Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 83 Tubuh Dingin


__ADS_3

Alexa ikut membuka matanya saat mendengar jeritan Sean yang tidur di sampingnya.


“Sean... ada apa ?”ucap Alexa menoleh ke arah samping dan mendapati seekor ular merayap di tubuh lelaki itu.


“Aargh... !”pekik Alexa kaget dan langsung berdiri agar tidak terkena gigitan ular.


Dia pun segera mengambil ular dari tubuh Sean dengan memegang kepalanya. Lalu ia berjalan di sekitar gua dan menemukan kayu yang ujungnya tajam.


“kreshh....”Alexa langsung menancapkan batang tadi ke kepala sang ular kemudian melemparnya ke tanah dengan keras.


“bugh... !!”ular tadi menggeliat untuk beberapa saat dan setelah itu diam tak bergerak.


“Untunglah dia sudah mati.”gumam Alexa merasa lega melihat bangkai ular tadi kemudian menyepaknya keluar dari goa.


Alexa kemudian berlari menghampiri Sean yang duduk tanpa bersuara.


“Sean... apa kau masih mendengar ku ?”Alexa berjongkok di samping lelaki itu.


Terlihat Sean masih sadar namun dia terlihat lemas dan lehernya sedikit berwarna biru.


“Gawat ! Bisa ular tadi beracun rupanya dan racun itu mulai menyebar.”gumam Alexa terkejut dan seketika menjadi panik.


“Sean dengarkan aku baik-baik. Aku akan mengeluarkan racun dari tubuhmu sebelum menyebar ke mana-mana. Kau harus bisa menahan rasa sakitnya.”ucap Alexa sambil memegang pipi lelaki itu.


Sean hanya mengangguk menatap Alexa dan menurut saja apa katanya.


Alexa kemudian memegang leher Sean. Dia menghisap darah di leher lelaki itu dan membuangnya sampai hingga dirasa semua racun nya sudah keluar.


“Argh... !”teriak Sean merasakan kesakitan bercampur dengan sensasi rasa lain. Tanpa sadar ia pun memeluk Alexa.


“Sepertinya racunnya sudah keluar semua !”gumam Alexa saat melihat darah yang dikeluarkan sudah tidak berwarna hitam lagi.

__ADS_1


“kraak... !”Alexa menyobek ujung bajunya untuk membalut bekas luka gigitan ular di leher Sean dan terlihat lehernya sudah tidak berwarna ungu lagi.


“Terima kasih...”jawab Sean dengan lemas.


Alexa yang merasa iba melihat kondisi lelaki yang sudah berulang kali membantu dan menyelamatkan hidupnya merebahkan Sean ke pangkuannya.


“Beristirahatlah.. aku akan menjagamu.”ucap Alexa.


Sean tidur dalam pangkuan Alexa sementara gadis itu tetap terjaga dan memantau keadaan sekitar.


Di lain tempat tim Fantôme menangkap sinyal pemberitahuan tempat keberadaan Sean.


Di markas Fantôme terlihat Sivan duduk di basecamp. Dia melihat sinyal berkedip hijau di radar.


“Sinyal ini pasti dari tuan Sean. Kenapa dia berada di suatu tempat yang jauh. Oh... merde... pasti dia diculik lagi.”ucap Sivan Melihat titik lokasi yang dikirimkan oleh sinyal pada radarnya.


Ia pun kemudian memanggil anak buahnya untuk bergerak mencari lokasi yang dikirimkan oleh tuan mereka.


Seorang pengawal masuk ke kontrol dan gunakan beberapa bahan untuk melacak lokasi ponsel Sean.


“klik... klik.... klik...”


“Aku menemukan di mana lokasi ponsel tuan berada.”ucap lelaki itu melihat hasil pencariannya.


Ia pun kemudian membawa serta beberapa orang lagi ikut bersamanya ke sebuah rumah makan. Benar saja di sana mereka menemukan ponsel serta laptop Sean yang tertinggal di meja.


“Boleh aku melihat CCTV yang ada di restoran ini ? Aku ingin tahu siapa yang menculik tuan ku.”ucap salah seorang pengawal Sean pada pemilik restoran.


Pemilik restoran mengizinkan orang nya Sean melihat tayangan CCTV di tempatnya. Dari rekaman yang diperlihatkan mereka mencatat nomor polisi kendaraan yang membawa Sean pergi dari sana.


Para orangnya Sean kembali ke ruang kendali yang ada di rumah dan melacak nomor kendaraan tadi dan menemukan mobil itu merupakan salah satu mobil milik Austin Bertrand. Dan Mereka pun segera melaporkan informasi yang mereka temukan pada Sivan.

__ADS_1


Hari berganti malam, Alexa berniat mencari jalan keluar dari saya namun semuanya itu ia urungkan melihat kondisi Sean yang tidak memungkinkan untuk keluar lokasi.


Angin berhembus kencang di luar dan membuat goa tempat mereka berada juga terasa dingin sekali.


“Hiss.....”suara rintihan Sean.


Alexa menatap ke arah Sean yang masih tidur dalam pangkuannya. Dia terlihat cemas melihat kondisi Sean yang mulai berkeringat dingin.


“Astaga tubuhnya dingin sekali...”ucap Alexa saat menyentuh dahi dan tangan Sean yang sedingin es dan tubuhnya kini pun gemetar entah karena cuaca dingin saat ini atau akibat dari racun tadi.


“huuff... dingin...”ucap Sean mengigau dan merasa tak kuat menahan dingin tubuhnya.


“Apa ya harus kulakukan ? di tempat terbuka seperti ini tak ada selimut atau lainnya yang bisa menghangatkan tubuhnya.”batin Alexa sambil menatap ke sekitar mencari sesuatu yang bisa dipakai untuk menghangatkan tubuh Sean, namun sayang sekali dia tidak menemukan sedangkan lagi itu semakin bertambah dingin tubuhnya.


Alexa benar-benar panik. Ia pun mendudukkan tubuh Sean. Karena tubuh manusia selalu hangat, maka dia pun segera memeluk Sean untuk menghangatkan nya.


“Bagaimana apa kau sudah merasa lebih hangat ?”tanya Alexa memeluk erat Sean.


“Aku masih merasa dingin...”balas Sean masih gemetar.


“Oh mon dieu... apa lagi yang harus kulakukan ? Aku sudah memeluknya tapi dia masih belum merasakan hangat. Berarti dia membutuhkan panas secara langsung.”gumam Alexa.


“Sean... aku tidak terlihat melakukan hal buruk padamu. Percayalah aku hanya ingin membantumu.”ucap Alexa meminta izin pada lelaki itu terlebih dulu.


Alexa kemudian melepas kemeja Sean, ia juga melepas kemejanya. entah itu dia langsung memeluk erat Sean sambil menggunakan kemeja mereka untuk menutupi tubuh mereka.


“Tubuhnya sudah hangat.”gumam Alexa setelah satu jam kemudian saat menyentuh dahinya.


Sean merasa hangat sekali dan dia tertidur. Melihat Sean yang tidur, Alexa pun akhirnya ikut tidur masih saling berpelukan dengan Sean.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2