
Alexa berjalan menuju ke motornya dengan lemas setelah tidak menemukan liontin miliknya.
“Sekarang hampir gelap sebaiknya aku mencarinya lagi besok.”gumam Alexa saat melihat langit hampir gelap. Dia pun segera melompat ke motornya dan mengendarainya menuju ke rumah.
“broom... !” Alexa tiba di depan rumah dan memarkir motor sportnya di teras.
“tap... tap... tap...”gadis itu berjalan dengan langkah gontai menuju ke kamarnya.
“Huft... bagaimana aku bisa ceroboh dan sampai kehilangan liontin untuk yang kedua kalinya... seharusnya aku tidak...”desah Alexa menyesal seharusnya dia tak perlu main surfing di pantai dan liontinnya pasti tak akan hilang.
Alexa menaruh tas ke meja kemudian duduk bersandar ke dinding. Tatapannya kosong menerawang ke langit-langit.
“Bagaimana jika aku tidak bisa menemukan liontin dari ibu ?”batinnya berpikir dan pesimis setelah seharian mencari dan belum ketemu.
“Hanya itu satu-satunya petunjuk untuk mencari keberadaan ayahku... apa aku memang tak berjodoh bertemu dengan ayahku ?”batin gadis itu lagi dan merasa sedih karena kecerobohannya membuatnya gagal mengungkap identitas ayahnya.
“buk... !”tanpa sengaja dia menyenggol tas yang ada di meja dan menjatuhkannya ke lantai membuat resleting tasnya terbuka dan beberapa isinya berhamburan.
“Sial !”umpat Alexa kesal saat melihat isi tasnya yang berceceran. Dia pun turun dari tempat tidur dan memunguti barang yang berceceran lalu memasukkannya dalam tas.
Dia melihat amplop tips yang diberikan oleh Marco tadi yang juga ikut terjatuh dan mengambilnya.
“Oh.... ini tips dari tuan Sean...”gumam Alexa saat memegang amplop itu. Dia pun jadi penasaran lalu membuka isinya. Betapa terkejutnya dia saat melihat cek tunai yang di dapatnya itu.
“Apa... cek bernilai 200 dolar ?!”pekik Alexa terkejut dan tak percaya pada nominal yang tertera di cek yang dipegangnya.
Dia heran saja kenapa lelaki berkebangsaan Perancis itu memberinya tips banyak sekali hanya untuk hal kecil yang dia lakukan.
“Rasanya aku tak pantas menerima tips sebanyak ini. Jadi lebih baik aku mengembalikannya besok.”gumam Alexa memasukkan kembali cek tunai ke dalam amplop lalu menyimpannya di tas.
__ADS_1
Keesokan paginya Alexa bangun pagi dan segera bersiap untuk bekerja seperti biasanya.
“broom... !”suara motor sport Alexa yang melesat di jalanan. Gadis itu mengendarai dengan kecepatan tinggi karena saat itu jalanan masih sepi dan tak berapa lama kemudian dia tiba di lokasi tempatnya bekerja.
Meskipun jam kerja belum dimulai namun beberapa teman guide nya sudah ada di sana beserta para turis lainnya.
Alexa turun dari motor setelah memarkirkan nya. Dia kemudian berjalan mencari Marco.
“Marco... tunggu sebentar !”panggil Alexa saat melihat lelaki itu keluar dari kantor.
“Ya Alexa ada apa ?”tanya Marco berhenti.
“Apa tuan Sean sudah datang ?”tanyanya langsung ke inti permasalahan.
“Aku tidak tahu dia sudah datang atau belum. Aku belum bertemu dengan rombongan turis yang ku pandu.”jawab Marco menjelaskan.
Marco mengangguk dan kemudian dia kembali berjalan meninggalkan Alexa.
Satu jam kemudian jam kerja dimulai. Alexa dan guide lainnya terlihat berjalan bersama para rombongan turis yang mereka pandu menuju ke area resort lain.
Hingga siang hari Alexa belum juga mendapatkan kabar dari Marco. Dan dia pun mengeluarkan ponsel untuk meneleponnya.
“kring... kring...” suara ponsel Marco yang berdering. Lelaki itu segera mengangkat ponselnya dan jalan keluar dari keramaian.
“Alexa ada apa ?”tanya Marco sambil mengawasi para turis dari kejauhan.
“Marco apa kau lupa pada pesanku sebelumnya ? Kenapa kau belum memberitahuku jika tuan Sean sudah datang ?”ucap Alexa mengingatkan kembali temannya.
“Oh... ya itu masalahnya aku tidak melihatnya di rombongan dari tadi. Aku tidak tahu di mana lelaki itu pada saat ini. Mungkin saja dia masih di hotel yang jelas dia tidak ada di sini.”jawab Marco menjelaskan panjang lebar.
__ADS_1
“Baiklah terima kasih kalau begitu...”balas Alexa kemudian menutup teleponnya.
Gadis itu tampak bingung mau mencari lelaki itu ke mana. Dan tak tahu apa yang harus dia lakukan dengan cek tunai yang telah diterimanya.
“Haah... bagaimana ini...aku tidak mungkin menerima pemberian sebesar ini.”gumamnya sambil menatap di tangannya.
“Ah... nanti sebelum pulang aku akan mencoba bertanya di mana lelaki itu menginap dan aku akan mencarinya.”gumam Alexa memasukkan kembali amplop dalam tas yang dia bawa kemudian kembali ke tengah keramaian untuk mengawasi para turis yang sedang menghabiskan waktu mereka.
Di lain tempat di hotel, pagi-pagi sekali Sean check out dari Hotel. lelaki itu merasa sudah cukup liburannya dan tujuannya sudah tercapai maka dia memutuskan untuk segera kembali ke negaranya.
“tap... tap... tap...”Sean berjalan keluar dari hotel. Dia berdiri di tepi jalan untuk menunggu taksi. Dia yang sudah tahu cara memanggil taksi segera mengangkat tangannya saat melihat taksi melintas di depannya.
Taksi berhenti di depan sini dan dia pun segera masuk kemudian menutup pintunya kembali.
“Please take me to the airport, sir.”ucap Sean pada sopir. Dan sopir itu mengangguk tanda mengerti dan tak bertanya lagi.
Taksi meluncur membawa Sean menuju ke airport. Lelaki itu turun dari taksi dan masuk ke Airport.
Satu jam berikutnya lelaki itu sudah berada di pesawat dan duduk dengan manis, lima belas menit kemudian pesawat itu tinggal landas membawanya kembali ke negaranya.
Sore hari setelah semua turis sudah keluar dari area resort dan kembali ke hotel masing-masing, Alexa masuk ke kantor dan menanyakan data Sean pada petugas administrasi di sana.
Tak berapa lama kemudian Alexa mendapatkan alamat hotel di mana Sean menginap saat ini.
“Terima kasih Anya...”ucap Alexa pada petugas administrasi.
Alexa pun segera keluar kantor dengan cepat lalu menuju ke alamat Hotel tempat Sean menginap sekarang.
BERSAMBUNG....
__ADS_1