
Hari sudah berganti kembali, matahari sudah bersinar menyinari bumi dan menghangatkan bumi kembali. Di kamar Adisty mereka sama sekali belum ada yang membuka matanya, padahal cahaya matahari sudah masuk masuk lewat cela-cela lubang jendela.
"Hey bangun, " seseorang membangunkan mereka dengan mengetuk pintu kamarnya.
"Kalian mau bangun atau tidak? " teriak orang itu kembali.
Mira mulai membuka matanya, " Iya kita bangun, " balas Mira sambil duduk dan membuka matanya perlahan-lahan.
"Ya sudah, " ucap orang itu sambil berjalan menjauh dari kamar mereka.
"Adisty bangun, " Mira membangunkan Adisty terlebih dahulu, karena yang dekat dengan Mira tidurnya adalah Adisty.
"Apaan sih? aku ngantuk tau, " ucap Adisty yang masih malas membuka matanya.
"Ih bangun udah siang nih, " Mira terus saja menggoyangkan tubuhnya Adisty agar dia bangun.
Akhirnya Adisty menyerah dan membuka matanya sambil duduk di sebelah Mira.
"Kamu bangunin Lily sana! " titah Mira pada Adisty.
"Kamu sendiri aja yang bangunin dia aku malas, " balas Adisty yang langsung berdiri dan pergi keluar dari kamarnya menuju kamar mandi.
"Kebiasaan deh tuh anak, " ucap Mira saat melihat Adisty keluar dari kamar.
Kini Mira berjalan ke tempat tidur Lily yang terpisah dari tempat tidurnya, " Li bangun Li udah siang nih, " Mira menggoyangkan tubuhnya Lily perlahan.
"Ah padahal aku masih ngantuk, " balas Lily yang kini sudah bangun.
"Udah ah masih banyak hal yang akan kita siapkan hari ini, " ucap Mira sambil berdiri dan pergi dari sana.
"Baiklah-baiklah, " ujar Lily yang ikut turun dan pergi ke kamar mandi, sedangkan Liana ia tinggalkan di kamar sendiri. Karena Liana masih tertidur pulas di kasur, seperti Liana masih sedang bermimpi.
Setelah selesai mandi di kamar mandi Adisty kembali lagi ke kamarnya untuk ganti baju, sekarang di kamar hanya ada dirinya sendiri. Yang lain masih berada di kamar mandi, karena kamar mandi di satu Villa cuman ada tiga jadi mereka harus ngantri terlebih dahulu.
Setelah selesai berganti pakaian Adisty langsung mengendong Liana karena gadis kecil itu saat ini sudah bangun dan minta di gendong, jadi Adisty mengendong nya dan membawa Liana keluar untuk mencari udara segar.
Di luar semua orang sudah sibuk dengan tugas mereka masing-masing. Saat Adisty sedang berdiri di teras Raihan berjalan menghampiri Adisty dan berdiri di samping Adisty.
"Kapan kita mau mulai mendekorasi panggung nya? " tanya Raihan.
__ADS_1
Adisty yang tak sadar akan kedatangan Raihan pun langsung menatap Raihan dengan tatapan kaget, " Kok di sini sih? sejak kapan lu ada di sini? " tanya Adisty.
Wanita itu masih merasa kesal pada Raihan, karena kejadian kemarin di dalam mobil. Entahlah ketika mengingat itu dirinya akan menjadi kesal sekali pada Raihan.
"Emangnya gak boleh gue berdiri di samping luh? " tanya Raihan balik.
"Ya enggak sih, cuman nanya doang, " balas Adisty sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Terus pertanyaan gue yang tadi gimana? " tanya Raihan.
"Pertanyaan yang mana? " tanya balik Adisty yang lupa akan pertanyaan Raihan.
"Lu udah tua yah, makannya pikun. Pertanyaan gue yang tadi, kapan kita dekorasi panggung? " Raihan kembali menyebutkan pertanyaan nya yang tadi.
"Oh yang itu, nanti abis Lily mandi yah. Soalnya Liana gak ada yang pegangin, " balas Adisty sambil menunjuk Liana menggunakan matanya.
