Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
36,Ada apa lagi di antara mereka


__ADS_3

Kini acara demi acara sudah di laksanakan dan Adisty sudah tidak bersama Raihan, melainkan bersama Lily, Dilla, Max dan juga Andra, terlihat jelas kalau Andra saat ini sedang berusaha mengejar Lily, bahkan dari tadi Andra terus mendekati Lily.


"Oh iya aku lupa, nama kamu siapa? " tanya Adisty pada Dilla.


"Ah, nama ku Dilla, kau sendiri siapa? " tanya balik Dilla.


"Aku Adisty, " balas adisty sambil meminum jus yang ia bawa dari meja makanan yang berada di pojok kanan lapangan.


"Kau pacarnya Raihan yah? tumben dia tidak cerita pada ku kalau dia punya pacar lagi, dasar curang, " ujar Dilla sambil tersenyum.


"Memangnya kau siapanya Raihan? aku lihat kau begitu dekat dengan Raihan? " tanya Lily yang juga sama penasaran seperti Adisty.


"Aku adalah sahabat masa kecilnya dia, mereka berdua juga teman ku, tapi dulu waktu aku mau naik ke SMA orang tua ku pindah ke Jerman, jadi aku harus ikut mereka deh, tapi sekarang orang tuaku kembali lagi ke Indonesia jadinya aku akan tinggal kembali di Indonesia, " jelas Dilla sambil mengangkat kedua alisnya ke arah Andra dan juga Max.


"Kau bukan teman kita, orang dari dulu juga kau hanya bersama Raihan bukan bersama kita, " balas Max, ia tidak terima dengan ucapan Dilla pasalnya dulu Dilla memang jarang main dengannya, Dilla hanya akan bersama Raihan.


"Oh, pantas saja kalian dekat, " balas Lily sambil mengangguk.


Raihan datang ke arah mereka dan berdiri di dekat Adisty, " Sayang mau pulang bareng?" tanya Raihan.


"Ah tidak-tidak kalau kau pulang bersamanya, lalu aku bersama siapa? " bantah Dilla sambil cemberut dan berjalan ke samping Raihan, menggeser Adisty.


"Kau pulang bersama mereka saja, " balas Raihan sambil menunjuk Max dan Andra, Andra dan Max hanya membalasnya dengan memutar bola matanya malas, mereka sebenarnya tidak mau mengantar Dilla pulang.


"Ah kau ini bagaimana sih, bukannya kau sudah janji hari ini akan mengajak ku main, " balas Dilla tetap tidak mau pulang bersama Max atau Andra.


"Itu nanti setelah aku mengantarkan Adisty pulang, " kekeh Raihan sambil menatap geram pada Dilla selalu saja Dilla bersikap seperti itu dari dulu, tidak pernah mau berubah.

__ADS_1


"Aku tidak mau, aku mau pulang bersama kamu titik, " Dilla tetap pada pendiriannya.


Adisty melihat mereka geram lalu ia memegang pundak Raihan, " Aku bisa pulang bersama Lily kok, lagi pula aku ke sini tadi bersama dirinya, " Adisty menengahi pembicaraan mereka, dan mengijinkan Raihan pulang bersama Dilla.


"Tapi aku yang tidak mau, " balas Raihan tegas.


"Yang, gak boleh gitu, " Adisty menatap tajam Raihan.


"Tapi, Dis aku kayaknya harus pulang cepet deh, " Lily ingat sesuatu kalau hari ini ia harus pulang cepat.


"Ya sudah Adisty pulang bersama ku saja, " ucap Max sambil merangkul pundak Adisty di depan Raihan.


"Jangan sentuh Adisty, " kesal Raihan sambil menarik Adisty dari rangkulan Max, Max hanya tertawa melihat tingkah Raihan yang akan sangat kesal jika sedang cemburu, namun itu malah membuat Max dan Andra senang jika melihat anak itu cemburu.


"Posesif, " sindir Andra sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Begini saja, Dilla kalau kamu mau pulang bersama ku, berarti kau harus ikut mengantar adisty pulang dulu, kalau kau tidak mau terserah, " tegas Raihan yang sudah mulai geram.


