
Sean yang duduk menunggu di dalam mobil bersama yang lainnya beberapa kali melihat arah jam tangan.
“Kenapa lama sekali dan Sivan ataupun fantôme belum ada yang ke sini ?”batin Sean gelisah.
Ia pun kembali mengeluarkan ponsel dan mencoba menelepon Sivan karena sudah menunggu hampir satu jam lebih.
“kring...kring...kring...”Tidak ada jawaban pada dari pertama telepon, maka Sean mengulanginya untuk yang kedua kalinya.
“Kring...kring...kring...cepatlah angkat !”batin Sean tak sabar dan terus menutup layar ponselnya.
“Halo bos....”tiba-tiba terdengar suara dari seberang ponsel.
“Sivan Kenapa kau dan tim mu belum datang ke sini ?”tanya Sean to the point.
“Boz.... maaf kami sedang dalam perjalanan dan ada kendala di sini. Tiba-tiba ban mobil kami kempes tanpa sebab. Dan kami masih mencoba memperbaikinya.”jawab Sivan menjelaskan kondisinya panjang lebar saat ini apa yang sedang terjadi.
“klik...”Sean segera menutup ponselnya dan mengembalikannya ke saku baju.
Ia pun mulai berpikir dan semuanya terasa terhubung serta kebetulan sekali terjadi di saat setelah dirinya bertemu dengan Austin Bertrand.
“Ini semua pasti ada hubungannya dengan lelaki itu !”gumam Sean merasa kesal karena dia sama sekali tidak mengganggu lelaki itu, tapi kenapa dia yang menganggu dirinya dulu.
Hari menjadi gelap dan angin berhembus kencang. Menunggu lama di dalam mobil ternyata membuat mereka bosan.
“klak....”Sean membuka pintu mobil kemudian keluar untuk menghirup udara bebas karena merasa penat dari tadi duduk di dalam mobil.
Melihat Sean keluar Alexa mengikuti keluar dan bersandar ke samping mobil sambil melihat ke sekitar.
“Kapan kita akan keluar dari hutan ini ?”batin Alexa sedikit merasa cemas karena dari tadi belum muncul sedikitpun adanya tanda-tanda bantuan untuk mereka.
Sean yang berada tak jauh dari Alexa berdiri melihat gadis itu terlihat cemas dan mencoba bicara dengannya.
“Nona tak perlu khawatir. Fantôme masih dalam perjalanan ke sini. Kita tunggu saja mereka menjemput kita pulang.”ucap Sean menjelaskan dan mencoba menenangkan tanpa memberitahukan keadaan Fantôme yang saat ini juga sedang terjebak macet.
__ADS_1
“Ya tuan Sean... aku tidak khawatir dan aku sudah terbiasa dia harus bermalam di tempat seperti ini.”balas Alexa sambil tersenyum tipis yang membuat Sean Seperti mendapat sedikit angin segar di tengah panasnya gurun.
Dari suatu tempat jauh dari lokasi hutan tempat Alexa dan yang lainnya berada saat ini terlihat seorang bodyguard menatap ke suatu tempat.
“suiit...!”bodyguard tadi bersiul dan seekor macan tutul langsung mendekat ke arahnya.
Macan duduk itu terlihat jinak dan menurut sekali padanya.
“Kau sudah menjalankan tugasmu dengan baik. Sekarang kembalilah ke rumahmu.”ucap bodyguard tadi mengelus kepala macan tutul dimana terdapat sebuah liontin kecil di lehernya.
Macan betul tadi berlari dan melompat dengan cepat menuju ke semak hutan.
Setelah macan tutul tadi menghilang di tengah hutan sang bodyguard tadi kembali bersiul namun kali ini menggunakan sebuah alat yang menyerupai peluit dengan ukuran yang sangat kecil.
Kembali ke tempat Alexa dan Sean berada saat ini. Karena mereka keluar dari pagi dan hingga siang hari belum makan maka kali ini rasa lapar mereka tak bisa ditahan lagi.
“kruuk...”suara perut Alexa dan Sean berbunyi bersamaan.
“Kau lapar...”ucap dua orang itu bersamaan.
Alexa kemudian berjalan menghampiri Sean yang pergi meninggalkannya.
“Bagaimana jika aku pergi sebentar untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan ?”ucap Alexa tiba-tiba.
“Nona malam begini kau mau mencari apa di tempat seperti ini?”balas Sean seolah tak rela gadis itu pergi di tengah gelapnya malam yang mungkin saja akan membahayakan dirinya.
“Aku hanya akan pergi ke sana sebentar dan akan segera kembali.”jawab Alexa menunjukkan suatu tempat dan langsung berjalan menuju ke sana tanpa menunggu jawaban dari Sean lagi.
Sean menatap punggung Alexa semakin menjauhi dirinya.
“Gadis itu kenapa dia keras kepala sekali ? Apa dia tidak tahu betapa bahayanya berada di hutan seperti ini ?”gumamnya kecil mengumpat.
Sean lalu berjalan kembali ke mobil dan membuka pintu.
__ADS_1
“Victor... kau tunggu di disini dan tunggu Sivan datang ke sini. Beritahu aku jika dia datang. Aku akan keluar sebentar.”ucap Sean memainkan perintah pada sopirnya.
“Baik tuan.”jawab Victor.
Sean kemudian berlari mengikuti Alexa dan mengejarnya karena dia khawatir akan keselamatannya.
“Nona tunggu !”teriak Sean memanggil.
Alexa terbalik dan berhenti kemudian menatapnya sambil tersenyum kecil.
“Nona biar aku menemani mu mencari sesuatu yang bisa kita makan.”ucap Sean setelah berhasil mengejar Alexa.
Mereka berdua kemudian berjalan bersama dan melihat ke sekitar dengan bantuan senter dari ponsel.
“Bukankah itu jagung ?”ucap Alexa yang melihat sebuah ladang jagung dari kejauhan dan menunjuknya.
Sean mengarahkan senter ke arah yang ditunjuk Alexa dan itu memang jagung.
“Sepertinya itu bisa mengganjal perut kita. Aku akan mengambilnya beberapa.”ucap Alexa lalu segera berjalan ke sana sendirian meninggalkan Sean yang berdiri mematung.
Alexa tiba di ladang jagung dan segera memetik beberapa jagung sebisa yang dia bawa lalu segera kembali ke sisi Sean.
“Aku sudah mendapatkannya dan kita bisa segera mengolahnya.”ucap Alexa dan Sean hanya mengangguk saja.
Mereka berdua kemudian berjalan kembali menuju ke tempat mobil mereka berada. Namun di tengah jalan tiba-tiba ada beberapa ekor serigala hutan yang mengintai dari balik semak.
“srak...”seekor serigala keluar dari disusul dengan beberapa serigala lainnya.
Mereka kemudian dengan cepat berlari menuju ke arah Alexa dan Sean berada.
“Awas nona !”teriak Sean saat ada seekor Serigala yang melompat dengan cepat dari samping kiri Alexa.
Alexa benar-benar terkejut dan menoleh ke kiri menatap seekor serigala yang bersiap menerkamnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG...