk di sebuah kursi sambil mengacak-acak rambutnya.

__ADS_1


"Pulang yuk, " Ajak Max sekali lagi, sekarang kondisi Raihan sudah sangat memprihatinkan.


"Kenapa setiap orang yang gue sayang selalu meninggalkan gue?" ucap Raihan perlahan.


"Mereka melakukan itu karena mereka sayang sama lu, " balas Max sambil duduk di sebelah Raihan.


"Terkadang akhir-akhir ini gue iri sama lu, lu tampan, kaya, dan juga banyak orang yang sayang sama lu, mulai dari adik gue, dan sekarang Adisty, mereka sayang banget sama lu, sampai mereka rela ngorbanin nyawa dan kebahagiaan nya untuk lu, " Sambung Max sambil menatap kosong ke depan, seakan-akan tak ada siapa pun di depan nya.


"Maksud lu apa? " Raihan mulai menatap ke arah Max, ia rasa dalam kata-kata yang Max berikan barusan mengandung maksud tertentu.


"Ah pulang yuk, gue udah capek, " Max tidak mau Raihan tau bukan karena ia tidak kasihan pada keduanya, tapi ia sudah terlanjur janji pada Adisty.


Reihan pun menyetujui ajakan Max, mereka akhirnya pulang dari bandara, mungkin Raihan juga sudah lelah, dan butuh istirahat. Sementara itu di rumah Adisty sedang di tidur, dengan ibunya yang berada di samping Adisty.


"Kamu mau makan sekarang? " tanya mamah Adisty.


"Gak ah mah, aku lagi gak nafsu makan, " balas Adisty malas.


"Oh iya mah, kalau ada yang nanya aku kemana tolong bilang aku pergi ke luar negeri aja yah? " pinta Adisty.


"Iya sayang, kamu tidur aja yah, istirahat, " ucap mamahnya sebelum akhirnya ia keluar dari kamar Adisty.


Di tempat lain Reihan rupanya tidak pulang ke rumah melainkan pergi ke Klub, ia rasa pikirannya butuh penenang, ketika alam sudah tidak bisa lagi jadi penenang nya, alkohol lah tempat terakhir Raihan.

__ADS_1


Ia hanya tak habis pikir dengan Adisty, memangnya ia tidak bisa memberikan penjelasan yang masuk akal padanya, jika hanya benci yang jadi alasannya itu sama sekali tidak masuk akal, untuk Reihan. Reihan sudah minum dua botol wine, ia sudah mulai tidak sadarkan diri, Reihan sudah mulai berbicara yang ngawur, rupanya Max sedari tadi mengikuti Reihan sampai ketempat itu.


"Rey, pulang, " Max membawa Reihan pulang.


__ADS_2