
Dua hari kemudian sebelum keberangkatan, Sean meminta semua hal dan kebutuhannya yang diperlukan sudah disiapkan hari ini.
Malam hari di rumah Sean. Lelaki itu baru masuk rumah setelah keluar bersama beberapa rekan bisnisnya untuk membahas masalah bisnis.
“kriek...”Sean membuka pintu rumahnya. Begitu pintu terbuka banyak pelayan yang sudah siaga di sana menyambut kedatangannya.
“Tuan Sean... apakah mau minum susu sebelum tidur ?”tanya seorang pelayan wanita menawarkannya minuman.
Sean hanya menggeleng saja menatap pelayan wanita tadi sehingga pelayan itu membawa kembali susu hangat yang sudah disiapkannya.
Setelah pengen wanita tadi pergi seorang pelayanan lelaki mendekatinya.
“Tuan apa ada yang tuan pelukan saat ini ?”tanya lelaki yang berpakaian seragam putih itu.
“Tolong panggilkan Ralph ke sini.”ucapnya pada pelayan lelaki tadi kemudian meninggalkannya masuk ke kamar.
Pelayan tadi segera mencari Ralph yang merupakan kepala pelayan di rumah itu dan memberitahunya jika tuan mencarinya.
Tak lama kemudian seorang lelaki berpakaian seragam coklat berusia paruh baya berjalan dengan cepat menuju ke kamar Sean.
“tok... tok... tok...”Sean mengantuk pintu sesampainya di depan kamar Sean.
“Ralph... masuklah...”ucap Sean dari dalam.
Lelaki itu kemudian masuk ke kamar Sean dan menghampiri Sean yang sedang berganti piyama.
“Tuan ada apa tuan memanggilku ?”tanya Ralph dengan sopan.
__ADS_1
Sean berbalik sambil menalikan tali piyamanya kemudian duduk di tempat tidur.
“Dua hari lagi aku akan berangkat ke Jakarta. Siapkan semua keperluan ku sekarang.”ucap Sean sambil mengambil sebuah buku yang ada di meja.
“Baik tuan... aku akan menyiapkannya sekarang juga.”jawab kepala pelayan, kemudian segera keluar dari kamar Sean.
Ralph kembali ke ruangannya dan memanggil beberapa pelayan lainnya untuk menyiapkan keperluan tuan mereka.
Ralph membuat daftar catatan, apa saja yang yang harus di packing agar tak ada barang yang terlewat atau tertinggal.
“Ini daftar catatan untuk kalian. Jangan sampai ada yang terlewat satupun.”ucap Ralph pada pelayan lainnya sambil memberikan beberapa catatan pada mereka.
Tiga pelayan lelaki segera mengemasi barang sesuai dengan daftar catatan. Satu jam kemudian mereka sudah selesai mem-packing semua keperluan tuan mereka.
Ralph memeriksa tiga koper besar yang barusan selesai di kemas oleh pelayan tadi dan dia memeriksanya sekali lagi sebelum menyampaikannya pada Sean.
Setelah ketiga pelayan lainnya pergi dia pun kembali menuju ke kamar Sean.
“Tuan semua yang tuan pesan sudah siap.”ucap Ralph setelah masuk di kamar Sean.
“Ya terima kasih.”jawab Sean singkat sambil menaruh bukunya ke tempat tidur.
Ralph kemudian keluar dari kamar Sean dan kembali ke ruangannya. Sedangkan Sean kembali mengambil bukunya dan membacanya hingga larut malam dan merasa mengantuk, barulah dia tidur.
Dua hari berikutnya di pagi hari. Semua pelayan di rumah Sean tampak sibuk melayani Sean yang hari ini akan berangkat ke luar negeri.
Beberapa sibuk menyiapkan pakaian yang akan dipakai oleh Sean hari ini, beberapa ada yang sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi Sean, dan beberapa lainnya tampak sibuk menyiapkan mobil yang akan dipakai untuk berangkat mengantar lelaki itu ke bandara.
__ADS_1
“Zras...”Sean membasahi tubuhnya dengan air di bawah shower karena dia sedang tidak mood untuk berendam di bathub.
Selesai mandi dia pun segera masuk ke kamarnya dan memilih satu baju diantara tiga baju lainnya yang sudah disiapkan oleh pelayan untuknya.
“Aku mau berpakaian santai saja. Lebih baik aku pakai ini.”gumamnya mengambil satu baju casual dan segera memakainya.
Keluar dari kamar lelaki itu sudah melihat beberapa hidangan yang tersaji di meja makan. Dia pun segera menyantap menu sarapan paginya.
Selesai makan dia berjalan keluar rumah dan sopir sudah siap sendiri tadi menunggunya.
“Tuan silakan masuk...”ucap sang sopir turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Sean.
Sean segera masuk dan duduk dalam mobil. Dan mobil segera meluncur menuju ke bandara.
Di airport, sopir dan satu pelayan membantu membawa koper bawaan Sean. Lelaki itu menuju ke satu loket khusus dimana antriannya tidak panjang dan hanya beberapa orang saja yang berada di sana.
Sean duduk di kursi di sebuah ruangan khusus yang terpisah dengan penumpang lainnya untuk menunggu sebentar.
Sepuluh menit kemudian pesawat dengan tujuan ke Jakarta tiba dan sebelum dia keluar dari ruangan ada seorang petugas yang mendatanginya dan mengajaknya melewati jalan khusus menuju ke pesawat.
“Terima kasih...”ucap Sean pada petugas tadi yang memperlakukannya dengan spesial.
Sean naik ke pesawat dan duduk di kursi. Begitu duduk lelaki itu langsung memakai kacamata hitamnya dan memasangkan Headset ke telinganya mendengarkan daftar putar lagu favoritnya. Dia tak mempedulikan penumpang lain yang duduk di sampingnya atau di belakangnya.
Beberapa saat kemudian pesawat tinggal Landas dan berangkat menuju ke Jakarta.
BERSAMBUNG....
__ADS_1