Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 91 Undangan Untuk Alexa


__ADS_3

Tak lama kemudian Austin tiba di rumah. Lelaki yang terlihat marah itu segera turun dari mobil dan berjalan dengan cepat masuk ke rumah.


Seluruh tubuhnya terasa panas terbakar amarah. Bahkan para bodyguard yang ada di sana terlihat takut hanya dengan melihatnya saja.


“brak... !”Austin menutup dan membanting pintu dengan keras setelah masuk ke rumah.


“Apa yang membuat tuan sampai marah seperti itu ?”batin beberapa body guard yang ada di depan rumah menatap ke arah pintu.


Di dalam rumah Austin lelaki itu menuju ke dapur. Ada berbagai barang di meja dan dia mengambil asbak yang terlihat di meja.


“prang.... !”Austin membanting asbak itu ke lantai hingga pecah.


Dia pun mengambil beberapa tumpuk buku yang ada di meja dan melemparkannya ke lantai. Austin yang masih gelap mata mengambil apapun barang yang dia lihat dan membantingnya ke lantai.


“Aargh... !”pekik seorang pelayan wanita saat mendengar suara barang-barang di banting. Ia pun segera berlari menuju ke tempat asal suara.


“Tuan ada apa...”ucap pelayan wanita terkejut mendapati rumah yang berantakan, banyak pecahan kaca di lantai dan barang-barang berserakan di sana.


“Pergi kau dari sini ! Jangan ganggu aku !”ucap Austin berteriak menatap pelayan rumahnya dengan mata merah.


Pelayan tadi tak berani berkata sepatah kata pun melihat tuannya yang marah sekali. Dia pun segera pergi dari sana dan kembali ke ruang belakang.


“Tak ada yang bisa dipercaya di dunia ini sekalipun itu sudah ada perjanjian kontrak yang tertulis !”teriak Austin yang masih marah dan melampiaskan semua amarahnya.


Dia kembali membuat isi rumah berantakan dan kacau. Lelaki itu mengambil kursi lalu melemparnya ke kaca jendela.


“prang...”kaca jendela pecah dan lelaki itu akhirnya berhenti membuat kekacauan di rumah dan duduk di sofa.


Dua jam kemudian emosinya sudah berangsur-angsur reda. Austin berdiri melewati barang-barang yang ia jatuhkan di lantai menuju ke kamar Bryan.


Di dalam kamar lelaki itu melihat foto Bryan lulus wisuda bersama dirinya.

__ADS_1


“Tak kusangka kau benar-benar aku perlakukan dan ku anggap seperti anak kandung ku sendiri. Tapi ternyata... ternyata kau anak lelaki itu !”ucap Austin menatap foto Bryan yang tersenyum.


Austin terlihat kecewa berat. Dia pun menurunkan foto itu dari dinding lalu membantingnya ke lantai.


“prang...”Austin hanya menatap pigura foto yang pecah di depan kakinya. Ia kemudian melangkah keluar dari kamar Bryan.


Lelaki itu masuk ke ruangan pribadinya dan duduk di sana sambil mengatur nafasnya yang terasa sesak.


Austin mengaktifkan mikrofonnya dan memanggil salah satu anak buahnya masuk ke ruangan.


“Ya tuan, ada apa tuan memanggilku ?”ucap seorang Bodyguard masuk ke ruangan Austin.


“Ambil sample Bryan dan kirim ke rumah sakit. Lakukan tes DNA denganku sekarang juga.” ucap Austin memberi perintah pada anak buahnya.


“Baik tuan.”jawab anak buah Austin tanpa bertanya meskipun dia penasaran kenapa lelaki itu melakukan tes DNA dengan putranya sendiri.


“Satu lagi buatkan undangan tertulis untuk Alexa untuk datang ke sini sebagai tamu VIP. Segera serahkan undangan itu pada ku !”ucap Austin lagi.


Sepuluh menit kemudian anak buah Austin kembali masuk ke ruangannya.


“Tuan Austin... ini undangannya.”ucap boneka tadi menyerahkan undangan yang sudah jadi.


Austin menerima lalu membuka dan melihatnya. Dia menyerahkan kembali undangan itu pada bodyguard-nya setelah membaca.


“Antarkan undangan itu pada Alexa dan bawa dia ke sini sekarang juga !”ucap Austin kembali memberi perintah.


Body guard tadi membawa kembali undangan VIP untuk Alexa lalu segera menuju ke rumah Sean untuk menyerahkannya.


Di rumah Sean, terlihat Alexa yang berada di luar rumah. Gadis itu kembali melihat bunga lily yang tumbuh di sana meskipun sebelumnya ya pernah diculik saat berada di sana.


“tsk.... tsk....”decak Sean menatap Alexa yang keras kepala berjalan menuju ke taman bunga yang ada di luar rumah, meski dia sendiri sudah melarangnya.

__ADS_1


Terpaksa lelaki itu pun berjalan mengikuti Alexa berjalan keluar rumah karena khawatir juga sewaktu-waktu anak buah Austin kembali datang dan menculik gadis itu.


Alexa duduk di tengah hamparan bunga lily dan menatap angin yang berhembus meniup bebungaan itu.


“Gadis itu... meskipun dia sedikit tomboy tapi dia juga menyukai bunga ?”batin Sean mengamati Alexa dari kejauhan.


Dari arah utara datanglah sebuah mobil berwarna coklat metalik dan berhenti di dekat kebun bunga lily.


“brak...”seseorang turun dari mobil setelah pintu terbuka.


Alexa menetapkan arah mobil yang berada tiga meter di depannya.


“Mobil itu-itu kan mobil yang tempo hari pernah menculik ku ?!”pekik Alexa panik.


Ia pun langsung berdiri dan berlari menuju ke rumah Sean. Ia berhenti saat melewati Sean.


“Ayo pergi dari sini.”ucap Alexa menarik tangan Sean dan mengajaknya berlari menuju ke rumah.


“Alexa kenapa kau mengajak ku berlari seperti ini ?”ucap Sean kita tahu menang apa alasan Alexa terus menarik tangannya.


Alexa menunjuk ke arah kebun lily, terlihat dua orang lelaki berlari ke arahnya.


“Orang itu adalah anak buah Astin. Ayo pergi dari sini.”jawab Alexa kembali menarik tangan Sean yang masih berdiri dan tak beranjak dari tempatnya saat ini.


Sean balas menarik tangan Alexa dan memintanya berhenti.


“Austin ?! Kau tidak perlu lari darinya. Ada aku di sini. Aku juga ingin membuat perhitungan dengannya.”balas Sean meminta gadis itu untuk tenang dan berdiri di belakangnya.


Alexa menuruti perkataan Sean. Sedangkan Sean segera berbicara melalui mikrofonnya memanggil beberapa anak buahnya untuk siaga di dekatnya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2