"Baiklah aku mau mengantar pacarmu pulang dulu, " pasrah Dilla ia tau kalau Raihan akan selalu melakukan hal yang ia inginkan, bisa-bisa ia di tinggalkan di sana sendirian.


"Akhirnya ngalah juga tu bocah, " ledek Max pelan, ia juga terkadang suka geram dengan kelakuan Dilla yang terlalu manja pada Raihan, kalau Raihan sedang tidak punya pacar sih itu wajah ini Raihan kan sudah punya pacar.


Setelah acara itu selesai para murid satu persatu mulai pulang Adisty, Dilla dan Raihan juga sudah berada di parkiran mobil sementara yang lainnya, sudah pulang lebih dulu.


"Aku mau duduk di depan, kau tau kan Raihan, aku tidak bisa duduk di bangku belakang, " ujar Dilla sambil nyelonong masuk ke mobil Raihan.


Raihan dan Adisty hanya saling tatap, " Tidak papa, aku di belakang saja, "ujar Adisty, Raihan membukakan pintu untuk Adisty, lalu pas Adisty mau masuk Raihan mengecup singkat puncak rambut nya Adisty terlebih dahulu.

__ADS_1


Adisty hanya tersenyum sambil menatap ke arah Raihan, setelah Adisty duduk baru lah Raihan menutup kembali pintu mobilnya, dan Raihan masuk ke dalam mobil juga.


Dilla melihat Adisty dan Raihan saat tadi dari kaca spion, entah kenapa ada rasa sesak di dadanya saat melihat itu, ia merasa kalau Raihan hanya untuk dirinya bukan untuk yang lain.Raihan membawa mobilnya ke rumah sakit, tadi Adisty bilang ia mau melihat ayah nya dulu di rumah sakit makannya ia meminta Raihan mengantar nya ke rumah sakit.


Tak ada obrolan di dalam mobil seperti nya semuanya terjebak pada pikirannya masing-masing. Sementara itu di tempat lain Lily bukannya pulang ke rumahnya, melainkan bertemu dengan Andra, tadinya ia mau jujur namun ia takut semua orang meledek dirinya.


Mereka berdua masih berada di taman belakang sekolah, "Kenapa kau tadi tidak jujur saja pada mereka? kalau kau akan bertemu dengan ku? " tanya Andra, ia rasa cepat atau lambat mereka akan tau soal ini.


"Aku masih bingung, aku tidak mau Adisty menjauhi ku, bahkan aku tidak mau Adisty memandang ku hina, " balas Lily sambil menunduk.


"Aku tau, aku minta maaf malam itu aku telah hilang kendali, " Andra tau apa yang ia lakukan pada malam itu adalah hal yang sangat bodoh.


"Itu bukan sepenuhnya salah kamu, aku tau aku juga salah dalam hal ini, " Lily sadar kalau dirinya juga salah.


"Lalu kita akan apa sekarang? " tanya Andra sambil mengangkat dagu Lily agar Lily bisa menatap dirinya.


"Aku tidak tau, aku tidak tau," tanpa sadar Lily menjatuhkan air matanya.


"Jangan menangis, ini sudah tidak bisa kau tangisi, semuanya sudah terjadi, dengan kau menangis semuanya tidak akan kembali, " Andra mencoba menenangkan Lily ia juga memeluk Lilly, dan rupanya Lily tidak lagi bisa menahan air matanya ia menangis di pelukan Andra.


"Aku akan bertanggung Jawab, aku akan bilang pada keluarga mu dan juga teman-teman mu, aku akan bilang pada mereka kalau aku yang salah dalam hal ini, " ujar Andra.


"Jngan sekarang, " Lily rupanya belum siap dengan semua hal yang akan ia tanggung setelah mereka tau kenyataan nya, ia tau itu.


"Sudah lah jangan menangis, " Andra menghapus air mata Lily.


"Aku mohon jangan sekarang, " mohon Lily sambil menghadap ke arah Andra ia mengangkat kedua tangannya untuk memohon pada Andra, agar ia tidak mengatakan itu semua sekarang ini.

__ADS_1


Rupanya Lily belum siap dengan semua ini, "Aku tidak bisa janji pada mu, karena mereka lebih baik tau dari kita, daripada mereka tau sendiri itu akan sangat membuat mereka lebih marah, " balas Andra.


__ADS_2