Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 53 Kembali Ke Rumah Sean


__ADS_3

Sebelum pingsan gadis itu menyadarkan tubuhnya ke sebuah pohon yang dilewati.


“buuk...”Alexa jatuh tak sadarkan diri ke tanah.


Para anak buah tiba-tiba tepat di depan Alexa saat gadis itu tak sadarkan diri.


“Lihat dari situ sadarkan diri...apa harus kita lakukan ?”tanya seorang lelaki berhenti mengikuti Alexa.


“Daripada salah lebih baik cepat hubungi tuan Sean !”balas lelaki lain yang ada di sana.


Beberapa orang lelaki menghampiri Alexa dan memegangi tubuhnya. Sementara yang lain mencoba menghubungi Sean.


Sean ada di sebuah mobil dan dalam perjalanan menuju ke kantor setelah selesai mengurusi administrasi di rumah sakit.


“kring... kring... kring...” tiba-tiba ponsel Sean berdering memecah kesunyian di dalam mobil.


Sean melirik ponsel yang ada di saku bajunya kemudian mengambilnya.


“Ya halo... ada apa ?”jawab Sean setelah telepon tersambung.


“Tuan... gadis ini pingsan di tengah jalan lalu apa yang harus kami lakukan ?”tanya salah satu lelaki yang kelihatan benar-benar bingung.


Sean mengerutkan dahinya dan berpikir dengan cepat.


“Sudah ku duga hal itu akan terjadi, untung saja aku menyuruh orang ku untuk mengikutinya.”batin Sean tidak terlalu kaget mendengar laporan dari orangnya.


“Kau bawa gadis itu pulang ke rumah sekarang juga dan satu lagi panggilkan dokter khusus ke rumah untuk memeriksa kondisinya.”balas Sean memberikan perintah pada anak buahnya.


“Baik tuan...”jawab lelaki itu dan segera mengakhiri panggilan telepon.


Lelaki tadi kemudian menghampiri beberapa temannya yang memegangi Alexa.


“Bawa masuk dari sini ke dalam mobil dan antar kan ke rumah tuan. Aku akan menghubungi petugas medis agar segera datang ke rumah.”ucap lelaki tadi memberitahukan pada rekannya perintah dari Sean.


“Ayo... kita segera bawa gadis ini masuk ke mobil.”ucap seorang lelaki.


Beberapa lelaki mengangkat tubuh Alexa dan memasukkannya ke mobil.


“broom...” dalam hitungan detik mobil itu segera melaju dan memutar arah kembali menuju ke rumah pas mereka.

__ADS_1


Tampak anak buah Sean sedang menghubungi petugas sebagai dan memintanya untuk segera datang ke rumah bos mereka.


Sementara Sean tetap melanjutkan perjalanannya menuju ke kantor karena dia ada jadwal meeting padat hari ini dan tak bisa dia batalkan.


“klak...”Anak buah Sean turun dari mobil setibanya di rumah Sean dan segera membawa keluar tubuh Alexa dan membawanya ke ruangan yang disiapkan untuk tamu.


Mereka pun keluar dari ruangan setelah membaringkan tubuh Alexa dan berjaga di luar ruangan.


“tap... tap... tap...”suara langkah seseorang turun dari mobil menuju ke rumah Sean.


“Silahkan dokter... tolong ikuti kami.”ucap beberapa orang lelaki yang langsung menyambut kedatangan dokter dan menontonnya ke ruangan tempat Alexa berada.


“Tolong menjauh sedikit...”ucap dokter pada para anak buah Sean yang ada di dalam ruangan.


Dokter kemudian memeriksa dan melakukan check up menyeluruh setelah para pengawal yang ada di sana mundur.


Tampak dokter itu memberikan beberapa suntikan di lengan Alexa. Setelah itu dokter memasangkan infus.


“Sudah selesai pasien akan segera sembuh paling cepat empat jam dari sekarang.”ucap dokter itu menjelaskan setelah selesai melakukan perawatan.


“Baik dokter... terima kasih.”ucap seorang lagi Kemudian segera mengantarkan dokter itu keluar dari ruangan.


Lelaki lain yang ada di luar segera memberikan jalan pada dokter tadi dan mengantarkannya kembali ke rumah sakit.


Tiga puluh menit kemudian dia selesai memberikan paparan dan kembali duduk di kursinya. Entah Kenapa saat ini dia sedikit gelisah dan tidak tenang.


