Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 63 Pencarian Kedua


__ADS_3

Di tengah jalan Sean membuka ponselnya yang ya setting terhubung dengan perangkat laptopnya di rumah ataupun di perusahaan. Jadi dia tetap bisa mengakses informasi dari perusahaan ataupun di rumah saja berada di luar.


“klik...”Sean melihat daftar nama Austin yang pernah dikirim oleh Sivan maupun Judas padanya.


“Jadi mana yang mereka berdua tidak sedang sedikit saat ini ?”batin Sean membaca daftar nama yang harus dia selidiki saat ini.


“Victor antar kami ke rumah Tuan Austin White.”ucap Sean menutup kembali ponsel dan memasukkannya ke saku baju.


“Ya tuan Sean... boleh tahu alamatnya tuan ?”balas Victor balik bertanya karena memang tidak tahu alamatnya daripada dia salah jalan dan malah mendapatkan teguran.


Sean memberitahukan alamat yang harus dia tuju dengan singkat dan membuat sopir itu harus berpikir keras untuk menemukannya.


“Apa kau tahu alamat itu ?”tanya Sean melihat raut muka kebingungan sopirnya.


“Tahu tuan.”jawab Victor singkat namun lagi itu segera mengambil ponselnya dan membuka aplikasi peta untuk mencari alamat yang disebutkan oleh Sean tanpa sepengetahuannya.


Alexa duduk dengan tenang dan hanya mendengarkan saja obrolan dua lelaki dalam mobil.


“Lelaki dari kalangan elit memang otoriter. Bagaimana nanti dia memperlakukan istrinya ?”batin Alexa membayangkan hal aneh yang terlintas di pikirannya jika istri nya Sean pastilah akan bernasib kurang lebih hampir seperti sopir pribadinya.


“Ehm... ehm... apa ada yang lucu di sini, nona ?”ucap Sean tiba-tiba saat melihat Alexa menatap dirinya dengan tertawa kecil.


“Oh maaf tuan Sean aku bukan menertawakan dirimu. Aku hanya teringat pada teman ku yang mempunyai perilaku aneh.”jawab Alexa asal dan menghentikan aksi tersenyum nya.


Sean tahu jika gadis itu berbohong dan Sebenarnya dia menertawakan dirinya, entah apa yang lucu dari dirinya.


“Gadis sialan... bisa-bisanya dia menertawakan diriku.”batin Sean mengumpat dalam hati karena selama ini tak pernah ada yang menertawakan ataupun meremehkan dirinya seperti yang dilakukan oleh Alexa padanya.

__ADS_1


Alexa yang merasa tak enak hati karena berbohong mencoba mencairkan suasana yang tegang dengan membuka obrolan.


“Tuan Sean... bagaimana dengan tuan Austin power tadi ?”tanya Alexa menatap mata hazel Sean sambil menahan senyumnya.


“Nona kau sudah dengar sendiri tadi lelaki itu sama sekali tak mengetahui liontin Marie Antoinette ini.”balas Sean sambil menunjukkan liontin di tangannya.


Alexa yang lama tidak mengenakan liontin miliknya merasa rindu dan ingin memakainya walau hanya beberapa detik saja saat melihat liontin itu.


“Maaf tuan Sean... aku tidak bermaksud mengingkari ucapan ku padamu sebelumnya. Tapi Apakah boleh aku hanya meminjam liontin itu sebentar saja ?”ucap Alexa menyampaikan maksudnya.


Melihat tatapan Alexa yang memelas Sean jadi tidak tega walaupun Sebenarnya dia tak ingat mengembalikan pengantin itu padanya meski hanya sedetik saja.


“Asal aku bisa memegang janji mu dan kau tak akan mengingkarinya aku akan meminjamkan nya pada mu.”balas Sean mengambil keputusan karena bagaimana pun juga lewatkan itu sebenarnya memang milik Alexa.


“Benarkah ? Terima kasih.... aku tak akan lama meminjamnya.”balas Alexa tersenyum lebar dengan mata berbinar.


Tanpa bicara lagi Sean melepas gelang dari tangannya. Dia lalu memegang tangan Alexa dan memakaikan gelangnya di tangan kanan Alexa.


“Ibu... maaf aku tak bisa menjaga peninggalan darimu dengan baik. Tapi kabar baiknya saat ini ada yang membantuku mencari ayah. Doakan aku bisa menemukannya untukmu.”ucap Alexa sambil menitikkan sedikit air mata.


Sean hanya melihat saja apa yang dilakukan oleh Alexa. Dalam hati dia tersentuh saat melihat gadis itu menitikkan air matanya meskipun dia tak mengerti apa yang dia ucapkan dalam bahasa asing yang dia sama sekali tidak mengerti artinya.


“Baru kali ini aku melihat tuan bersikap lunak pada seorang gadis.”batin Victor melihat apa yang terjadi dari kaca di atasnya.


Alexa melihat kembali liontin itu sebelum dia mengembalikannya pada Sean. Dia mencium kembali liontin itu kemudian melepasnya.


“Terima kasih tuan....”ucap Alexa menyerahkan kembali gelang itu pada Sean.

__ADS_1


Sean sebenarnya ingin meminjamkan lebih lama pada Alexa namun pantang baginya untuk mengulangi kemurahan hatinya dua kali.


“Ya...”jawab Sean menerima kembali liontin itu dan segera memakainya kembali. Entah kenapa dia merasakan perasaan yang aneh menjalar ke tubuhnya saat mengenakan gelang itu kembali.


Mobil terus melaju di jalanan membawa mereka menuju ke rumah Austin White.


“Tuan Sean.... siapa sebenarnya Austin white itu ?”tanya Alexa yang ingin tahu profil lelaki yang akan di temuinya setelah ini.


“Nanti kau akan tahu sendiri nona setelah bertemu dengannya.”jawab Sean tak mau menjelaskan dan membiarkan gadis itu penasaran sendiri sebagai balasan darinya karena telah mendatangkan dirinya sebelumnya.


Alexa diam dan tak bertanya lagi pada Sean. Karena dia sudah bisa menebak apa jawabannya.


“Tahu begitu aku tidak tanya tadi. Kenapa juga aku bertanya pada lelaki aku seperti dia ?”batin Alexa merasa kesal dan hanya bisa menahannya saja.


Tiga puluh menit berlalu namun mereka masih berada di jalan dan belum sampai ke tempat tujuan.


Sean melihat jalanan yang mereka lalui bukan jalanan sesuai dengan alamat tujuan mereka.


“Victor kau bawa kemana aku ?”ucap Sean pada sopirnya.


Sopir itu berhenti sebentar dan menepi. Keringat dingin mengucur dari dahinya.


“Tuan sesuai dengan petunjuk arah yang ditunjukkan oleh peta alamat yang tuan berikan itu lewat sini.”jawab Victor dengan gemetar.


“Apa... jadi kau salah jalan ?! Seharusnya kau cukup tanya saja padaku jika memang tidak tahu !”ucap Sean sedikit berteriak karena kesal karena sama saja dengan membuang-buang waktu.


“Maaf tuan.”jawab Victor ketakutan melihat Sean yang marah padanya.

__ADS_1


Mereka pun berhenti sejenak di tepi jalan dan menunggu perintah selanjutnya dari Sean.


BERSAMBUNG...


__ADS_2