Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
Tak Punya Rasa Apapun Lagi


__ADS_3

Di kediaman Rossy saat ini mereka tengah membujuk Rossy untuk keluar dari kamarnya dan makan, karena sedari tadi pagi Rossy belum makan. Di dalam terdengar Rossy terus berteriak meneriaki namanya Raihan.


Semuanya sudah membujuk agar Rossy tenang dan tak berbuat macam-macan, tapi mereka belum ada yang berhasil, Rossy masih tetap marah-marah dan membanting-banting kan barang yang berada di kamarnya.


"Aku benci kamu Raihan, aku benci kamu, " teriak Rossy sambil melempar kaca besar di depannya menggunakan kursi yang berada di sana.


Kini Rossy terduduk di lantai sambil menyenderkan tubuhnya ke kasur, kini kamar Rossy sudah sangat amat berantakan. Mungkin kini ruangan ini tak pantas kita sebut sebagai kamar lagi.


Semua pecahan kaca dan yang lainnya bercampur di sana, ia benar-benar hancur saat ini. Jujur saat ini Rossy tak bisa berpikir dengan baik.


Ayahnya Rossy mencoba menghubungi Raihan untuk membantu menenangkan Rossy, tapi sedari tadi Raihan tak mau mengangkat telpon itu. Membuat Ayahnya Rossy saat ini benar-benar kesal pada Raihan, ia berpikir setelah apa yang ia lakukan dan berikan pada Raihan, pria itu malah memberlakukan dirinya dengan hal yang tak baik.


"Sayang kamu jangan berbuat hal aneh-aneh yah sayang, " ucap ibunya Rossy yang terus berada di depan pintu kamar Rossy sedari tadi.


"Sayang buka pintunya yah, kita mau bicara sama kamu, " ujar ayahnya yang juga kini membujuk Rossy untuk mau membuka pintu itu.


"Aku sudah bilang pada kalian, pergi dari depan pintu kamar ku, " balas Rossy dengan suara yang sudah hampir habis, karena sedari tadi dirinya terus berteriak.


Di tempat lain kini kedua orang tuanya Adisty sudah datang ke rumah sakit, mereka sudah tenang karena anaknya saat ini tidak kenapa-napa.


"Sayang kita khawatir sama kamu, " ucap ibunya Adisty sambil mengelus rambutnya Adisty.


"Aku gak papa kok mah, ini semua juga berkat sahabat-sahabat ku. Yang udah buat aku sadar kalau hidupku bukanlah hanya tentang pria gila itu, " balas Adisty sambil menatap Raihan sekilas.


Ibunya Adisty tau siapa sebenarnya orang yang Adisty maksud, ibunya Adisty langsung menatap ke arah Raihan.


"Saya berterimakasih padamu atas semua yang kau lakukan untuk anak saya, " ucap ibunya Adisty sambil membungkukkan tubuhnya ke hadapan Raihan.


"Tante tidak usah begitu, lagian ini bukan hanya karena saya kok. Yang lainnya juga membantu, " balas Raihan yang meminta ibunya Adisty untuk bangun.


Ibunya Adisty bangun sambil menatap Raihan, " Sejak dulu saya selalu yakin, kalau orang itu adalah kamu, " ucap ibunya Adisty kembali.


"Maksudnya tante apa? " tanya Raihan yang tak mengerti dengan ucapannya.


"Nanti kamu akan tau sendiri jawabannya, " balas ibunya Adisty.


"Saya mau minta maaf yah pada kamu, " ucap Ayahnya Adisty sekarang.


"Maaf untuk apa yah om? " Raihan benar-benar tak mengerti dengan apa yang dimaksud ayahnya Adisty.

__ADS_1


"Saya hanya mau minta maaf untuk yang dulu, saya sudah mengambil Adisty dari kamu, " balas Ayahnya Adisty.


"Tidak papa om mungkin itu memang sudah jalan takdir Tuhan, " ucap Raihan yang sekarang tak mempermasalahkan itu.


"Permisi Om, tante, Adisty kita berdua pamit pulang dulu yah, " Pamit Lily.


"Oh silahkan, hati-hati di jalan yah, " balas ibunya Adisty.


"Iya tante makasih, " ucap Lily sambil berjalan bersamaan dengan Andra keluar dari ruangan ini.


