
Malam ini Max mengajak Adisty dan Raihan ke rumah mira, ia ingin mengenalkan teman-temannya itu pada kekasihnya ini.
Mereka kini sudah berada di depan rumah mira, Adisty bergelayut manja di lengan Raihan, dan seperti nya Raihan pun nyaman dengan perlakuan Adisty.
"Ya udah masuk yuk? " ajak Max sambil berjalan mendekati gerbang rumah Mira.
"Ya udah," Raihan dan Adisty berjalan mengikuti Max.
Max membunyikan bel rumah Mira, lalu seorang satpam membukakan gerbang rumah itu, "Eh ada den Max, mau ketemu sama non Mira yah? dia pasti udah kangen sama den, " ucap sang satpam nya sambil tersenyum dan langsung membukakan pintu gerbang itu.
"Makasih ya mang, masuk yuk? " Max mengajak Adisty dan juga Raihan masuk, Adisty dan Raihan lalu tersenyum pada satpam di rumah itu.
Kini mereka sudah berada di depan pintu masuk ke rumah itu, Max langsung saja mengetuk pintu rumah itu, setelah beberapa menit menunggu akhirnya seorang wanita paruh baya membuka pintu tersebut.
"Eh kamu Max, sama temen kamu? " tanya wanita paruh baya itu sambil tersenyum ramah.
"Ah iya tante, " balas Max yang juga tersenyum.
"Ya sudah masuk yuk, " wanita itu mempersilahkan mereka bertiga untuk masuk, mereka bertiga pun masuk ke sana lalu duduk di ruang tamu.
"Bi, bibi, " panggil wanita itu yang tak lain ia bernama Karin pada pembantu di rumahnya.
"Iya nyonya," saut pembantunya sambil menghadap ke Karin.
"Kau siapkan minum dan juga makanan buat mereka! " perintah Karin.
"Baik, " balas pembantu itu sambil kembali lagi ke dapur untuk menyiapkan makanan dan juga minuman untuk mereka.
"Ah tante, gak usah repot-repot lah, " ujar Adisty merasa tidak enak, karena sudah merepotkan.
"Ah tidak masalah, oh iya tante baru ingat kamu bukannya tetangga tante, " balas Karin.
"Iya tante. "
"Bentar yah, tante mau panggil Mira dulu, " Karin kini pergi ke kamar Mira, untuk mengatakan bahwa Max datang untuk menemuinya.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Karin dan Mira keluar dari kamarnya, Max yang melihat Mira sudah dekat dengan ruang tamu langsung berjalan untuk ikut membantu Mira.
__ADS_1
"Sayang? " panggil Mira yang tau kalau kini Max juga membantunya.
"Ya sudah, ibu mau ke dapur dulu yah, " Karin ijin pergi dari sana, ia memberikan anaknya untuk berinteraksi bersama teman Max.
"Baik bu, " balas Mira sambil tersenyum ke arah ibunya.
Max membawa Mira duduk di samping Adisty, " Sayang aku ke sini gak sendirian, aku juga bersama dengan teman-teman ku, dia ada di samping kanan mu, " ucap Max, kini Mira berbalik ke sebelah kanan, lalu meraba tangan Adisty.
"Hay, kenalin aku Adisty temennya Max, dan ini Raihan dia sahabat nya Max, " sapa Adisty yang juga memegang tangan Mira, Mira tersenyum ke arah Adisty.
"Oh jadi kamu yang namanya Adisty, Max selalu cerita banyak tentang kamu, aku juga sudah sering bilang pada Max kalau aku ingin bertemu dengan mu, " balas Mira.
"Ah yang benar saja, Max selalu bercerita apa tentang ku? " tanya Adisty yang penasaran apa yang Max cerita tentang dirinya pada Mira.
"Ah sayang, jangan bilang apa-apa sama Adisty, dia orangnya bawel, " timpa Max.
Mira berbalik pada Max, lalu memegang tangan Max, "Aku sekarang tau kalau Adisty adalah wanita yang cantik, sama seperti apa yang kamu bilang pada ku, " balas Adisty sambil tersenyum ke arah Max.
"Ah aku di bilang cantik sayang, aku gak nyangka kalau sahabat mu juga mengakui kecantikan ku, " senang Adisty sambil tersenyum dan menatap ke arah Raihan.
"Apaan yang, kapan aku bilang kalau tu anak cantik? " Max tidak terima kalau kekasihnya berbicara tentang apa yang ia ceritakan pada Mira.
