
Alexa duduk dan menyandarkan kepalanya ke kursi. Gadis itu mencoba untuk memejamkan mata dan semua kejadian semalam bersama Sean teringat kembali.
Dia teringat pada erangan Sean, ciuman lembutnya, dekapan hangatnya, gerakan tubuhnya bahkan aroma segar keringatnya.
“Ohh... sial sekali kenapa aku terus-menerus mengingat dia di saat seperti ini ?”batin Alexa kesal dan mencoba menghapus kenangan semalam bersama Sean.
Alexa berulang kali memukul dahinya agar tak mengingat lelaki itu lagi dan berusaha move on.
Di lain tempat pesawat dari Dublin tinggal landas menuju ke Paris. Sepasang suami istri duduk bersebelahan dan tak sabar ingin segera tiba di rumahnya.
Di airport nampak Sean berdiri dan terus menatap bandara menunggu pesawat datang. hingga tiga puluh menit kemudian sebuah pesawat mendarat di depan Sean.
“Akhirnya datang juga.”ucap Sean tersenyum lebar. Dia pun segera masuk ke pesawat dan duduk menjadi penumpang pertama yang masuk.
Sean tak bisa melupakan kejadian semalam bersama Alexa. Bahkan detak jantungnya masih menderu kencang saat dia kembali memikirkannya.
“Gadis itu semalam benar-benar gila.”batin Sean teringat Alexa semalam mengambil alih semuanya. Dia teringat pada sentuhan lembut Alexa di seluruh tubuhnya dan ciuman panasnya yang membuat dirinya saat ini kembali terbakar.
“Sial... sebaiknya aku tidur saja.”gumam Sean mencoba untuk mengontrol dirinya.
Enam jam berlalu dan pesawat yang di tumpangi Alexa hampir tiba di tujuan.
Di bandara terlihat Ray yang sudah berada di sana dan menunggu kedatangan Alexa. Lelaki itu terlihat tegang sambil bergumam kecil, entah apa yang diucapkannya. Dia tak sabar ingin segera bertemu dengan Alexa.
Satu jam kemudian pesat mendarat di Bandara Soekarno- Hatta Jakarta.
“tap... tap... tap...”Alexa turun dari pesawat dengan membawa barang bawaannya. Dia melihat ke sekitar dan tersenyum lebar.
“Aku tak menyangka akhirnya aku kembali pulang juga setelah beberapa waktu berada di Paris.”gumam Alexa kecil menatap tanah air yang ia rindukan.
Gadis itu teringat pada Rey dan mencari keberadaannya.
“Alexa.... !”panggil seseorang sambil melambaikan tangan dari kejauhan.
“Rey....!”balas Alexa saat melihat temannya itu datang menjemputnya.
Alexa kemudian menghampiri Rey dan memeluknya.
“Rey... lama tidak bertemu denganmu aku sangat merindukanmu.”ucap Alexa lalu melepas pelukannya.
Dari kejauhan terlihat Sean berlari untuk mencari sosok Alexa. Dia pun akhirnya berhenti saat menemukan yang dicarinya sedang bersama lelaki lain.
“Alexa... siapa lelaki itu ? Kenapa kau terlihat dekat sekali dengannya ?!”gumam Sean merasa tiba-tiba terbakar api.
Dengan menahan kesal lelaki itu kemudian berjalan mengikuti Alexa untuk memantau apa yang mereka lakukan.
Sean berhenti beberapa meter dari Alexa berada. Saat ini gadis itu sedang duduk di sebuah kursi panjang bersama Rey. Terlihat mereka berdua berbincang.
__ADS_1
“Mungkin sekarang ini saatnya.”batin Rey sambil menarik nafas dalam-dalam. Seketika lelaki itu berubah serius.
“Alexa... ada yang ingin ku sampaikan padamu.”ucap Rey sambil memegang tangan Alexa.
Sean dari kejauhan merasa tak suka dengan Rey dan merasa gelagat lelaki itu semakin aneh saja, dan dia semakin mendekat.
“Alexa... sudah lama aku ingin mengungkapkannya padamu. Aku-aku... menyukaimu. Apa kau mau bersamaku ?”ucap Rey Akhirnya bisa mengungkapkan isi hatinya setelah bersusah payah.
“Ha... Rey apa yang kau ucapkan barusan ? Kau menyukai ku ?”jawab Alexa tersedak saat meminum air mineral.
“Bagaimana... ?”ulang Rey masih menggenggam tangannya.
“Tidak... ini tidak benar Rey. Aku sangat menyayangimu tapi sebagai saudara tidak lebih.”jawab Alexa sambil menarik tangannya.
“Alexa... aku akan menunggumu sampai kapanpun.”balas Rey meyakinkan kembali gadis itu.
