Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 23 Balasan dari Tes


__ADS_3

Keesokan harinya Alexa berangkat bekerja dengan bersemangat karena dia yakin serta optimis akan menemukan liontin nya kembali dalam waktu dekat ini.


Di tempat kerjanya beberapa orang keluar masuk ke kantor. Mereka berhenti di tempat Alexa memasang pengumumannya.


“Em... liontin nya seperti liontin kuno tapi bagus sekali. Sayang sekali barang ini hilang.”ucap seorang wanita yang juga merupakan karyawan di sana saat melihat pengumuman di dinding.


Setelah wanita itu pergi datang lagi seorang laki-laki yang juga melihat pengumuman itu.


“Aku tidak pernah melihat liontin sebagus ini sebelumnya...”ucap lagi itu yang juga merupakan karyawan di sana.


Banyak orang yang datang silih berganti untuk melihat pengumuman yang tertempel di dinding itu di hari pertama dipasang.


Tak berapa lama kemudian Alexa berjalan dari arah parkiran menuju ke kantor.


“Dina... bagaimana apa sudah ada yang melihat pengumuman ini ?”tanya Alexa berdiri di depan pengumuman yang ditempel di dinding.


“Sampai saat ini sudah banyak yang melihat pengumuman yang kau tempel itu.”jawab Dina berhenti menatap monitor komputer dan beralih menatap Alexa sebentar.


“Oh... bagus kalau begitu...”jawab Alexa sembari tersenyum lebar.


Gadis itu pun kemudian menatap jam dinding di ruangan dan segera keluar dari kantor menuju ke teras kantor untuk apel pagi rutin setiap harinya yang akan dimulai lima menit lagi.


Alexa segera masuk ke barisan karena yang lainnya sudah pada berkumpul dan dirinya adalah yang datang terakhir.


Lima menit kemudian apel pagi dimulai dengan mengabsen satu per satu guide yang sudah berbaris rapi.


Sepuluh menit kemudian apel pagi selesai dan barisan itu buyar. Alexa jalan menuju ke area resort dan melakukan pekerjaannya seperti biasa, menemani para turis ke area resort hingga sore hari.

__ADS_1


Di lain tempat di siang hari. Saat ini Sean berada di kantornya. Dia hanya memeriksa setumpuk berkas laporan yang ada di meja.


“Ku rasa tak ada kesalahan pada laporan ini.”ucap Sean menunggu kembali berkas laporan yang selesai diperiksanya ke meja.


Setelah dia selesai memeriksa semua laporan, dia pun membuka kembali media sosial sekedar untuk melihat respon dari postingan semalam.


“klik....”Sean masuk ke beranda media sosial.


Dia terkejut sekali melihat banyak sekali balasan yang masuk di berandanya.


“Oh.... jadi mereka sama seperti ku. Mereka juga menyukai liontin Ratu Louis IV milik ku.”gumam lelaki itu saat melihat ada ribuan balasan yang masuk untuknya.


Dia membaca satu persatu balasan maupun komentar teratas.


“Apa... mereka mengira aku mau melelang barang ini ?”gumam Sean saat membaca salah balasan untuknya.


“Klik... klik...”Sean mengetik balasan.


Dia membaca komentar lainnya yang menawarkan sebuah harga fantastis untuknya. Dia pun tertawa kecil dan kemudian iseng membalasnya.


“Harga yang ku tawarkan padaku terlalu rendah. Bagaimana jika satu juta dolar... ?”balas Sean menuliskan harga impossible agar tak ada yang mau menawarnya.


Namun tak dia sangka, dia mendapatkan balasan dari harga yang dia tawarkan.


“Apa... dia menyanggupi harga unreasonable yang ku banderol ? Jadi liontin ini memang benar-benar berharga.”gumam Sean setelah membaca balasan tadi dan membawa dirinya semakin yakin jika dia tak akan melepas liontin itu berapapun harganya.


“Maaf... aku berubah pikiran dan aku tidak menjualnya...”balas Sean di media sosialnya.

__ADS_1


Lelaki itu kemudian keluar dari akun media sosialnya dan kembali masuk ke aplikasi kerjanya setelah puas melihat balasan dan tanggapan untuk liontin Ratu Louis IV.


Malam harinya saat di rumah. Alexa yang diam dan tidak ada kerjaan membuka laptopnya sekedar untuk melepaskan penatnya hari ini setelah lelah bekerja seharian.


“tik... tik...” gadis itu masuk ke akun sosial medianya.


“Rasanya lama sekali aku tidak membuka akun media sosial ku. Ada Informasi apa ya...”batin Alexa sambil melihat beranda akun media sosialnya.


Banyak sekali notifikasi pemberitahuan dan informasi terbaru untuknya. Dia pun membuka satu persatu dan membacanya.


“Ha...ha...ha...” Gadis itu tertawa saat melihat postingan temannya yang lucu.


Dia kemudian melihat postingan lainnya dan mendapatkan informasi baru dari temannya yang berasal dari berbagai daerah.


Hingga malam Alexa masih berada di depan laptop dan perkutut pada akun media sosialnya. Satu jam kemudian dia merasa bosan dengan informasi lokal nasional di akun jejaring sosialnya.


“Bagaimana perkembangan di luar negeri saat ini...”gumam Alexa ya ingin mengetahui seputar informasi dari luar negeri.


Entah kenapa gadis itu tiba-tiba terpikirkan negara Prancis, mungkin karena sebelumnya dia masih merasa ingin mencari Sean dan masih ada yang mengganjal di hatinya.


“Aku tidak berteman dengan orang dari negara ini... apa sebaiknya aku...”ucap Alexa yang mempunyai ide untuk mengajukan pertemanan dengan orang dari negeri itu.


Alexa kemudian mengirimkan permintaan pada beberapa orang Perancis dan menunggunya.


Setelah satu jam menunggu dari situ rupanya merasa bosan dan ngantuk sekali.


“Mungkin aku baru melihat konfirmasi permintaan teman diterima besok saja.”gumam Alexa yang lelah menunggu. Dia pun mematikan laptop kemudian menaruh ke meja setelah itu dia merebahkan dirinya ke tempat tidur.

__ADS_1


“hoaehm...”gadis itu tak henti-hentinya menguap hingga matanya berair dan dia pun sudah tak tahan lagi untuk membuka matanya yang terasa berat.


BERSAMBUNG....


__ADS_2