“Bagaimana kondisi gadis itu... kenapa tidak ada yang menghubungiku untuk melaporkan keadaan nya...”batin Sean yang tiba-tiba teringat dan terpikirkan Alexa.


Lelaki itu mencoba untuk fokus kembali dan menyelesaikan meeting dengan lancar.


“tap...tap...tap...”Sean jalan keluar dari ruang meeting dan kembali ke ruangannya.


Baru dua menit duduk Judas masuk ke ruangannya.


“Tuan... sepuluh menit lagi meeting dengan perusahaan R&J groupe akan dimulai.”ucap Judas memberitahukan jadwal meeting selanjutnya.


“Ya baiklah... aku keluar lima menit lagi.”jawab Sean menatap sekretarisnya.


Lima menit kemudian Sean keluar dari ruangannya dan kembali masuk ke ruang meeting untuk memimpin.

__ADS_1


Dua jam berikutnya dia keluar dari ruangan meeting dan kembali ke ruangannya.


Di lain tempat di ruangan tempat Alexa dirawat saat ini. Terlihat penjagaan sangat ketat di sana. Beberapa anak buah Sean berjaga di dalam dan di luar ruangan.


Beberapa saat kemudian Alexa merasa melayang dalam dunia hampa dan tak ada siapa pun di sana selain dirinya.


“Dimana aku saat ini... apa aku sedang bermimpi lagi ?”gumam Alexa berjalan di sebuah ruang kosong yang sepi mencari pintu keluar.


Gadis itu kemudian mencoba mengingat kembali apa yang sebelumnya terjadi pada dirinya dengan pikiran tenang.


“Benar aku sebelumnya keluar dari rumah sakit dan berjalan untuk mencari taksi... tapi di mana aku sekarang... apa terjadi sesuatu padaku ?”ucap Alexa setelah berhasil mengingat kembali apa yang terjadi pada dirinya sebelumnya dan juga berhasil mengingat jika dirinya sempat mengalami pusing berat dan pandangannya kabur.


Alexa mencoba keluar dari kesadarannya dan membuka matanya setelah mendengar suara tetesan air di sampingnya.


“Aku dimana...”gumamnya setelah membuka mata.


Gadis itu kemudian melihat tubuhnya yang ternyata terpasang selang infus di lengannya. Dia pun segera menatap lelaki sekitar dan menepati banyak lelaki yang berjaga di sana.


“Sial... aku tertangkap lagi dan kembali ke rumah lelaki itu.”gumam Alexa.


Gadis itu tak mau kembali ditahan di rumah Sean. Dia pun segera duduk dan berusaha untuk turun dari tempat tidur.


“Hey kau mau ke mana... ?”ucap seorang lelaki yang berjaga di sana saat melihat gadis itu akan melarikan diri.


Seketika para laki-laki yang ada di sana segera mendekat dan menghampiri Alexa. Mereka pun tak membiarkan gadis itu sedikitpun apalagi turun dari tempat tidur.


“Lepaskan aku... aku tidak mau berada di sini lagi... !”teriak Alexa berontak k dan berusaha melepaskan diri namun dengan kondisinya yang masih lemah seperti itu dia tak bisa melakukan perlawanan.


Tepat di saat Alexa sudah kehabisan nafas, Sean datang dan masuk ke ruangan itu.


“Lepaskan dia... !”teriak Sean dari ujung pintu.


Para anak buah Sean itu pun segera melepaskan Alexa namun masih tetap berjaga di sekitar tempat tidur dan baru mundur setelah Sean berdiri di depan Alexa.


“Aku senang kau sudah sadar nona...”ucap Sean menatap Alexa yang terlihat sudah tidak bocah lagi.


“Kau... apa yang kau lakukan padaku ? Kenapa kau menangkap ku kembali dan menahan ku disini ? Bukankah kau sebelumnya bilang sudah menyetujui kesepakatan kita ?”ucap Alexa dengan lantang dan merasa tak terima di permainkan oleh Sean.


“Nona kau salah paham. Aku tidak melanggar kesepakatan kita. Aku hanya berusaha merawat mu saja.”jawab Sean menjelaskan.

__ADS_1


Namun Alexa terlihat emosi dan tak bisa menerima ataupun memahami apa yang diucapkan Oleh Sean.


BERSAMBUNG...


__ADS_2