“Tidak Rey... sampai kapanpun aku akan tetap tidak akan bisa merubah perasaanku padamu.”jawab Alexa tegas.
“Tapi kenapa... ?”ucap Rey meminta penjelasan lebih lanjut seolah tak terima dengan penolakan Alexa.
Alexa diam karena bingung mau menjelaskan apalagi padanya.
“Karena Alexa adalah milik ku. Dia adalah tunangan ku.”ucap Sean tiba-tiba dan berdiri di belakang mereka berdua.
Alexa segera berdiri dan berbalik menatap Sean.
Sean segera menggenggam tangan Alexa dan menariknya merapat ke tubuhnya.
“Tolong siapapun kau tolong jauhi tunangan ku ini.”ucap Sean tegas mendeklarasikan hubungan mereka berdua sambil menjauhkan Rey dari Alexa.
“Sean kau ini bicara apa ? Kau jangan seperti itu. Rey ini sudah ku anggap seperti kakakku sendiri.”ucap Alexa menjelaskan.
“Ikut dengan ku !”ucap Sean menarik tangan Alexa menjauh dari Rey menuju ke jalanan yang sepi.
Alexa segera menarik tangannya dan menepuk bahu Sean.
“Apa yang kau lakukan di sini ?”ucap Alexa lalu menarik dasi Sean.
“Kau bilang meminta ku untuk mempertanggungjawabkan perbuatan ku semalam ?”balas Sean singkat.
“Itu saja ? Lalu kenapa kau bilang seperti itu tadi pada Rey ?”balas Alexa sedikit emosi.
“Emm... tidak... sebenarnya aku kemari karena ingin mengambil kembali hatiku yang telah kau curi.”jawab Sean setelah mengumpulkan keberanian dan mengungkapkannya.
“Sean... aku tidak tahu apa yang kau bicarakan.”balas Alexa singkat dan melepaskan dasi Sean.
Sean kembali menggenggam tangan Alexa.
__ADS_1
“Alexa... Je t'aime. Cela vous dérangerait-il d'être ma femme ?”ucap Sean sambil mengeluarkan sebuah cincin dan membukanya.
“Quoi... ?”Alexa merasa syok mendapatkan lamaran yang sangat mendadak dan dia hanya bisa tersenyum menanggapinya seolah bermimpi.
“Kurasa itu terlalu cepat Aku belum ingin menikah saat ini.”balas Alexa bangun dari mimpi.
“Jadi kau mau menjadi kekasihku ?”ucap Sean lagi.
Alexa mengangguk dan Sean tetap menyematkan cincin yang di bawahnya di jari manis Alexa. Dia pun segera mencium bibir gadis itu dan memeluknya erat.
Di rumah Sean, kedua orang tuanya datang.
“Sean... sayang... kami pulang.”ucap ibu Sean dengan tersenyum lebar masuk ke kamar putranya. Namun mereka harus kecewa saat mendapati kamar putranya kosong.
Di luar ada mobil berhenti di depan rumah Sean. Kebetulan ayahnya Sean baru mengambil barangnya yang tertinggal di mobil.
“Tuan Austin... ? Apa yang membawamu ke rumahku ?”tanya ayah Sean yang menemui sendiri tamunya.
“Tuan Aldric... aku kemari mau menjemput putriku.”balas Austin sambil tersenyum kecil pada ayahnya Sean.
Malam hari di rumah Alexa, terlihat Sean dan Alexa masuk ke rumah setelah seharian menghabiskan waktu mereka berdua di pantai.
“Argh... turunkan aku.”ucap Alexa saat mereka berdua memasuki kamar.
Sean menurunkan tubuh Alexa ke tempat tidur. Dia pun kembali mencium lembut bibir Alexa dan semuanya mengalir begitu saja. Lelaki itu mendekap erat tubuh Alexa di bawah tubuhnya.
“Je t'aime ma chérie.”
Alexa memeluk erat pinggang Sean dan mengulang kejadian di malam sebelumnya. Mereka berdua pun tertidur dalam satu selimut dan Alexa memeluk erat Sean sambil menggenggam liontin di tangan Sean.
TAMAT....
Terima kasih atas dukungannya selama ini meskipun banyak yang tidak menuliskan komentar di sini. Nantikan karya baru lainnya yang akan tayang tanggal 1 nanti sebuah kisah tentang wanita pembawa sial dengan CEO gila yang amnesia
Salam... ❤️❤️❤️
-—-----—------------------------------------------
Halo pembaca semua karena banyaknya request untuk melanjutkan cerita ini maka penulis sedang berusaha mencari ide.
Kisah ini akan dilanjutkan dan tayang pada hari ini 23 Okt 2022 dengan judul Where's My Daddy ?
Jangan lupa sama kisahnya ya.
Terima kasih sudah mendukung dan bersabar menunggunya.
😊💐
__ADS_1