Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps 44 Sebuah Nama


__ADS_3

Alexa bangun dari tidurnya tepat di saat Judas pergi dari penginapan itu. Dia melihat ke sekitar dan menatap jam dinding.


“Jam berapa sekarang...”gumamnya terkejut saat melihat Jam menunjukkan waktu sore hari dan ternyata dia ketiduran.


“Oh liontin ku... !”pekik gadis itu saat teringat pada liontinnya dan melihat pergelangan tangan kirinya.


“Huft....liontin ini masih ada di sini sepertinya aku hanya takut berlebihan saja dan tak ada yang perlu ku khawatirkan.”gumam Alexa yang paranoid sendiri jika liontinnya kembali hilang dari tangannya.


Alexa duduk menatap liontin di tangan kirinya sambil mengumpulkan jiwanya yang masih belum komplit setelah bangun tidur.


Untuk sejenak dia berpikir sambil terus memegangi liontin di tangan kirinya.


“Jika liontin ini adalah barang berharga dari kota ini. Apa mungkin ayahku adalah orang sini... ??”gumam Alexa menebak dan menghubungkan nya sendiri.


Gadis masih tidak mengerti asal usul liontin itu dan semuanya seperti tak masuk akal baginya.


“Aku tidak tahu apa aku harus mencarinya sekarang atau nanti... dan aku juga tidak tahu harus mencari dari mana...”gumam Alexa bimbang karena sama sekali tak ada petunjuk untuk dirinya.


Gadis itu kembali berpikir bagaimana ibunya bisa kenal dengan lelaki bule sementara setahunnya ibunya tak pernah ke luar negeri.


“Aku ingat Ibu pernah bilang jika ayah bernama Austin Ber... tapi lanjutannya siapa...”ucap Alexa lagi yang tidak mengetahui nama belakang ayahnya.


Karena penasaran dia pun mengambil laptop yang ada di dekat tempat tidur dan menyalahkannya.


“klik...”Alexa mencari daftar nama lelaki orang Prancis yang berawalan dengan huruf B.


Muncul banyak nama-nama di layar laptopnya.


“Baldwin... Basten... Beaufort...Benjamin...”gumam Alexa membaca beberapa nama yang berawalan huruf B dan memadukan dengan nama depan ayahnya.

__ADS_1


Alexa merasa tak ada nama yang pas dan terdengar klop saat dia mencoba memasangkan beberapa nama itu. Namun dia tidak putus asa dan terus mencari beberapa lama dan memasangkannya lagi.


“Austin Bernard... kedengarannya tidak pas...”ucap Alexa sambil menulis nama itu di sebuah kertas kosong.


“Austin Bertrand... ehm... nama ini kedengarannya pas tapi aku tidak tahu ada tidak orang bernama ini.”ucapnya lagi lalu menulis nama itu di kertas kosong.


Beberapa saat kemudian Alexa membaca catatan yang dia tulis di mana Di sana ada beberapa nama yang sudah dia pasangkan dengan nama ayahnya.


“Sekarang aku akan mencari satu persatu nama ini...”gumam gadis itu.


Alexa mengetikkan nama yang telah dipasangkan nya satu per satu namun sayang dia tak menemukan seseorang yang bernama itu di kota ini.


Alexa tak putus asa dan dia terus mengetikkan nama lain hingga dia menemukan sebuah nama yang dia pasangkan tadi.


“Austin Bertrand.... pengusaha nomor dua di kota Paris...”gumam Alexa setelah mendapati nama itu ternyata terhubung dengan sosok pengusaha besar di kota ini.


“klik... klik... klik...”Alexa kembali mengetik profil apalagi Bernama Austin Bertrand.


“Ah tidak mungkin Ayahku adalah seorang pengusaha besar dari kota ini...”ucap Alexa setelah selesai membaca informasi mengenai nama tadi.


Karena belum menemukan petunjuk lain Alexa mematikan laptopnya dan berniat untuk melanjutkan mencari informasi mengenai hal itu malam hari nanti.


Alexa merasa badannya gerah dan dia pun segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Alexa keluar dari kamar mandi dengan rambut masih basah dan tertutup oleh handuk. Gadis itu lalu duduk di kursi menata ponselnya di meja.


“Aku sudah menemukan liontin ku. Tapi aku belum menemukan siapa ayahku. Jadi sebaiknya aku pulang kapan...”batinnya yang menjadi bimbang sendiri.


Di tengah kebimbangannya dia teringat pada sosok Rey yang memintanya untuk cepat pulang.

__ADS_1


“Baiklah aku akan menghubungi Rey sekarang...”


Alexa mengambil ponsel dan menghubungi nomor Rey. Sudah dua kali dia mengulangi panggilan namun teleponnya belum diangkat juga.


“Mungkin dia sedang tidur. Benar juga di sana masih malam sekarang.”ucap Alexa menatap jam di dinding kemudian menaruh kembali ponselnya ke meja.


Rey yang saat itu barusan dari luar, masuk ke kamar karena mendengar ponselnya berdering. Dia segera mengambil ponselnya dan mendapati Alexa meneleponnya. Lelaki itu pun menelepon balik.


“kring... kring... kring...” suara ponsel Alexa yang berdering.


“Rey... ?”ucap Alexa saat melihat siapa yang meneleponnya.


“Halo Rey... aku tadi menelepon mu...”ucap Alexa setelah mengangkat.


“Maaf aku barusan dari luar. Ada apa... apa kau sudah mau kembali ke Jakarta ?”ucap Rey menduganya.


“Ya... aku ingin memberitahumu jika aku sudah berhasil mendapatkan liontin ku kembali. Tapi aku merasa liontin ini ada hubungannya dengan seseorang yang ada di sini jadi aku belum tahu kapan aku pulang...”jawab Alexa menjelaskan pada Rey.


“Alexa aku khawatir padamu Jika kau berada di sana lama seorang diri. Lebih baik kau segera pulang aku akan membantumu nanti.”ucap Rey memberi saran dan Sebenarnya dia tak sabar ingin segera bertemu dengan gadis itu.


“Oh... beri aku waktu satu minggu lagi. Setelah satu minggu ketemu atau tidak aku akan tetap pulang ke Jakarta.”balas Alexa berpikir dan kemudian memutuskan dengan cepat.


Alexa dan Rey pun mengobrol untuk beberapa saat dan lima menit kemudian percakapan berakhir.


Satu jam kemudian Alexa merasa perlu angin segar untuk memberikan inspirasi bagi dirinya mengungkap dan menemukan petunjuk tentang ayahnya lagi.


“Sebaiknya mumpung aku masih di sini aku akan pergi ke Menara Eiffel...”ucap gadis itu sambil tersenyum kecil. Alexa bersiap untuk jalan-jalan.


Sementara di luar Fantôme dan Sean sedang memantau pergerakan Alexa dan mereka menunggu gadis itu keluar dari penginapan.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2