"Ok, " ucap Raihan yang tetap berdiri di samping Adisty.
"HM kalian udah cocok tau kalau punya anak gitu, " goda seorang pria yang lewat di depan mereka.
"Apaan sih? gak jelas, " balas Adisty sambil menatap pria itu dengan tatapan sinis.
"Emang udah serasi banget tuh, " ledek yang lainnya.
"Gimana ada niatan balikan gak? " tanya yang lainnya kembali.
"Kalian tuh kalau bicara udah mulai gak jelas banget sih, " balas Adisty.
Tiba-tiba seorang wanita berjalan ke arah Raihan dan Adisty.
"Rey, " panggil wanita itu yang membuat bukan hanya Raihan yang berbalik, tapi semua yang mendengar panggilan wanita itu.
"Kamu ada di sini? " tanya Raihan sambil melihat wanita yang kini berada di depannya.
"Iya kan aku udah bilang kalau aku bakalan nyusul kamu, " balas wanita itu.
Adisty yang berada di samping Raihan pun ikut memperhatikan wanita itu dari ujung kaki sampai ujung kepala, Adisty tau siapa yang saat ini ada di sana.
"Gue ke kamar dulu, " pamit Adisty sambil berjalan meninggalkan Raihan disana.
__ADS_1
"Adisty gue tunggu luh di depan panggung yah, jangan lupa lu ambil bahan-bahan sama barang-barang buat dekorasinya, " ucap Raihan sambil menatap Adisty.
"HM, " jawab Adisty singkat.
"Oh jadi itu cewek yang namanya Adisty, " gumam Rossy yang akhirnya tau siapa Adisty.
"Ke depan panggung yuk, soalnya aku mau dekorasi panggung sama Adisty, " ajak Raihan kada Rossy.
"Baiklah, " balas Rossy sambil memegang tangannya Raihan dan pergi menuju panggung.
Setelah sampai di sana mereka malah duduk berdua di panggung, menunggu Adisty yang tak kunjung datang juga.
"Tuh anak kemana sih? " tanya Raihan sambil mencari keberadaan Adisty kesetiap sudut.
"Sabar aja kali, mungkin dia lagi beres-beres dulu di kamar nya, " ucap Rossy yang meminta Raihan untuk tak terlalu memikirkan Adisty.
"Iya sih, " balas Raihan.
Tak lama kemudian akhirnya Adisty datang sambil membawa kresek besar di kedua tangannya, kini Adisty menatap Raihan dengan tatapan kesal.
"Eh lu kan cowok, gak ada niatan bantuin gue napa? " tanya Adisty yang kesal melihat Raihan malah asik-asikan pacaran sedangkan dirinya harus membawa kresek yang berisikan bahan-bahan dan barang-barang untuk mendekorasi panggung ini.
"Dih orang lu gak minta tolong sama gue, " balas Raihan yang tak mau di salahkan.
"Dari dulu kerjaan lu ngeles mulu, untung gak jadi supir bajay juga, " ucap Adisty sambil naik ke atas panggung.
"Sini, " Raihan mengambil kresek yang berada di tangannya Adisty dan membawanya naik ke atas panggung.
"Yang lainnya mana? " tanya Raihan.
"Mana gue tau, emang gue pengurusnya, " balas Adisty ketus.
"Lu kenapa sih? dari tadi marah-marah mulu kerjaannya, " tanya Raihan yang merasa Adisty sedari tadi kerjaannya hanya marah-marah tak jelas.
"Aku gak marah kok, cuman kesel aja, " balas Adisty sambil memalingkan tatapannya.
"Kalian berdua mau dekorasi panggung ini apa mau ribut, dari tadi ribut mulu, " ucap Rossy yang sudah mulai risih melihat mereka berdua ribut terus.
Raihan dan Adisty pun langsung menatap Rossy berbarengan, " Mau dekorasi panggung lah, " balas keduanya berbarengan.
__ADS_1
"Lu ngikutin gue yah luh? " tanya Adisty sambil menunjuk Raihan menggunakan telunjuknya.
"Udah ah, kita mulai sekarang, " Raihan ingin segera memulai mendekorasi panggung ini.