Pembantu di rumah Mira datang membawakan makanan dan juga minuman untuk mereka, setelah menyimpan kembali makanan dan juga minuman itu ia kembali ke dapur untuk mengerjakan pekerjaan yang lainnya.
Terdengar suara penjual bakso di luar rumah, "Yang aku mau bakso, " ujar Adisty sambil menatap manja ke arah Raihan.
"Ya udah sana beli, aku tunggu di sini, " titah Raihan.
"Kamu mau bakso juga gak yang? " tanya max pada Mira.
"Boleh, gak papa emangnya kamu yang ke sana? " balas Mira.
"Gak papa lah sayang, "Max membelai rambut panjang Mira lalu berjalan mengikuti Adisty untuk membeli bakso di luar.
" Tungguin, " teriak Max sambil berlari mengejar Adisty.
Raihan mendekatkan duduknya dengan Mira, ada hal yang ingin ia tau dari gadis itu, "Mira, " panggil Raihan.
__ADS_1
"Iya, " balas Mira sambil berbalik ke arah Raihan.
"Gue mau nanya boleh? "
"Tanya aja, emangnya apa? " Mira tersenyum ke arah Raihan, ia sebenarnya tau apa yang akan Raihan katakan padanya.
"Kamu gak takut Max malah bersama Adisty, diakan sering bicara tentang Adisty sama kamu, kamu gak risih?" tanya Raihan.
Mira tersenyum mendengar pertanyaan Raihan, ternyata apa yang ada di pikirannya benar, Raihan akan bertanya seperti itu padanya, "Tidak, aku tidak marah, ataupun risih, " jawab Mira.
"Alasannya? bisa saja kan mereka bermain di belakang kamu, apalagi aku liat mereka saling mengerti dan juga nyaman satu sama lain?"
"Aa satu hal yang tak bisa kau lihat tapi aku bisa melihatnya."
"Apa? " tanya Raihan.
"Hati, aku melihat hati mereka, walau mereka selalu bersama atau saling mengerti satu sama lain, tapi hati mereka di ciptakan bukan untuk saling menyatukan, ada benteng yang menjadi penghalang antara keduanya, " jelas Mira sambil menghadap ke arah depan.
"Aku tidak percaya kalau kau tidak yakin dengan Adisty kekasih mu sendiri, setelah apa yang ia lakukan untuk mu, ia bahkan percaya saat kamu akan kembali padanya, saat kamu tidak peduli dengan dirinya, aku memang tidak tau kenyataan nya, tapi aku percaya Max mengatakan yang sebenarnya pada ku, " sambung Mira.
Kini Raihan tau bahkan selama ini ia masih tidak percaya pada Adisty, padahal apa yang selama ini Adisty lakukan padanya sudah menjadi bukti nyata kalau Adisty sangat mencintai nya.
"Aku percaya kalau Max mencintai ku, dia tidak akan meninggalkan ku, kalaupun dia meninggalkan ku aku tau itu salah ku, " lanjut Mira, sambil tersenyum manis.
"Sekarang aku percaya pada Adisty, aku tidak akan pernah melepaskannya sampai kapanpun, dia kini sudah menjadi dunia ku, aku akan kembali hancur jika tampa hadir dirinya, " kini Raihan mulai mempercayai Adisty, walaupun ia memilih teman pria yang banyak, tapi hatinya hanya untuknya.
Reihan kembali berpindah posisi, tak lama setelah itu Max, datang bersama Adisty, dan rupanya Max membawakan mangkuk bakso milik Adisty.
"Nih, bikin ribet aja lu mah, " ujar Max sambil menyimpan bakso itu di depan meja Adisty.
Adisty tersenyum ke arah Max, " Makasih Max, siapa suruh bakso nya panas, aku kan jadi kepanasan, " balas Adisty sambil mengambil mangkuk bakso nya.
"Lu pikir es doger gak panas, " kesal Max.
"Sayang, mau gak? " tawar Adisty pada Raihan.
"Boleh, " Adisty menyuapi Raihan, lalu ia juga memakan bakso itu sampai habis.
__ADS_1
Setelah beberapa lama mereka berada di sana kini Adisty dan Raihan sudah pulang duluan, Adisty pulang ke apartemen nya, karena jika pulang ke rumah masih banyak barang-barang milik nya yang masih berada di apartemen. Walaupun niatnya besok pagi ia juga akan pulang ke rumahnya, untuk mengambil dress untuk acara di sekolahnya.
Sorry yah baru bisa up sekarang soalnya aku masih banyak tugas yang belum di kerjain, ini juga aku sempet-sempetin.