"Kamu kalau mau pulang, pulang aja dulu. Adisty biar tante yang jaga, " ujar Ibunya Adisty pada Raihan.


"Saya masih mau di sini nemenin Adisty tante, " balas Raihan yang tetap tak mau pergi dari sana.


"Ya sudahlah kalau itu mau kamu, " ujar ibunya Adisty.


Setelah beberapa waktu berlalu keluarga Adisty ingin pamit pulang terlebih dahulu, karena di rumahnya katanya masih banyak kerjaan yang belum mereka selesaikan. Jadi mereka menitipkan Adisty pada Raihan kali ini.


"Adisty mamah sama papah mau pulang dulu yah, kamu di sini sama Raihan dulu, " pamit ibunya Adisty pada Adisty.


"Baiklah mah, " balas Adisty.


"Baik tante, " balas Raihan sambil tersenyum, sebenarnya tanpa di suruh pun Raihan akan tetap menjaga Adisty.


"Ya sudah kita pulang dulu, " pamit mereka sekali lagi, kini mereka sudah mulai keluar dari ruangan Adisty.


Saat ini tinggallah Raihan dan Adisty di ruangan itu, sebenarnya Adisty masih khawatir dengan keadaan Raihan yang masih belum mau ganti pakaian.


"Rey, kamu beneran gak kedinginan? " tanya Adisty sambil mendudukkan tubuhnya.


"Aku gak papa kok, " balas Raihan.


"Ya udah nih, " Adisty memberikan selimutnya pada Raihan.


"Kamu kan lagi sakit, gak usah beneran, " Raihan menolaknya.


"Jangan tolak ini kalau kamu gak mau pulang untuk ganti baju dulu, " kekeh Adisty yang mau Raihan pakai selimutnya.


"Ya udah deh, " Raihan pun mengambil selimut itu lalu ia selimut kan pada badannya.

__ADS_1


"Nah gitu dong, " ucap Adisty senang.


"Aku boleh nanya sesuatu gak? " sambung Adisty.


"Tanya aja, " balas Raihan.


"Kondisi Rossy saat ini gimana? " tanya Adisty.


"Aku gak tau, karena aku gak ketemu sama dia tadi, " balas Raihan.


"Kamu sampai kayak gitu hanya untuk menolong ku? " tanya Adisty.


"Adisty, aku masih belum bisa melupakan semua kenangan tentang kita berdua, jadi aku gak mungkin menikahi Rossy dengan keadaan ku yang masih seperti itu, " balas Raihan.


"Awalnya aku memang beranggapan kalau aku akan bisa melakukannya, tapi setelah berkali-kali aku dapat ucapan dari Max dan dapat kabar kamu yang seperti ini, membuat aku memang tak bisa menikah dengan Rossy," sambung Raihan.


"Bagaimana bisa aku bertunangan dan menikah dengan Rossy, sedangkan saat itu otak dan hatiku tertuju padamu, " lanjut Raihan.


"Tapi aku saat ini sudah tak memiliki rasa apapun padamu, yah walaupun aku juga masih mengingat semua kenangan kita, " balas Adisty.


"Aku tau itu, tapi aku akan membuatmu jatuh cinta lagi padaku. Dulu juga aku bisa buat kamu jatuh cinta, masa sekarang enggak, " ucap Raihan sambil tersenyum.


"Iya emang kamu paling bisa deh buat orang jatuh cinta sama kamu, " balas Adisty yang juga membalas senyuman Raihan.


Tiba-tiba Max dan Mira pun datang, memang yah Max selalu saja datang pada waktu yang tidak tepat.


"Ih ngapain datang sekarang sih? " tanya Raihan sambil menatap Max dengan tatapan kesal.


"Dih emang ada yang salah? " tanya balik Max.


"Lu suka datang di waktu yang gak tepat, gue barusan baru aja mau romantis-romantisan sama Adisty, " balas Raihan.


"Udah gak usah banyak bacot, tuh gue ambil baju buat luh, " Max melemparkan pakaian yang ia bawa untuk Raihan.


"Bagus deh kalau lu pengertian, " balas Raihan yang langsung pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.


Max dan Mira kini berjalan ke arah Adisty.


"Nih gue juga bawa makanan untuk luh, " Max memberikan kresek yang berisikan makanan untuk Adisty.

__ADS_1


"Makasih sahabatku, " balas Adisty kegirangan.


__ADS_2